Putih Telur vs Telur Utuh, Mana yang Lebih Sehat? Ini Perbedaannya
RAU - Sunday, 20 September 2026 | 06:30 PM


Putih telur sering menjadi pilihan bagi orang yang sedang memperhatikan asupan kalori, menjaga berat badan, atau ingin meningkatkan konsumsi protein. Bagian ini memang memiliki kandungan protein yang cukup tinggi dengan jumlah lemak dan kalori yang relatif rendah.
Namun, bukan berarti kuning telur tidak memiliki manfaat. Justru, bagian kuning menyimpan berbagai vitamin dan mineral yang tidak ditemukan dalam jumlah yang sama pada putih telur. Karena itu, membandingkan keduanya perlu dilakukan dengan melihat kandungan gizi dan kebutuhan masing-masing.
Putih telur kaya akan protein
Sebagian besar kandungan putih telur berupa air, sementara bagian lainnya terdiri dari protein. Protein dalam putih telur termasuk protein lengkap karena mengandung sembilan asam amino esensial yang diperlukan tubuh.
Asam amino berperan penting dalam membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, termasuk otot. Inilah alasan putih telur sering menjadi bagian dari menu orang yang aktif berolahraga atau membutuhkan asupan protein tambahan tanpa banyak menambah lemak.
Selain protein, putih telur juga mengandung sejumlah vitamin B, termasuk riboflavin. Zat gizi tersebut membantu proses metabolisme sehingga tubuh dapat mengolah berbagai zat dari makanan menjadi energi.
Kuning telur juga menyimpan banyak nutrisi
Kuning telur sering dihindari karena mengandung lemak dan kolesterol. Namun, menghilangkan bagian ini berarti tubuh juga kehilangan sejumlah zat gizi penting.
Kuning telur mengandung vitamin B12, riboflavin, serta vitamin yang larut dalam lemak seperti vitamin A, D, dan K. Bagian ini juga menyediakan lutein dan zeaksantin, yaitu senyawa yang berkaitan dengan kesehatan mata.
Selain itu, kuning telur merupakan salah satu sumber kolin. Nutrisi tersebut dibutuhkan tubuh dan berperan dalam berbagai fungsi, termasuk fungsi otak. Kuning telur juga mengandung folat dan biotin yang memiliki peran penting bagi tubuh.
Putih telur dapat mendukung kebutuhan protein
Kandungan protein lengkap membuat putih telur dapat menjadi salah satu pilihan untuk memenuhi kebutuhan protein harian. Protein diperlukan untuk membantu mempertahankan dan memperbaiki jaringan otot.
Karena rendah lemak dan kalori, putih telur bisa menjadi pilihan bagi orang yang ingin meningkatkan asupan protein dengan tetap mengontrol jumlah kalori. Meski demikian, bukan berarti bagian putih selalu lebih baik dibandingkan telur utuh dalam setiap kondisi.
Telur utuh juga dapat menjadi bagian dari pola makan orang yang aktif secara fisik karena menyediakan protein sekaligus berbagai zat gizi lainnya. Pilihan antara putih telur dan telur utuh dapat disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi serta pola makan secara keseluruhan.
Bagaimana dengan kandungan kolesterol?
Kuning telur memang mengandung kolesterol sehingga sering menimbulkan kekhawatiran. Namun, pengaruh makanan terhadap kadar kolesterol darah tidak hanya ditentukan oleh kolesterol dari satu jenis makanan.
Pola makan secara keseluruhan, termasuk jumlah lemak jenuh yang dikonsumsi, juga perlu diperhatikan. Karena itu, orang yang sehat tidak otomatis harus menghilangkan kuning telur dari menu sehari-hari.
Meski begitu, kebutuhan setiap orang bisa berbeda. Mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, terutama berkaitan dengan kadar kolesterol atau risiko penyakit jantung, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk menentukan pola makan yang sesuai.
Jadi, pilih putih telur atau telur utuh?
Putih telur dan telur utuh sama-sama memiliki kelebihan. Putih telur dapat menjadi sumber protein dengan kandungan lemak dan kalori yang lebih rendah, sedangkan telur utuh menyediakan kombinasi protein, vitamin, mineral, dan zat gizi lain yang lebih lengkap.
Jika tidak memiliki alasan medis tertentu untuk menghindari kuning telur, telur utuh dapat menjadi pilihan untuk mendapatkan manfaat nutrisi dari kedua bagiannya. Sementara itu, putih telur tetap bisa digunakan ketika seseorang ingin menambah protein tanpa terlalu banyak menambah lemak dan kalori.
Pada akhirnya, pilihan terbaik perlu disesuaikan dengan kebutuhan tubuh, kondisi kesehatan, serta pola makan secara keseluruhan. Tidak ada keharusan untuk selalu memilih salah satu bagian telur selama konsumsinya tetap menjadi bagian dari pola makan yang seimbang.
Next News

Mata Tiba-Tiba Berkedut? Ini 7 Penyebab yang Sering Terjadi
in 7 hours

Anak Suka Memukul? Ini 6 Cara Orang Tua Menghadapinya dengan Tepat
5 hours ago

7 Makanan yang Tidak Boleh Dimakan Kelinci, Pemilik Wajib Tahu
in 7 hours

Tape Bukan Sekadar Camilan Manis, Ini Kandungan dan Manfaat yang Perlu Diketahui
in 7 hours

Jangan Tunggu Rambut Makin Tipis, Ini 7 Tanda Awal Kebotakan pada Pria
in 7 hours

Putih atau Kuning Telur, Mana yang Lebih Cocok untuk Membantu Menurunkan Berat Badan?
in 6 hours

Air Kelapa Bisa Melancarkan Haid? Ini Fakta yang Perlu Diketahui
in 5 hours

Tak Cukup Diberi Makan, Ini Cara Merawat Kelinci bagi Pemula agar Tetap Sehat
in 5 hours

Bukan Soal Pencapaian Besar, Begini Cara Melihat Kemajuan Diri Secara Lebih Objektif
in 5 hours

Mata Berat dan Sulit Fokus, Ini Beberapa Penyebab Rasa Ngantuk
9 hours ago





