Minggu, 20 September 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Tape Bukan Sekadar Camilan Manis, Ini Kandungan dan Manfaat yang Perlu Diketahui

RAU - Sunday, 20 September 2026 | 07:45 PM

Background
Tape Bukan Sekadar Camilan Manis, Ini Kandungan dan Manfaat yang Perlu Diketahui

Tape atau tapai merupakan salah satu makanan tradisional Indonesia yang dibuat melalui proses fermentasi, biasanya menggunakan singkong atau beras ketan. Rasanya yang manis dengan aroma khas membuat tape sering dikonsumsi langsung maupun diolah menjadi berbagai hidangan dan minuman.

Selain memiliki cita rasa yang unik, proses fermentasi membuat tape memiliki karakteristik nutrisi yang berbeda dari bahan dasarnya. Tape singkong, misalnya, tetap menyediakan karbohidrat yang dapat menjadi sumber energi bagi tubuh.

1. Dapat menjadi sumber energi

Tape yang dibuat dari singkong mengandung karbohidrat. Zat gizi tersebut merupakan salah satu sumber energi utama bagi tubuh untuk menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.

Meski demikian, jumlah tape yang dikonsumsi tetap perlu diperhatikan. Tape sebaiknya menjadi bagian dari pola makan yang beragam dan tidak menggantikan sumber nutrisi lain seperti protein, sayuran, dan buah.

2. Mengandung hasil fermentasi

Proses pembuatan tape melibatkan mikroorganisme yang mengubah sebagian komponen bahan menjadi senyawa lain. Proses inilah yang menghasilkan rasa, aroma, dan tekstur khas pada tape.



Fermentasi juga dapat menghasilkan mikroorganisme atau senyawa yang berbeda dari bahan sebelum difermentasi. Namun, manfaat probiotik pada makanan fermentasi dapat berbeda-beda sehingga tidak semua tape dapat dianggap sebagai sumber probiotik dengan manfaat kesehatan tertentu.

3. Memiliki cita rasa yang khas

Fermentasi membuat rasa tape menjadi lebih manis dan aromanya berbeda dibandingkan singkong atau ketan biasa. Karena karakter tersebut, tape dapat dikonsumsi langsung atau digunakan sebagai bahan tambahan dalam berbagai makanan.

Tape juga dapat diolah menjadi hidangan seperti tape bakar, campuran es, atau berbagai kudapan tradisional lainnya. Cara pengolahan tentunya dapat memengaruhi jumlah gula dan kalori dari makanan yang dihasilkan.

4. Mengandung alkohol dalam jumlah tertentu

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah proses fermentasi tape dapat menghasilkan alkohol dalam jumlah tertentu. Kadarnya dapat berbeda tergantung bahan, ragi, lama fermentasi, dan kondisi penyimpanan.

Karena itu, tape sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan. Kelompok tertentu yang perlu menghindari alkohol atau memiliki kondisi kesehatan khusus juga sebaiknya berhati-hati dalam mengonsumsinya.



5. Tetap perlu dikonsumsi secara wajar

Meskipun tape dapat menjadi camilan yang menarik dan menyediakan karbohidrat, makanan ini bukan obat untuk mengatasi penyakit tertentu. Klaim bahwa tape dapat secara langsung menyembuhkan jerawat, mencegah anemia, atau mengatasi berbagai gangguan kesehatan sebaiknya tidak dianggap sebagai fakta tanpa bukti ilmiah yang memadai.

Untuk mendapatkan manfaat kesehatan secara optimal, konsumsi tape sebaiknya tetap diimbangi dengan makanan bergizi lainnya. Perhatikan pula porsi dan kondisi tubuh setelah mengonsumsinya.

Tape memang memiliki keunikan tersendiri sebagai makanan hasil fermentasi. Rasanya yang manis, teksturnya yang lembut, serta kandungan karbohidrat membuatnya dapat menjadi salah satu pilihan camilan. Namun, seperti makanan lainnya, tape sebaiknya dikonsumsi secukupnya dan tidak dianggap sebagai pengganti pola makan sehat secara keseluruhan.