Selasa, 21 Juli 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Apa Penyebab Sariawan yang Muncul Berulang Kali? Kenali Pemicu dan Kapan Harus Diperiksa

RAU - Tuesday, 21 July 2026 | 04:12 PM

Background
Apa Penyebab Sariawan yang Muncul Berulang Kali? Kenali Pemicu dan Kapan Harus Diperiksa

Sariawan merupakan masalah yang cukup umum dan dapat dialami oleh banyak orang. Luka kecil di dalam mulut ini biasanya terasa perih, terutama ketika seseorang makan makanan pedas, asam, asin, atau minum sesuatu yang terlalu panas.

Pada sebagian orang, sariawan hanya muncul sesekali dan dapat sembuh sendiri dalam waktu sekitar satu hingga dua minggu. Namun, ada pula yang mengalaminya secara berulang. Kondisi ini tentu menimbulkan pertanyaan, mengapa sariawan bisa terus muncul?

Ternyata, penyebabnya bisa beragam dan tidak selalu berkaitan dengan kekurangan vitamin.

1. Luka atau Cedera pada Mulut

Salah satu pemicu sariawan adalah cedera ringan pada jaringan mulut. Kondisi ini dapat terjadi akibat tidak sengaja menggigit bagian dalam pipi, menyikat gigi terlalu keras, terkena makanan yang keras, atau mengalami iritasi akibat kawat gigi dan permukaan gigi yang tajam.

Jika sariawan sering muncul di lokasi yang sama, ada kemungkinan area tersebut terus mengalami gesekan atau trauma. Pemeriksaan oleh dokter gigi dapat membantu mengetahui apakah terdapat sumber iritasi yang perlu diperbaiki.



2. Stres dan Kondisi Emosional

Stres juga dapat menjadi salah satu faktor yang memicu sariawan pada sebagian orang. Ketika seseorang mengalami tekanan atau kelelahan, sariawan mungkin lebih mudah muncul atau kambuh.

Namun, hubungan antara stres dan sariawan dapat berbeda pada setiap orang. Karena itu, stres sebaiknya dipandang sebagai salah satu kemungkinan pemicu, bukan satu-satunya penyebab.

3. Kekurangan Zat Gizi Tertentu

Sariawan berulang terkadang berkaitan dengan kekurangan zat gizi tertentu, seperti zat besi, vitamin B12, folat, atau zinc. Namun, tidak semua orang yang sering mengalami sariawan pasti mengalami kekurangan nutrisi.

Jika sariawan sering kambuh dan terdapat dugaan kekurangan zat gizi, dokter dapat mempertimbangkan pemeriksaan lebih lanjut untuk mencari penyebabnya.

4. Makanan yang Mengiritasi Mulut

Makanan tertentu dapat menjadi pemicu pada orang yang rentan mengalami sariawan. Makanan yang sangat pedas, asam, asin, atau bertekstur keras dapat mengiritasi luka yang sudah ada dan membuat rasa sakit semakin parah.



Pada sebagian orang, makanan tertentu juga diduga menjadi pemicu munculnya sariawan. Karena itu, memperhatikan makanan yang dikonsumsi sebelum sariawan muncul dapat membantu mengenali pola pemicunya.

5. Perubahan Hormon

Perubahan hormon juga dapat berhubungan dengan munculnya sariawan pada sebagian orang. Beberapa perempuan, misalnya, dapat mengalami sariawan yang berkaitan dengan perubahan hormonal pada periode tertentu.

Namun, pola ini tidak terjadi pada semua orang sehingga perlu dilihat berdasarkan kondisi masing-masing.

6. Faktor Keturunan

Ada orang yang memang lebih rentan mengalami sariawan berulang dibandingkan orang lain. Faktor genetik atau riwayat keluarga dapat berperan dalam kecenderungan tersebut.

Jika beberapa anggota keluarga memiliki masalah sariawan berulang, kemungkinan adanya faktor keturunan dapat menjadi salah satu hal yang dipertimbangkan.



7. Penggunaan Produk Perawatan Mulut Tertentu

Pada sebagian orang, bahan tertentu dalam pasta gigi atau produk perawatan mulut dapat menjadi pemicu iritasi. Salah satu bahan yang sering dibahas dalam kaitannya dengan sariawan adalah sodium lauryl sulfate (SLS).

Jika sariawan sering kambuh, seseorang dapat mendiskusikan penggunaan produk perawatan mulut dengan dokter gigi atau tenaga kesehatan untuk melihat apakah ada produk tertentu yang mungkin memperburuk kondisi.

8. Kondisi Kesehatan Tertentu

Dalam kasus yang lebih jarang, sariawan berulang dapat berkaitan dengan kondisi medis tertentu, seperti penyakit celiac, penyakit Crohn, atau gangguan yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh.

Hal ini bukan berarti setiap orang yang sering sariawan pasti memiliki penyakit tersebut. Namun, jika sariawan sangat sering kambuh, berjumlah banyak, sulit sembuh, atau disertai gejala lain, pemeriksaan medis mungkin diperlukan untuk mencari penyebab yang mendasarinya.

Kapan Sariawan Perlu Diperiksakan?

Sebagian besar sariawan dapat sembuh dengan sendirinya dalam satu hingga dua minggu. Namun, sebaiknya periksakan ke dokter atau dokter gigi jika sariawan tidak kunjung sembuh lebih dari tiga minggu, berukuran sangat besar, terasa sangat sakit, sering muncul kembali, menyebabkan kesulitan makan atau minum, atau disertai gejala lain yang tidak biasa.



Sariawan yang menetap dalam waktu lama perlu diperiksa karena tidak semua luka di mulut merupakan sariawan biasa. Pemeriksaan secara langsung diperlukan untuk memastikan penyebabnya.

Kesimpulan

Sariawan yang muncul berulang kali dapat dipicu oleh berbagai faktor. Cedera pada mulut, stres, perubahan hormon, faktor keturunan, makanan tertentu, iritasi, serta kekurangan zat gizi merupakan beberapa kemungkinan penyebab. Dalam kondisi tertentu, sariawan berulang juga dapat berkaitan dengan masalah kesehatan yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Jika sariawan hanya muncul sesekali dan sembuh dalam waktu normal, kondisi tersebut umumnya tidak perlu dikhawatirkan. Namun, apabila sariawan terus kambuh atau tidak kunjung sembuh, sebaiknya jangan hanya mengandalkan obat sariawan. Pemeriksaan oleh dokter atau dokter gigi dapat membantu menemukan penyebab yang tepat.