Kamis, 9 Juli 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Cara Mengurangi Bau Badan dengan Kebiasaan Sehat

Liaa - Thursday, 09 July 2026 | 11:35 AM

Background
Cara Mengurangi Bau Badan dengan Kebiasaan Sehat

Seni Mengatur Aroma Tubuh: Biar Nggak Jadi Polusi Udara di Tongkrongan

Pernah nggak sih, kamu lagi asik-asik nongkrong di kafe yang estetik, pesen kopi susu gula aren, terus tiba-tiba ada semilir angin yang membawa aroma "ajaib"? Bukan aroma biji kopi pilihan, melainkan bau kecut yang bikin hidung langsung auto-refleks mengkerut. Celakanya, setelah kamu cek kiri-kanan, ternyata sumber bau itu berasal dari diri sendiri. Rasanya pengen langsung hilang ditelan bumi atau minimal berubah jadi butiran debu saat itu juga.

Bau badan itu masalah klasik, tapi tetep aja sering bikin krisis kepercayaan diri tingkat dewa. Masalahnya, kita sering merasa sudah mandi bersih, pakai parfum sebotol, tapi kok bau matahari tetep nempel? Nah, di sinilah letak kesalahpahamannya. Bau badan itu bukan cuma soal mandi atau nggak mandi, tapi soal gaya hidup dan bagaimana kita memperlakukan tubuh kita sendiri. Yuk, kita bedah pelan-pelan gimana caranya biar aroma tubuh kita tetep aman terkendali tanpa harus jadi beban sosial bagi orang di sekitar.

Bukan Keringatnya yang Salah, Tapi Bakterinya

Satu hal yang perlu diluruskan: keringat itu aslinya nggak bau. Keringat itu cuma air dan garam yang keluar dari kelenjar buat mendinginkan suhu tubuh. Masalah baru muncul ketika keringat ketemu sama bakteri yang emang udah betah tinggal di permukaan kulit kita. Bakteri-bakteri ini "makan" protein dan lemak yang ada di keringat, terus mereka buang gas. Nah, gas buangan bakteri inilah yang baunya minta ampun.

Jadi, misi utama kita bukan menghentikan keringat (karena itu sehat dan perlu), tapi gimana caranya bikin lingkungan kulit kita nggak jadi tempat pesta pora bakteri. Caranya gimana? Tentu saja dengan kebiasaan sehat yang konsisten, bukan cuma kalau mau kencan doang.

Mandi Bukan Sekadar Basah

Banyak orang mandi cuma formalitas. Asal air lewat, sabunan dikit, bilas, selesai. Padahal, untuk mengusir bau badan, kita butuh teknik "deep cleaning" di area-area rawan seperti ketiak, selangkangan, dan lipatan tubuh lainnya. Gunakan sabun antibakteri kalau kamu memang tipe orang yang gampang berkeringat. Dan yang paling penting: pastikan badan bener-bener kering sebelum pakai baju.



Sering banget kita buru-buru pakai baju padahal badan masih lembap habis mandi. Kondisi lembap ini adalah surga dunia buat bakteri. Jadi, keringkan badan pakai handuk sampai tuntas, terutama di area "tersembunyi". Kalau perlu, kipas-kipas dulu bentar biar sirkulasi udara di kulit maksimal sebelum ditutup kain.

OOTD yang Ramah Sirkulasi

Zaman sekarang, banyak baju lucu yang harganya murah tapi bahannya terbuat dari sintetis alias plastik (polyester). Memang sih kelihatannya keren di foto, tapi buat urusan bau badan, bahan ini adalah musuh nomor satu. Bahan sintetis nggak menyerap keringat dan bikin suhu kulit makin panas. Akhirnya? Bakteri makin subur berkembang biak.

Coba deh mulai pilah-pilih bahan pakaian. Utamakan bahan alami kayak katun, linen, atau serat bambu. Bahan-bahan ini punya sirkulasi udara yang bagus, jadi keringat cepat menguap dan nggak terjebak di kulit. Kalaupun kamu harus pakai baju olahraga yang ketat, langsung ganti begitu selesai aktivitas. Jangan dibiasakan "ngeringin" keringat di badan sambil nongkrong pakai baju yang sama. Itu namanya ngundang bencana aroma.

Perhatikan Apa yang Masuk ke Mulut

Ada pepatah bilang "You are what you eat", dan dalam hal bau badan, ini bener banget. Apa yang kamu makan bakal keluar lewat pori-pori. Makanan yang punya aroma tajam kayak bawang putih, bawang bombay, atau makanan yang terlalu pedas bisa memicu produksi keringat yang lebih beraroma "berani".

Bukan berarti nggak boleh makan enak, ya. Tapi kalau kamu tahu bakal ada pertemuan penting, mungkin dikurangi dulu konsumsi jengkol atau petai-nya. Selain itu, kurangi juga kafein dan alkohol. Kafein bisa memicu kelenjar keringat jadi lebih aktif. Pernah ngerasa nggak kalau habis minum kopi berlebihan, tiba-tiba badan terasa lebih gerah dan tangan agak basah? Nah, itu dia pengaruhnya. Perbanyak minum air putih supaya racun-racun di tubuh terbuang lewat urin, bukan numpuk di pori-pori kulit.



Kelola Stres, Karena Keringat Stres itu Beda Kasta

Mungkin terdengar aneh, tapi stres itu nyata pengaruhnya ke bau badan. Tubuh kita punya dua jenis kelenjar keringat: ekrin dan apokrin. Keringat ekrin itu yang keluar pas kita olahraga atau kepanasan, isinya cuma air dan garam. Tapi kalau kita stres, cemas, atau grogi, kelenjar apokrin yang beraksi.

Keringat dari kelenjar apokrin ini lebih kental dan kaya akan lemak serta protein. Bakteri suka banget sama "menu" yang satu ini. Itulah kenapa keringat pas lagi presentasi di depan bos atau pas lagi nembak gebetan rasanya jauh lebih bau daripada keringat pas habis lari maraton. Jadi, belajar buat rileks itu bukan cuma buat kesehatan mental, tapi juga buat menjaga keharuman tubuh.

Deodoran atau Antiperspiran?

Jangan sampai salah pilih senjata. Deodoran itu gunanya buat membunuh bakteri dan menutupi bau dengan wewangian. Sementara antiperspiran gunanya buat menyumbat saluran keringat biar produksi keringat berkurang. Kalau kamu tipe yang keringatnya banjir, cari yang kandungannya gabungan keduanya.

Tips tambahan: pakai deodoran atau antiperspiran di malam hari sebelum tidur ternyata lebih efektif lho, karena saat tidur kelenjar keringat kita lebih tenang, jadi bahan aktifnya punya waktu buat meresap ke kulit tanpa terbilas keringat duluan.

Mengatasi bau badan itu sebenarnya soal menghargai diri sendiri dan orang lain. Nggak perlu parfum mahal jutaan rupiah kalau dasar kebersihannya belum benar. Dengan menerapkan kebiasaan sehat di atas secara konsisten, dijamin kamu bakal lebih pede buat bergaul tanpa harus takut bikin orang di sekitar pingsan mendadak. Jadi, sudahkah kamu cek "aroma" hari ini?



Tags