Selasa, 26 Mei 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Mengapa "Lem Kambing" Bisa Membuat Halusinasi Padahal Hanya Lem?

RAU - Tuesday, 26 May 2026 | 01:45 PM

Background
Mengapa "Lem Kambing" Bisa Membuat Halusinasi Padahal Hanya Lem?

Lem kontak yang sering disebut "lem kambing" atau produk sejenisnya memang tampak seperti bahan perekat biasa untuk sepatu atau barang berbahan kulit. Namun, efek "nge-fly" atau halusinasi yang muncul saat menghirup uapnya bukanlah efek ringan, melainkan tanda keracunan serius pada otak.

Fenomena ini terjadi karena lem tersebut mengandung bahan kimia pelarut yang sangat mudah menguap dan berbahaya jika terhirup.

1. Kandungan Pelarut Kimia Berbahaya

Lem kontak mengandung zat pelarut organik yang mudah menguap (volatile solvents), seperti Toluene, benzene, trichloroethylene, dan hexane.

Zat-zat ini digunakan untuk membuat lem cepat mengering dan mudah menempel, tetapi sangat berbahaya jika masuk ke tubuh manusia melalui inhalasi.

2. Bagaimana Uap Lem Mempengaruhi Otak

Saat uap lem dihirup, zat kimia tersebut masuk ke paru-paru, lalu terserap ke aliran darah dan dengan cepat mencapai otak. Karena sifatnya larut dalam lemak, zat ini dapat menembus sawar darah otak hanya dalam hitungan detik.



Di dalam otak, zat tersebut bekerja sebagai depresan sistem saraf pusat, mirip efek alkohol dalam dosis tinggi atau obat bius. Akibatnya, komunikasi antar sel saraf menjadi terganggu.

Selain itu, uap kimia juga dapat menggantikan oksigen di dalam paru-paru sehingga menyebabkan kondisi kekurangan oksigen atau hipoksia.

3. Mengapa Bisa Timbul Halusinasi?

Gangguan pada sistem saraf pusat dan kurangnya oksigen ke otak dapat memicu efek seperti euforia sesaat, sensasi melayang, hingga halusinasi visual maupun auditori. Namun, ini bukan efek "menyenangkan", melainkan tanda fungsi otak sedang terganggu.

4. Risiko Kesehatan yang Sangat Serius

Di balik efek sesaat tersebut, terdapat risiko kesehatan yang sangat berbahaya, antara lain:

  • Sudden Sniffing Death Syndrome (SSDS): gangguan irama jantung yang bisa menyebabkan kematian mendadak, terutama saat tubuh kaget atau stres.
  • Kerusakan otak permanen: paparan berulang dapat merusak lapisan pelindung saraf (myelin), menyebabkan gangguan memori, tremor, hingga penurunan fungsi kognitif.
  • Kerusakan organ dalam: zat seperti toluene bersifat toksik bagi hati dan ginjal.

Efek "nge-fly" dari menghirup lem bukanlah hiburan atau efek biasa, melainkan tanda keracunan serius pada sistem saraf dan otak. Uap lem mengandung zat kimia berbahaya yang dapat menyebabkan halusinasi, kerusakan permanen, bahkan kematian mendadak.