Rabu, 22 Juli 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Fakta Ilmiah Mengapa Musik Bisa Membuat Merinding

Laila - Saturday, 18 July 2026 | 11:46 AM

Background
Fakta Ilmiah Mengapa Musik Bisa Membuat Merinding

Fakta Ilmiah Mengapa Musik Bisa Membuat Merinding

Pernahkah Anda tiba-tiba merinding saat mendengarkan lagu favorit, suara penyanyi yang sangat menyentuh, atau alunan musik orkestra yang megah? Sensasi bulu kuduk berdiri ini sering kali muncul tanpa disadari, bahkan meski cuaca tidak sedang dingin.

Dalam dunia sains, fenomena tersebut dikenal sebagai frisson atau musical chills, yaitu sensasi merinding yang muncul sebagai respons emosional terhadap musik. Kondisi ini merupakan reaksi alami tubuh dan telah banyak diteliti oleh para ilmuwan.

Lalu, mengapa musik bisa memicu sensasi tersebut?

1. Otak Melepaskan Dopamin

Saat mendengarkan bagian lagu yang sangat disukai, otak dapat melepaskan dopamin, yaitu zat kimia yang berperan dalam sistem penghargaan (reward system).

Dopamin juga dilepaskan ketika seseorang menikmati makanan favorit, mencapai suatu tujuan, atau mengalami pengalaman yang menyenangkan. Pelepasan dopamin inilah yang membuat musik terasa begitu memuaskan dan dapat memunculkan sensasi merinding pada sebagian orang.



2. Musik Membangkitkan Emosi yang Kuat

Musik mampu membangkitkan berbagai emosi, mulai dari bahagia, haru, rindu, hingga semangat.

Ketika sebuah lagu memiliki makna yang mendalam atau mengingatkan seseorang pada pengalaman tertentu, respons emosional yang muncul menjadi lebih kuat. Otak kemudian mengaktifkan sistem saraf otonom yang dapat memicu bulu kuduk berdiri.

3. Perubahan Nada yang Tidak Terduga

Beberapa lagu memiliki perubahan tempo, harmoni, atau nada yang muncul secara tiba-tiba namun tetap terdengar indah.

Perubahan yang tidak terduga ini membuat otak memberikan respons yang lebih besar karena adanya unsur kejutan. Semakin menarik transisi musik tersebut, semakin besar pula kemungkinan munculnya sensasi merinding.

4. Hubungan dengan Kenangan

Lagu sering kali menjadi pengingat momen tertentu dalam hidup.



Misalnya, lagu yang diputar saat kelulusan, pernikahan, atau ketika berkumpul bersama keluarga dapat membangkitkan kembali kenangan dan emosi yang pernah dirasakan. Keterkaitan emosional ini membuat respons tubuh terhadap musik menjadi lebih intens.

5. Tidak Semua Orang Mengalaminya

Meski cukup umum, tidak semua orang mengalami sensasi merinding saat mendengarkan musik.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang lebih terbuka terhadap pengalaman baru (openness to experience) cenderung lebih sering mengalami frisson. Selain itu, tingkat keterlibatan emosional terhadap musik juga memengaruhi munculnya sensasi tersebut.

Apakah Merinding Saat Mendengarkan Musik Berbahaya?

Tidak. Selama tidak disertai gejala lain yang mengganggu, merinding saat mendengarkan musik merupakan respons normal tubuh terhadap rangsangan emosional.

Fenomena ini bukan tanda adanya penyakit, melainkan cara otak dan sistem saraf merespons pengalaman yang dianggap bermakna atau menyenangkan.



Musik dan Kesehatan Mental

Selain memberikan hiburan, musik juga memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan, di antaranya:

  • Membantu mengurangi stres.
  • Meningkatkan suasana hati.
  • Membantu relaksasi.
  • Mendukung konsentrasi saat belajar atau bekerja.
  • Menjadi sarana mengekspresikan emosi.

Meski demikian, respons setiap orang terhadap musik bisa berbeda, tergantung selera, pengalaman hidup, dan kondisi emosional masing-masing.

Tags