Senin, 16 Februari 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Benarkah Ikan Hiu Memangsa Manusia? Fakta Ilmiah di Balik Mitos "Monster Laut"

Nanda - Thursday, 12 February 2026 | 01:45 AM

Background
Benarkah Ikan Hiu Memangsa Manusia? Fakta Ilmiah di Balik Mitos "Monster Laut"

Citra Hiu: Antara Film dan Kenyataan

Sejak film Jaws dirilis pada 1975, citra hiu sebagai predator mematikan semakin melekat di benak publik. Setiap ada insiden di laut, hiu sering langsung disalahkan.

Namun menurut data dari International Shark Attack File (ISAF) yang dikelola Florida Museum of Natural History, serangan hiu terhadap manusia tergolong sangat jarang dibandingkan jumlah aktivitas manusia di laut setiap tahunnya.

Secara global, kasus gigitan hiu yang tidak diprovokasi biasanya hanya puluhan kasus per tahun, dan yang berujung fatal jauh lebih sedikit lagi.

Artinya, secara statistik, risiko tersambar petir bahkan lebih tinggi dibandingkan diserang hiu.

Apakah Hiu Memang Menganggap Manusia Sebagai Mangsa?

Jawaban ilmiahnya: tidak secara alami.

Hiu berevolusi untuk memangsa ikan, anjing laut, penyu, dan hewan laut lainnya. Manusia bukan bagian dari pola makan alami mereka.

Sebagian besar insiden yang terjadi diyakini sebagai:

  1. Kesalahan identifikasi – Dari bawah permukaan, peselancar atau perenang bisa terlihat seperti anjing laut, terutama bagi spesies hiu besar seperti great white shark.
  2. Gigitan eksploratif – Hiu tidak memiliki tangan untuk menyentuh atau memeriksa sesuatu. Mereka menggunakan mulut untuk "menggigit uji". Sering kali, setelah satu gigitan, hiu melepaskan korban karena menyadari itu bukan mangsa yang biasa.
  3. Respons defensif – Jika hiu merasa terancam atau terpojok, ia bisa bereaksi menyerang.

Penelitian perilaku hiu menunjukkan bahwa manusia bukan sumber makanan bernilai energi tinggi bagi mereka. Tubuh manusia relatif kurus dibandingkan mamalia laut berlemak seperti anjing laut.

Spesies yang Paling Sering Terlibat Insiden

Dari lebih 500 spesies hiu di dunia, hanya beberapa yang paling sering terlibat insiden terhadap manusia, yaitu:

  • Great white shark (Carcharodon carcharias)
  • Tiger shark (Galeocerdo cuvier)
  • Bull shark (Carcharhinus leucas)

Ketiganya berukuran besar dan memiliki habitat yang kadang beririsan dengan area aktivitas manusia.

Namun penting dicatat, jutaan pertemuan antara manusia dan hiu terjadi tanpa insiden setiap tahunnya.

Mengapa Serangan Bisa Terjadi?

Beberapa faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan insiden antara lain:

  • Berenang saat fajar atau senja (waktu berburu hiu)
  • Mengenakan pakaian kontras tinggi yang menarik perhatian
  • Berada di area dengan banyak ikan atau aktivitas memancing
  • Air keruh yang mengurangi visibilitas

Para ahli kelautan menegaskan bahwa hiu tidak "memburu" manusia secara khusus.

Ironisnya, manusia justru jauh lebih mematikan bagi hiu.

Menurut berbagai laporan konservasi laut, diperkirakan puluhan juta hiu dibunuh setiap tahun akibat perikanan komersial dan praktik shark finning. Banyak spesies hiu kini masuk daftar terancam punah menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Padahal hiu berperan penting sebagai predator puncak yang menjaga keseimbangan ekosistem laut.

Jadi, Apakah Hiu Memangsa Manusia?

Secara biologis, manusia bukan mangsa alami hiu. Insiden yang terjadi lebih sering merupakan kesalahan identifikasi atau reaksi defensif, bukan perburuan aktif.

Mitos hiu sebagai "monster pemakan manusia" lebih banyak dibentuk oleh budaya populer dibandingkan bukti ilmiah.

Hiu adalah predator laut yang luar biasa, tetapi bukan pemburu manusia seperti yang sering digambarkan.