Rutin Jalan Kaki, Tapi Masih Sakit Sakitan? Ini Penyebabnya
RAU - Sunday, 20 September 2026 | 08:03 PM


Jalan kaki menjadi salah satu aktivitas sederhana yang banyak dilakukan untuk menjaga kebugaran tubuh. Selain mudah dilakukan, berjalan secara rutin juga dapat membantu mengaktifkan otot dan mendukung sirkulasi darah.
Meski demikian, rutin berjalan kaki tidak selalu membuat nyeri punggung langsung menghilang. Pada sebagian orang, rasa sakit tetap muncul meskipun aktivitas berjalan sudah dilakukan secara teratur.
Praktisi pengobatan holistik Vietnam, Do Minh Tuan, menjelaskan bahwa berjalan kaki memang dapat memberikan manfaat bagi otot, tulang, dan persendian. Namun, aktivitas tersebut tetap perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing.
Jalan kaki bukan berarti semakin lama semakin baik
Berjalan kaki secara rutin dapat membantu mengaktifkan otot serta mendukung aliran darah ke tendon, otot, dan persendian. Aktivitas fisik juga dapat memberikan manfaat bagi kebugaran dan kondisi mental.
Namun, menambah durasi atau jumlah langkah secara berlebihan tidak selalu memberikan manfaat tambahan. Pada orang yang memiliki masalah seperti osteoartritis lutut atau gangguan pada tulang belakang, aktivitas yang terlalu berat justru dapat meningkatkan beban pada area yang bermasalah.
Karena itu, penting memperhatikan respons tubuh setelah berjalan. Jika tubuh terasa lebih nyaman, aktivitas dapat dilakukan sesuai kemampuan. Sebaliknya, apabila rasa sakit semakin berat, intensitas aktivitas sebaiknya dievaluasi.
Sesuaikan aktivitas dengan kondisi tubuh
Setiap orang memiliki kondisi fisik yang berbeda. Orang dengan nyeri ringan dan tidak mengalami kerusakan persendian yang berat mungkin dapat melakukan jalan kaki ringan sekitar 20–30 menit, kemudian dilanjutkan dengan peregangan.
Sementara itu, orang yang mengalami osteoartritis lutut, nyeri punggung bawah, atau herniasi diskus perlu lebih berhati-hati dalam menentukan durasi dan intensitas olahraga. Aktivitas yang terlalu lama atau berat sebaiknya dihindari jika memicu peningkatan nyeri.
Pada lansia atau orang dengan kekuatan otot yang rendah, gerakan yang perlahan dan stabil dapat menjadi pilihan agar tubuh memiliki kesempatan untuk beradaptasi.
Perhatikan kondisi setelah berjalan
Salah satu hal penting dalam beraktivitas fisik bukan hanya menghitung jumlah langkah, tetapi juga memperhatikan respons tubuh. Jalan kaki seharusnya dilakukan sesuai kemampuan dan tidak dipaksakan ketika muncul rasa sakit yang semakin berat.
Selain aktivitas fisik, pola makan bergizi dan seimbang juga penting untuk mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan. Istirahat yang cukup dan menjaga kebugaran otot juga dapat menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari.
Jika nyeri punggung terus berlangsung, semakin berat, atau mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya lakukan pemeriksaan medis untuk mengetahui penyebabnya. Dengan mengetahui penyebab nyeri, jenis dan intensitas aktivitas fisik dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
Next News

Stres Bisa Memengaruhi Lambung? Kenali Hubungannya dengan Pencernaan
in 6 hours

7 Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-diam Bikin Listrik Boros
in 6 hours

Mata Tiba-Tiba Berkedut? Ini 7 Penyebab yang Sering Terjadi
in 6 hours

Anak Suka Memukul? Ini 6 Cara Orang Tua Menghadapinya dengan Tepat
6 hours ago

7 Makanan yang Tidak Boleh Dimakan Kelinci, Pemilik Wajib Tahu
in 6 hours

Tape Bukan Sekadar Camilan Manis, Ini Kandungan dan Manfaat yang Perlu Diketahui
in 5 hours

Jangan Tunggu Rambut Makin Tipis, Ini 7 Tanda Awal Kebotakan pada Pria
in 5 hours

Putih atau Kuning Telur, Mana yang Lebih Cocok untuk Membantu Menurunkan Berat Badan?
in 4 hours

Putih Telur vs Telur Utuh, Mana yang Lebih Sehat? Ini Perbedaannya
in 4 hours

Air Kelapa Bisa Melancarkan Haid? Ini Fakta yang Perlu Diketahui
in 4 hours





