Hisab dan Rukyat: Memahami Dua Metode Penentuan Awal Bulan Hijriah
Liaa - Thursday, 19 February 2026 | 09:12 AM


Apa Itu Hisab?
Hisab adalah metode penentuan awal bulan Hijriah berdasarkan perhitungan astronomi mengenai posisi bulan terhadap matahari dan bumi. Perhitungan ini menentukan kapan terjadi ijtimak (konjungsi) dan apakah hilal secara teori sudah memenuhi kriteria terlihat.
Di Indonesia, metode hisab digunakan oleh sejumlah organisasi Islam, termasuk Muhammadiyah.
Pendekatan ini menekankan kepastian berdasarkan data astronomi sehingga tanggal dapat ditentukan jauh hari sebelumnya.
Secara ilmiah, hisab memanfaatkan ilmu falak (astronomi Islam) dan data observatorium modern untuk menghitung:
-Waktu terjadinya ijtimak
-Tinggi hilal
-Sudut elongasi bulan
-Umur bulan sejak konjungsi
Apa Itu Rukyat?
Rukyat adalah metode penentuan awal bulan dengan cara mengamati langsung hilal (bulan sabit pertama) setelah matahari terbenam pada tanggal 29 bulan berjalan.
Metode ini digunakan secara resmi oleh pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama Republik Indonesia dalam sidang isbat. Pengamatan dilakukan di berbagai titik pemantauan hilal di seluruh Indonesia.
Rukyat didasarkan pada hadis Nabi Muhammad SAW yang menganjurkan melihat hilal sebagai penanda masuknya bulan baru.
Jika hilal terlihat dan memenuhi kriteria yang disepakati, maka keesokan harinya ditetapkan sebagai awal bulan Hijriah.
Mengapa Bisa Terjadi Perbedaan?
Perbedaan biasanya terjadi karena:
••Kriteria Hilal Berbeda
Ada perbedaan standar minimal tinggi hilal dan elongasi agar dianggap sah.
••Perbedaan Metode Dasar
Hisab berbasis perhitungan matematis, sedangkan rukyat berbasis observasi faktual.
••Faktor Cuaca dan Geografis
Awan atau kondisi atmosfer dapat menghalangi pengamatan hilal.
Di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, kriteria yang digunakan merujuk pada kesepakatan Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).
Apakah Salah Satunya Lebih Benar?
Secara prinsip, keduanya memiliki dasar syariat dan ilmiah. Banyak ulama memandang hisab dan rukyat sebagai dua metode yang saling melengkapi, bukan untuk dipertentangkan.
Dalam praktiknya:
Pemerintah Indonesia menggunakan kombinasi hisab dan rukyat dalam sidang isbat.
Organisasi tertentu menetapkan berdasarkan hisab murni.
Perbedaan ini merupakan bagian dari dinamika ijtihad dalam Islam.
Bagaimana Sikap yang Bijak?
Menghormati perbedaan metode
Mengikuti keputusan otoritas yang diyakini
Tidak menjadikan perbedaan sebagai sumber perpecahan
Perbedaan dalam penentuan awal bulan bukanlah hal baru dan telah terjadi sejak masa awal Islam.
Kesimpulan
Hisab adalah metode perhitungan astronomi, sedangkan rukyat adalah metode pengamatan langsung hilal. Keduanya memiliki landasan agama dan ilmiah.
Di Indonesia, kedua metode ini digunakan dalam mekanisme penetapan awal bulan Hijriah.
Memahami perbedaannya membantu kita bersikap lebih tenang dan dewasa saat terjadi perbedaan penetapan awal Ramadan atau Idulfitri.
Next News

Klepon, Bom Atom Manis yang Bikin Nagih
in 4 hours

Tape, Dari Camilan Pinggir Jalan Sampai Jadi Superfood Lokal yang "Mabukable"
in 4 hours

Kenapa Kembang Kol Sering Bikin Perut Kayak Balon?
in 4 hours

Minyak Kelapa, VCO, dan Minyak Sawit: Mana yang Lebih Sehat ?
8 hours ago

Masuk Angin: Apa Yang Sebenarnya Terjadi Pada Tubuh Kita?
8 hours ago

Migren atau Vertigo? Kenali Bedanya Sebelum Salah Penanganan
8 hours ago

Baking Soda Serbaguna: Benarkah Aman untuk Tubuh?
9 hours ago

Bau Badan? Usir dengan Cara Alami
13 hours ago

Ngabuburit: Awalnya Tradisi Sunda hingga menjadi Tradisi di seluruh Indonesia
13 hours ago

Bedug yang Identik dengan Ramadan di Indonesia
13 hours ago





