Benarkah Makan Daging Kambing Bisa Bikin Darah Tinggi?
Laila - Wednesday, 27 May 2026 | 08:30 PM


Di Indonesia, daging kambing sering mendapat "reputasi" sebagai makanan yang bisa membuat:
•tekanan darah naik
•tubuh panas
•atau jantung berdebar.
Karena itu banyak orang, terutama yang memiliki riwayat Hypertensi, memilih menghindarinya. Namun, benarkah makan kambing langsung menyebabkan darah tinggi? Apa sebenarnya yang dimaksud darah tinggi? Tekanan darah tinggi atau Hypertensi adalah kondisi ketika tekanan darah berada di atas batas normal secara terus-menerus. Hipertensi dipengaruhi banyak faktor seperti:
•pola makan
•berat badan
•stres
•kurang aktivitas fisik
•konsumsi garam berlebih
•hingga faktor genetik.
Apakah daging kambing otomatis menaikkan tekanan darah? Secara langsung, daging kambing tidak otomatis membuat tekanan darah naik mendadak pada semua orang. Beberapa penelitian menunjukkan kandungan lemak daging kambing bahkan bisa lebih rendah dibanding beberapa jenis daging merah lain, tergantung bagian dagingnya. Namun masalahnya tidak hanya pada dagingnya saja.
Yang sering jadi masalah justru cara memasaknya Di banyak masakan, daging kambing sering diolah dengan:
•santan
•garam tinggi
•minyak
•jeroan
Kombinasi inilah yang dapat memengaruhi kesehatan, terutama bagi penderita hipertensi atau kolesterol tinggi.
Kenapa setelah makan kambing tubuh terasa "panas"? Sebagian orang merasa wajahnya memerah,berkeringat, atau jantung lebih berdebar setelah makan kambing. Hal ini bisa dipengaruhi oleh:
•metabolisme tubuh
•bumbu pedas
•cara memasak
•atau respons tubuh terhadap makanan tinggi protein dan lemak.
Namun sensasi "panas" ini bukan berarti otomatis hipertensi. Bagaimana dengan kolesterol? Daging kambing memang mengandung
lemak jenuh dan kolesterol, tetapi jumlahnya dapat berbeda tergantung bagian daging, usia hewan dan cara pengolahan. Konsumsi berlebihan tetap tidak disarankan, terutama bagi orang dengan risiko penyakit jantung atau tekanan darah tinggi.
Apakah penderita hipertensi boleh makan kambing? Dalam banyak kasus, penderita hipertensi masih dapat mengonsumsi daging kambing dalam jumlah wajar, terutama jika tidak berlebihan, memilih bagian lebih rendah lemak, dan mengurangi garam atau santan berlebih. Namun kondisi tiap orang bisa berbeda, karena itu konsultasi medis tetap penting bagi penderita hipertensi serius. nKunci utamanya tetap pola makan keseluruhan Para ahli kesehatan menekankan bahwa satu jenis makanan jarang menjadi satu-satunya penyebab hipertensi. Risiko tekanan darah tinggi biasanya berkaitan dengan:
•pola makan jangka panjang
•kurang olahraga
•merokok
•stres
•dan gaya hidup secara keseluruhan.
Kenapa mitos ini sangat populer di Indonesia? Karena banyak orang mengalami keluhan seperti pusing, tengkuk terasa berat, atau tubuh terasa panas setelah makan olahan kambing dalam jumlah besar. Pengalaman ini kemudian berkembang menjadi anggapan umum bahwa; kambing pasti bikin darah tinggi. Padahal kondisi tubuh tiap orang berbeda-beda.
Next News

Alasan Dark Chocolate Sering Disebut Lebih Sehat, Benarkah?
in 4 hours

Matcha vs Kopi, Mana yang Lebih Cocok untuk Memulai Hari?
in 4 hours

Sering Haus Meski Sudah Minum? Ini Kemungkinan Penyebabnya
in 4 hours

Tanda Tubuh Membutuhkan Waktu Istirahat, Bukan Sekadar Tidur
in 4 hours

Mengapa Rambut Terasa Lebih Berminyak Saat Cuaca Panas? Ini Penjelasan Penyebabnya
in 4 hours

Niacinamide atau Vitamin C, Mana yang Cocok untuk Kulit Anda?
in 4 hours

Apakah Wajah Perlu Istirahat dari Skincare? Ini Penjelasan Ahlinya
in 4 hours

Tanda Skincare yang Anda Gunakan Tidak Cocok
in 4 hours

Skin Cycling, Tren Perawatan Wajah yang Masih Populer
in 4 hours

Mengapa Pohon Kelapa Banyak Tumbuh di Daerah Pantai? Ini Penjelasan Ilmiahnya
in 35 minutes





