Rabu, 22 Juli 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Mengapa Adonan Kue Bisa Mengembang di Dalam Oven? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Liaa - Wednesday, 22 July 2026 | 10:13 AM

Background
Mengapa Adonan Kue Bisa Mengembang di Dalam Oven? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Salah satu hal menarik saat membuat kue adalah melihat adonan yang awalnya tampak rendah dan padat berubah menjadi kue yang lebih tinggi setelah dipanggang. Ketika masuk ke dalam oven, adonan mengalami berbagai perubahan yang dipengaruhi oleh panas dan reaksi kimia.

Namun, apa sebenarnya yang membuat adonan kue bisa mengembang?

Ternyata, jawabannya tidak hanya berasal dari satu faktor. Udara, gas hasil reaksi kimia, uap air, serta struktur adonan semuanya dapat berperan dalam proses pengembangan kue.

1. Bahan Pengembang Menghasilkan Gas

Banyak jenis kue menggunakan bahan pengembang seperti baking powder atau baking soda. Ketika terkena panas dan kondisi yang sesuai, bahan tersebut dapat menghasilkan gas karbon dioksida.

Gas yang terbentuk kemudian membentuk gelembung-gelembung kecil di dalam adonan. Ketika adonan semakin panas, gelembung tersebut dapat mengembang dan mendorong adonan ke atas.



Inilah salah satu alasan mengapa kue bisa memiliki volume yang lebih besar setelah dipanggang.

2. Udara yang Terperangkap dalam Adonan

Tidak semua pengembangan kue berasal dari reaksi kimia. Udara yang masuk ke dalam adonan juga dapat memberikan kontribusi.

Misalnya, ketika mentega dan gula dikocok hingga mengembang, proses tersebut dapat memasukkan gelembung udara ke dalam campuran. Begitu pula ketika putih telur dikocok hingga membentuk busa.

Saat berada di dalam oven, udara yang terperangkap tersebut memuai akibat panas. Gelembung-gelembung udara membantu mendorong adonan sehingga volumenya bertambah.

3. Uap Air Juga Membantu Pengembangan

Air yang terkandung dalam bahan kue akan mengalami pemanasan selama proses pemanggangan. Ketika suhu cukup tinggi, sebagian air berubah menjadi uap.



Uap air memiliki volume yang lebih besar dibandingkan air dalam bentuk cair. Tekanan dari uap tersebut dapat membantu mendorong adonan menjadi lebih mengembang.

Pada jenis kue tertentu, seperti pastry, croissant, atau puff pastry, uap air memiliki peran yang sangat penting dalam menghasilkan lapisan yang mengembang dan berongga.

4. Panas Membentuk Struktur Kue

Mengembang saja belum cukup untuk membuat kue menjadi sempurna. Adonan juga harus memiliki struktur yang mampu mempertahankan bentuknya.

Ketika dipanaskan, protein dalam telur dapat mengalami perubahan dan membantu membentuk struktur kue. Tepung juga mengalami perubahan pada bagian patinya sehingga adonan yang awalnya lembek perlahan menjadi lebih kokoh.

Proses inilah yang membuat kue tidak langsung kembali ke bentuk semula setelah keluar dari oven.



5. Mengapa Kue Bisa Mengempis Setelah Dikeluarkan dari Oven?

Pernah melihat kue yang awalnya mengembang tinggi tetapi kemudian turun setelah dingin? Hal ini dapat terjadi karena struktur kue belum cukup kuat untuk mempertahankan volume yang terbentuk selama pemanggangan.

Jika bagian dalam kue belum matang sempurna, struktur yang menopang gelembung udara mungkin belum terbentuk dengan baik. Ketika suhu turun, gas dan uap di dalam kue juga mengalami perubahan sehingga volume dapat berkurang.

Kesalahan dalam takaran bahan, suhu oven, atau waktu pemanggangan juga dapat memengaruhi hasil akhir.

6. Mengapa Suhu Oven Harus Tepat?

Suhu oven memiliki peran penting dalam keberhasilan proses pemanggangan. Suhu yang terlalu rendah dapat membuat adonan tidak mengembang secara optimal atau membutuhkan waktu terlalu lama untuk membentuk struktur.

Sebaliknya, suhu yang terlalu tinggi dapat membuat bagian luar kue cepat matang atau bahkan terlalu kering sebelum bagian dalam selesai mengembang dan matang.



Karena itu, mengikuti resep dan memastikan oven memiliki suhu yang sesuai dapat membantu menghasilkan kue dengan tekstur dan bentuk yang lebih baik.

Pada akhirnya, adonan kue mengembang di dalam oven karena kombinasi berbagai proses fisik dan kimia. Gas dari bahan pengembang, udara yang terperangkap dalam adonan, serta uap air dapat membantu meningkatkan volume. Sementara itu, panas membuat struktur kue terbentuk dan mempertahankan bentuknya.

Jadi, proses membuat kue sebenarnya bukan sekadar mencampurkan bahan dan memasukkannya ke dalam oven. Di balik kue yang mengembang dan lembut, terjadi serangkaian perubahan menarik yang melibatkan ilmu kimia, fisika, dan ilmu pangan.