Benarkah Manusia Menggunakan Kapasitas Otaknya Hanya 10% saja?
RAU - Sunday, 15 February 2026 | 06:42 AM


Mitos 10% otak diperkirakan muncul pada awal abad ke-20, saat pemahaman tentang fungsi neuron masih terbatas. Sebagian orang salah menafsirkan penelitian psikolog William James yang menyebut bahwa manusia jarang mencapai "potensi penuh" mentalnya. Pernyataan itu kemudian berkembang menjadi klaim bahwa 90% otak tidak terpakai.
Nama Albert Einstein juga kerap dikaitkan dengan mitos ini, meski tidak ada bukti historis yang mendukung klaim tersebut.
Bukti Ilmiah: Apa Kata Neurosains?
Menurut penjelasan dari Harvard Medical School, teknologi pencitraan modern seperti fMRI dan PET scan menunjukkan bahwa hampir semua bagian otak memiliki aktivitas sepanjang hari, bahkan saat seseorang sedang tidur.
Barry Gordon, ahli saraf dari Johns Hopkins School of Medicine, menjelaskan bahwa:
"We use virtually every part of the brain, and most of the brain is active almost all the time."
Artinya, hampir seluruh bagian otak digunakan dan aktif secara bergantian.
Mengapa Secara Biologis Mitos Ini Tidak Masuk Akal?
Beberapa fakta penting:
Otak hanya sekitar 2% dari berat tubuh manusia.
Namun mengonsumsi sekitar 20% total energi harian.
Jaringan otak sangat padat dan kompleks, dengan sekitar 86 miliar neuron.
Jika benar 90% tidak digunakan, evolusi kemungkinan besar akan mengurangi ukuran otak karena organ ini sangat "mahal" secara metabolik.
Penelitian dari National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS) juga menyebut bahwa bahkan kerusakan kecil pada area tertentu otak bisa menyebabkan gangguan signifikan — membuktikan bahwa hampir semua bagian memiliki fungsi penting.
Yang perlu kamu tahu, aktivitas Otak Tidak Pernah Benar-Benar "Diam"
Bahkan saat kita:
Melamun
Beristirahat
Tidur
Otak tetap aktif melalui jaringan yang disebut default mode network sistem yang terlibat dalam refleksi diri dan konsolidasi memori.
Otak bekerja sebagai jaringan dinamis, bukan sistem yang aktif sebagian dan mati sebagian. Aktivitasnya terus berubah tergantung tugas yang dilakukan.
Ada yang disebut konsep neuroplasticity kemampuan otak untuk berubah dan membentuk koneksi baru sepanjang hidup.
Ini berarti:
Belajar hal baru memperkuat koneksi neuron.
Membaca, berdiskusi, menulis, meningkatkan efisiensi jaringan otak.
Pengalaman emosional membentuk pola respons jangka panjang.
Jadi bukan karena kita punya 90% yang belum dipakai, tetapi karena jaringan yang sudah ada bisa diperkuat dan diperluas.
Kesimpulan
Klaim bahwa manusia hanya menggunakan 10% otaknya adalah mitos.
Hampir seluruh bagian otak aktif dan memiliki fungsi vital.
Potensi manusia berkembang melalui latihan, pengalaman, dan pembelajaran.
Next News

Digital Detox: Tren Weekend Tanpa Media Sosial Kian Populer di Indonesia
15 hours ago

Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Pekerjaan Kantoran: Profesi Apa yang Paling Terdampak?
15 hours ago

Déjà Vu: Kenapa Kita Merasa Pernah Mengalami Sesuatu Sebelumnya?
18 hours ago

Olahan Daun Ubi yang Menggugah Selera
12 hours ago

Fakta Menarik dari Si Buah Kiwi
13 hours ago

Ati Ampela: Antara Tekstur yang Melawan dan Kenikmatan yang Sering Dicibir
13 hours ago

Seni Menikmati Ceker Ayam
13 hours ago

Ritual Mani-Pedi: Bukan Cuma Soal Kuku Cantik, Tapi Soal Menjaga Kewarasan
13 hours ago

Benarkah Rambut Lebih Banyak Rontok Saat Stres?
13 hours ago

Benarkah Skip Sarapan Bisa Membuat Berat Badan Turun?
13 hours ago





