Stres Bisa Memengaruhi Lambung? Kenali Hubungannya dengan Pencernaan
RAU - Sunday, 20 September 2026 | 08:06 PM


Dada terasa panas, mual, mulut pahit, atau perut tidak nyaman sering dikaitkan dengan pola makan. Namun, kondisi tersebut juga dapat muncul atau semakin terasa ketika seseorang sedang mengalami stres.
Hubungan antara pikiran dan sistem pencernaan terjadi melalui gut-brain axis, yaitu komunikasi dua arah antara otak dan saluran pencernaan. Saat mengalami tekanan, perubahan pada sistem saraf dan hormon dapat ikut memengaruhi fungsi pencernaan.
Stres dapat memengaruhi kerja lambung
Ketika seseorang mengalami stres, tubuh mengaktifkan respons terhadap tekanan yang melibatkan sistem saraf dan hormon tertentu. Kondisi ini dapat memengaruhi pergerakan saluran pencernaan sekaligus membuat seseorang lebih sensitif terhadap rasa tidak nyaman.
Akibatnya, sensasi seperti panas, nyeri, kembung, atau gangguan pada perut bisa terasa lebih kuat. Stres juga dapat mengubah kebiasaan sehari-hari, misalnya membuat seseorang melewatkan waktu makan, makan berlebihan, atau mengonsumsi kopi lebih banyak.
Kebiasaan tersebut pada sebagian orang dapat semakin memperburuk keluhan pencernaan.
Stres dan gastritis
Gastritis merupakan peradangan atau iritasi pada lapisan lambung yang dapat dipicu oleh berbagai faktor. Selain infeksi, obat-obatan tertentu, alkohol, dan faktor lainnya, stres berat juga dapat berkontribusi terhadap munculnya keluhan pada saluran pencernaan.
Tekanan dan kecemasan yang tinggi dapat memengaruhi mekanisme tubuh yang berkaitan dengan produksi cairan pencernaan dan perlindungan lapisan lambung. Kondisi ini dapat membuat gejala seperti nyeri atau rasa tidak nyaman lebih mudah muncul.
Namun, tidak semua keluhan lambung berarti disebabkan oleh stres. Pemeriksaan tetap diperlukan jika gejala terjadi berulang atau menetap.
Kenali perbedaan heartburn, sakit perut, dan kembung
Keluhan pencernaan dapat memiliki bentuk yang berbeda. Sakit perut dapat berupa rasa nyeri, kram, tertekan, atau tidak nyaman dan penyebabnya tidak selalu berasal dari lambung.
Sementara itu, heartburn biasanya berupa sensasi terbakar di bagian atas perut atau dada yang dapat disertai sendawa dan naiknya cairan atau makanan dari lambung ke kerongkongan. Kondisi tersebut terkadang membuat tenggorokan atau mulut terasa panas dan pahit.
Kembung biasanya ditandai dengan rasa penuh atau begah pada perut. Jika kembung disertai nyeri yang terus berlangsung atau semakin berat, sebaiknya dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya.
Stres berkepanjangan juga dapat memengaruhi usus
Dampak stres terhadap pencernaan tidak hanya berkaitan dengan lambung. Stres kronis dapat memengaruhi sistem saraf yang mengatur berbagai fungsi tubuh, termasuk saluran pencernaan.
Karena itu, seseorang yang mengalami tekanan psikologis dalam waktu lama dapat merasakan perubahan pola buang air besar, sakit perut, kembung, atau keluhan pencernaan lainnya.
Keluhan yang berulang sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai akibat stres karena sejumlah penyakit pencernaan dapat menimbulkan gejala yang serupa.
Cara menjaga kesehatan lambung saat stres
Mengelola stres menjadi salah satu bagian penting untuk menjaga kesehatan pencernaan. Aktivitas yang membantu tubuh lebih rileks, seperti olahraga ringan atau yoga, dapat menjadi pilihan.
Pola makan juga perlu diperhatikan. Usahakan makan secara teratur, mengunyah makanan dengan baik, dan tidak membiarkan perut kosong terlalu lama. Hindari langsung berbaring setelah makan untuk membantu mengurangi risiko refluks.
Beberapa makanan dan minuman seperti gorengan, makanan berlemak, makanan terlalu berbumbu, minuman berkarbonasi, kopi, dan teh dapat memperburuk keluhan pada sebagian orang. Pemicu setiap individu bisa berbeda sehingga penting memperhatikan makanan yang membuat gejala muncul.
Merokok dan konsumsi alkohol juga sebaiknya dihindari karena dapat memperburuk masalah pada saluran pencernaan. Jika keluhan lambung berlangsung lama, sering kambuh, atau semakin berat, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani dengan tepat.
Next News

Rutin Jalan Kaki, Tapi Masih Sakit Sakitan? Ini Penyebabnya
in 6 hours

7 Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-diam Bikin Listrik Boros
in 6 hours

Mata Tiba-Tiba Berkedut? Ini 7 Penyebab yang Sering Terjadi
in 6 hours

Anak Suka Memukul? Ini 6 Cara Orang Tua Menghadapinya dengan Tepat
6 hours ago

7 Makanan yang Tidak Boleh Dimakan Kelinci, Pemilik Wajib Tahu
in 6 hours

Tape Bukan Sekadar Camilan Manis, Ini Kandungan dan Manfaat yang Perlu Diketahui
in 5 hours

Jangan Tunggu Rambut Makin Tipis, Ini 7 Tanda Awal Kebotakan pada Pria
in 5 hours

Putih atau Kuning Telur, Mana yang Lebih Cocok untuk Membantu Menurunkan Berat Badan?
in 4 hours

Putih Telur vs Telur Utuh, Mana yang Lebih Sehat? Ini Perbedaannya
in 4 hours

Air Kelapa Bisa Melancarkan Haid? Ini Fakta yang Perlu Diketahui
in 4 hours





