Senin, 16 Februari 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Kenapa Minum Air Garam atau Air Laut Justru Bikin Semakin Haus? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Nanda - Thursday, 12 February 2026 | 10:10 AM

Background
Kenapa Minum Air Garam atau Air Laut Justru Bikin Semakin Haus? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Air Asin Tidak Sama dengan Air Minum

Secara kasat mata, air laut dan air tawar sama-sama cair dan tampak menyegarkan. Namun dari sisi kandungan, perbedaannya sangat besar. Air laut rata-rata mengandung sekitar 3,5% garam (natrium klorida) atau sekitar 35 gram garam per liter. Sementara air minum hampir tidak mengandung garam dalam jumlah signifikan.

Tubuh manusia dirancang untuk menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit secara ketat. Ketika kita meminum air dengan kadar garam sangat tinggi, sistem keseimbangan ini justru terganggu.

Apa yang Terjadi di Dalam Tubuh?

Tubuh manusia bekerja berdasarkan prinsip osmosis, yaitu perpindahan cairan dari area berkonsentrasi garam rendah ke area berkonsentrasi garam tinggi.

Ketika kita minum air laut:

  1. Kadar natrium dalam darah meningkat.
  2. Tubuh berusaha menyeimbangkan konsentrasi tersebut.
  3. Cairan dari dalam sel tubuh keluar untuk "mengencerkan" kadar garam di luar sel.

Akibatnya, sel-sel tubuh justru kehilangan cairan dan mengalami dehidrasi. Inilah sebabnya rasa haus justru semakin kuat.

Kenapa Tidak Bisa Mengatasi Garam Berlebih?

Ginjal memang bertugas menyaring kelebihan garam dan membuangnya lewat urin. Namun ada batas kemampuannya.

Ginjal manusia hanya mampu menghasilkan urin dengan kadar garam maksimal lebih rendah dibandingkan kadar garam air laut. Artinya:

Untuk membuang garam dari 1 liter air laut, tubuh membutuhkan lebih dari 1 liter air untuk mengencerkannya.

Hasilnya? Tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang masuk. Inilah yang mempercepat dehidrasi.

Penelitian fisiologi kelautan menunjukkan bahwa konsumsi air laut dalam kondisi darurat (misalnya terdampar di laut) justru mempercepat kerusakan organ akibat dehidrasi berat.

Mengapa Rasa Haus Meningkat?

Di dalam otak terdapat bagian bernama hipotalamus, yang mengatur rasa haus dan keseimbangan cairan tubuh.

Ketika kadar natrium dalam darah meningkat, reseptor khusus yang disebut osmoreseptor akan mendeteksi perubahan tersebut dan mengirim sinyal bahwa tubuh kekurangan air.

Sinyal inilah yang memicu rasa haus yang lebih kuat dibandingkan saat kita berkeringat biasa.

Apa Dampaknya Jika Dipaksakan?

Mengonsumsi air laut dalam jumlah besar bisa menyebabkan:

  • Dehidrasi berat
  • Gangguan fungsi ginjal
  • Kebingungan mental
  • Kejang
  • Bahkan kematian dalam kondisi ekstrem

Itulah sebabnya dalam panduan keselamatan laut internasional, orang yang terdampar di laut dilarang meminum air laut.

Bagaimana dengan Air Garam Biasa?

Air garam dalam konsentrasi ringan (misalnya larutan oralit) justru bermanfaat karena memiliki komposisi elektrolit yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan tubuh.

Namun jika konsentrasinya terlalu tinggi seperti air laut atau larutan garam pekat, efeknya sama: meningkatkan kadar natrium dan memicu dehidrasi.

Minum air laut atau air garam pekat tidak menghilangkan haus karena tubuh manusia tidak mampu memproses kadar garam setinggi itu. Sebaliknya, cairan dalam sel tubuh justru keluar untuk menyeimbangkan konsentrasi, menyebabkan dehidrasi semakin parah.

Apa yang terlihat seperti solusi justru menjadi masalah biologis. Itulah sebabnya air tawar tetap menjadi satu-satunya pilihan aman untuk menghilangkan dahaga.