Jumat, 24 Juli 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Regional & Nasional

Panen Perdana Semangka Kelompok Tani Mustahik Binaan BAZNAS Tapsel Dukung Kebutuhan SPPG

RAU - Friday, 24 July 2026 | 10:40 AM

Background
Panen Perdana Semangka Kelompok Tani Mustahik Binaan BAZNAS Tapsel Dukung Kebutuhan SPPG

TAPANULI SELATAN –

Kelompok Tani Bagus Makmur, kelompok tani mustahik binaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), melaksanakan panen perdana semangka di sekitar dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Sipangko, Kecamatan Angkola Muaratais, Kamis (23/07/2026).

Panen perdana tersebut merupakan bagian dari kerja sama tripartit antara BAZNAS Tapsel sebagai penyedia modal melalui program zakat produktif, kelompok tani mustahik sebagai produsen, serta SPPG sebagai mitra sekaligus pembeli hasil pertanian untuk mendukung kebutuhan bahan pangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu mengapresiasi kolaborasi tersebut. Menurutnya, kerja sama yang terjalin tidak hanya sebatas penandatanganan kesepakatan, tetapi telah diwujudkan dalam bentuk kegiatan produktif yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

"Ini sesuatu yang luar biasa. Kerja sama tripartit antara BAZNAS, kelompok tani binaan BAZNAS dan dapur MBG ini bukan sekadar teken-teken lalu dipublikasikan, tetapi sudah diimplementasikan," ujar Bupati.



Ia menyebutkan, kerja sama tersebut sebelumnya telah menghasilkan panen komoditas sayuran berupa buncis dan kini berlanjut pada panen buah semangka.

Bupati menjelaskan, kolaborasi antara kelompok tani di sekitar dapur SPPG dan pengelola dapur memiliki dua tujuan utama. Pertama, memastikan kebutuhan bahan pangan yang segar dan bergizi untuk mendukung pemenuhan nutrisi anak-anak, ibu menyusui dan ibu hamil. Kedua, mendorong pemerataan ekonomi dengan melibatkan UMKM serta masyarakat setempat dalam rantai pasok kebutuhan dapur SPPG.

"Setiap dapur diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya. Jadi, manfaatnya bukan hanya dirasakan oleh penerima manfaat MBG, tetapi juga oleh petani dan masyarakat sekitar," katanya.

Menurut Bupati, kerja sama tersebut juga memberikan nilai tambah bagi petani karena hasil pertanian dapat dipasarkan langsung kepada dapur SPPG tanpa harus mengeluarkan biaya transportasi dan distribusi ke pasar.

Ia mencontohkan, hasil pertanian yang biasanya dijual kepada pengepul dengan harga lebih rendah dapat memperoleh harga yang lebih baik ketika diserap langsung oleh dapur SPPG. Di sisi lain, dapur juga memperoleh bahan pangan yang lebih segar dan dapat menghemat biaya distribusi.



"Petani mendapatkan nilai tambah, dapur mendapatkan barang yang segar dan tidak perlu mengeluarkan ongkos untuk mengambil dari tempat yang jauh. Inilah semangat dari kebijakan program prioritas Makan Bergizi Gratis," jelasnya.

Bupati juga mengajak berbagai pihak untuk melihat pelaksanaan program MBG secara langsung di daerah, karena dampak program tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi, tetapi juga memberikan efek terhadap perekonomian lokal.

Dalam kesempatan itu, Bupati turut mendorong BAZNAS Tapsel untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dalam membantu masyarakat kurang mampu melalui program zakat produktif.

"Karena ini zakat produktif, tentu harus dipastikan penerimanya adalah mustahik. Kita ingin mengintegrasikan berbagai program agar masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh bantuan modal dan kesempatan untuk meningkatkan pendapatan," ujarnya.

Bupati juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan terus mendorong pemulihan ekonomi masyarakat, termasuk melalui program pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga nol persen bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan.



Sementara itu, Ketua BAZNAS Tapanuli Selatan Jon Sujani Pasaribu mengatakan, panen semangka tersebut merupakan panen perdana untuk komoditas buah dalam kerja sama tripartit antara BAZNAS, kelompok tani mustahik dan SPPG.

"BAZNAS sebagai penyedia dana, dapur MBG dan mitranya sebagai off-taker atau pembeli hasil pertanian, sedangkan kelompok tani mustahik di sekitar dapur bertugas memproduksi sayur-mayur dan buah-buahan," jelasnya.

Ia menyebutkan, kerja sama tersebut diharapkan dapat terus berkembang. Saat ini, kemampuan BAZNAS masih difokuskan pada pemberian modal untuk pengembangan komoditas sayur-mayur dan buah-buahan bagi kelompok tani mustahik di sekitar dapur SPPG.

Menurutnya, model kerja sama tersebut memberikan banyak keuntungan. Petani tidak perlu membawa hasil panen ke pasar yang jauh, sementara dapur SPPG memperoleh bahan pangan yang segar dan dapat mengetahui secara langsung proses produksi hingga kualitas hasil pertanian.

"Panen hari ini dapat segera dikonsumsi. Bahkan, hasil panen tidak perlu menginap karena bisa langsung diolah untuk kebutuhan makanan bergizi," katanya.



Jon Sujani menambahkan, BAZNAS Tapsel akan terus mendukung kelompok tani mustahik yang ingin mengembangkan komoditas lain sesuai kebutuhan SPPG, seperti pepaya, melon dan berbagai jenis sayuran.


Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Bagus Makmur, Syahman Nasution, menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Tapsel dan seluruh pihak yang telah memberikan kepercayaan serta dukungan kepada kelompok tani yang dipimpinnya.

Ia mengatakan, bantuan tersebut tidak ingin diterima secara terus-menerus. Ke depan, kelompok tani diharapkan dapat berkembang dan bahkan mampu membantu petani lainnya di Desa Sipangko maupun desa-desa lain.

"Dengan adanya bantuan dan pendampingan ini, kami berharap dapat berkembang dan nantinya mampu membantu petani lainnya," ujarnya.



Panen perdana semangka tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Perikanan Tapsel Syaiful AP Nasution, Koordinator BGN Tapsel Wan Aprianti, PPL Pertanian, Camat Angkola Muaratais Yohanes, Kepala Desa Sipangko Azan Sinaga, Kepala SPPG Angkola Muaratais Martua, Masyarakat Desa Sipangko serta unsur terkait lainnya.