Selasa, 21 Juli 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Apa Itu Digital Eye Strain dan Bagaimana Cara Mencegahnya?

RAU - Tuesday, 21 July 2026 | 04:19 PM

Background
Apa Itu Digital Eye Strain dan Bagaimana Cara Mencegahnya?

Penggunaan perangkat digital telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari bekerja menggunakan komputer, belajar melalui laptop, berkomunikasi lewat ponsel, hingga menonton hiburan melalui tablet. Namun, terlalu lama menatap layar dapat membuat mata terasa tidak nyaman.

Keluhan tersebut sering disebut sebagai digital eye strain atau computer vision syndrome. Kondisi ini bukan satu penyakit mata tertentu, melainkan kumpulan gejala yang muncul akibat aktivitas visual yang berkaitan dengan penggunaan perangkat digital.

Apa Itu Digital Eye Strain?

Digital eye strain adalah kondisi ketika seseorang mengalami keluhan pada mata setelah menggunakan perangkat digital dalam waktu tertentu. Gejalanya dapat berbeda-beda pada setiap orang dan dipengaruhi oleh durasi penggunaan layar serta kondisi lingkungan.

Beberapa keluhan yang dapat muncul antara lain:

  • Mata terasa lelah atau berat.
  • Mata kering atau justru berair.
  • Mata terasa perih atau terbakar.
  • Penglihatan menjadi buram sementara.
  • Sakit kepala.
  • Kesulitan memusatkan perhatian.
  • Nyeri pada leher, bahu, atau punggung akibat posisi tubuh yang kurang baik.

Keluhan biasanya bersifat sementara dan dapat berkurang setelah mata beristirahat.



Mengapa Menatap Layar Bisa Membuat Mata Lelah?

Salah satu faktor yang berperan adalah kebiasaan menatap layar dalam waktu lama tanpa jeda. Saat berkonsentrasi pada layar, seseorang cenderung berkedip lebih jarang. Padahal, berkedip membantu menyebarkan lapisan air mata pada permukaan mata dan menjaga kelembapannya.

Selain itu, mata juga terus melakukan penyesuaian ketika melihat objek pada jarak dekat. Jika aktivitas tersebut berlangsung dalam waktu lama, mata dapat terasa lelah dan tidak nyaman.

Pantulan cahaya, pencahayaan ruangan yang kurang sesuai, posisi layar, serta ukuran tulisan yang terlalu kecil juga dapat membuat aktivitas melihat layar terasa lebih melelahkan.

Bagaimana Cara Mencegah Digital Eye Strain?

1. Terapkan Aturan 20-20-20

Salah satu kebiasaan yang dapat dicoba adalah aturan 20-20-20. Setelah menatap layar selama sekitar 20 menit, alihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki atau 6 meter selama 20 detik.

Kebiasaan ini membantu memberikan jeda bagi mata dari aktivitas melihat layar dalam jarak dekat secara terus-menerus.



2. Jangan Lupa Berkedip

Saat fokus pada layar, kita sering tidak sadar bahwa frekuensi berkedip berkurang. Cobalah mengingatkan diri untuk berkedip secara teratur agar permukaan mata tetap terlumasi.

Jika mata terasa kering, terutama ketika berada di ruangan ber-AC, berkonsultasilah dengan tenaga kesehatan mata mengenai pilihan tetes mata yang sesuai.

3. Atur Jarak dan Posisi Layar

Pastikan layar berada pada posisi yang nyaman dan tidak terlalu dekat dengan mata. Untuk komputer, layar sebaiknya ditempatkan pada jarak yang memungkinkan pengguna melihat teks tanpa harus menyipitkan mata atau membungkukkan tubuh.

Posisi bagian atas layar juga sebaiknya tidak terlalu tinggi sehingga leher tetap berada dalam posisi nyaman.

4. Sesuaikan Pencahayaan

Hindari menggunakan layar dalam ruangan yang terlalu gelap atau dengan cahaya yang menyebabkan pantulan berlebihan pada layar. Atur pencahayaan ruangan agar mata tidak harus bekerja terlalu keras untuk melihat layar.



Kecerahan layar juga dapat disesuaikan dengan kondisi lingkungan.

5. Perbesar Ukuran Tulisan Jika Diperlukan

Jika tulisan di layar terlalu kecil, mata dapat lebih cepat merasa lelah karena harus bekerja lebih keras untuk membaca. Memperbesar ukuran teks atau tampilan layar dapat membantu membuat aktivitas membaca lebih nyaman.

6. Beristirahat Secara Berkala

Selain menerapkan aturan 20-20-20, usahakan untuk mengambil jeda dari layar setelah menyelesaikan pekerjaan atau aktivitas tertentu. Saat beristirahat, hindari langsung beralih dari komputer ke ponsel karena mata tetap melakukan aktivitas visual yang sama.

7. Perhatikan Posisi Tubuh

Digital eye strain juga dapat disertai dengan keluhan pada leher, bahu, dan punggung. Karena itu, posisi duduk perlu diperhatikan. Pastikan tubuh berada dalam posisi nyaman dan tidak membungkuk terlalu lama.

Apakah Digital Eye Strain Bisa Merusak Mata Secara Permanen?

Digital eye strain umumnya merupakan kumpulan keluhan sementara yang berkaitan dengan aktivitas penggunaan layar. Namun, jika seseorang terus mengalami keluhan penglihatan atau mata yang tidak membaik setelah beristirahat, sebaiknya melakukan pemeriksaan mata.



Keluhan tersebut bisa saja memiliki penyebab lain yang tidak berkaitan langsung dengan penggunaan perangkat digital. Pemeriksaan oleh dokter mata atau tenaga profesional kesehatan mata dapat membantu mengetahui penyebabnya.

Kesimpulan

Digital eye strain merupakan kumpulan gejala yang dapat muncul setelah penggunaan perangkat digital dalam waktu lama. Keluhannya dapat berupa mata lelah, kering, perih, penglihatan buram sementara, hingga sakit kepala.

Untuk mengurangi risikonya, biasakan memberikan jeda secara berkala, menerapkan aturan 20-20-20, berkedip secara teratur, mengatur pencahayaan dan posisi layar, serta menjaga jarak pandang yang nyaman.

Jika keluhan mata atau gangguan penglihatan terus berlanjut meskipun penggunaan layar sudah dikurangi, sebaiknya lakukan pemeriksaan kepada dokter mata atau tenaga kesehatan yang sesuai.