Tips Minum Air: Kapan dan Berapa Banyak yang Ideal
Tata - Monday, 02 February 2026 | 02:40 PM


Pakar: Kapan Waktu Terbaik Untuk Minum Air?
Siapa di antara kita yang belum pernah denger, "minum air pagi hari itu penting banget." Kalau kita tau, tubuh kita itu sekitar 60% air. Jadi, kalau kita udah mulai dehidrasi, semua fungsi organ mulai ngelamun. Tapi, tunggu dulu! Gak semua orang paham kapan harus minum air, dan apa yang harus dihindari. Di sini, kita bakal ngebahas "kapan waktu terbaik" dari sudut pandang pakar gizi, tenaga fisiologis, dan kebiasaan sehari-hari yang bisa bikin tubuh lebih sehat.
Mulai Hari dengan Air: Myth or Reality?
"Minum segelas air seharian, itu paling baik!" – kalimat ini sering kita dengar di semua media sosial. Tapi, apakah benar segelas air di pagi hari itu paling baik? Pakar gizi Dr. Raka, seorang praktisi diet di Jakarta, bilang, "Air adalah bahan bakar bagi tubuh, tapi kualitas, kuantitas, dan timing sangat penting." Jadi, mari kita telusuri apa yang sebenarnya terjadi ketika kita memutuskan kapan minum.
Ruang Lingkup Waktu Minum Air
Setiap orang punya kebutuhan air yang berbeda. Faktor-faktor berikut memengaruhi kapan kita harus minum:
- Aktivitas fisik – Kalau kita berolahraga atau kerja di luar ruangan, tubuh kita kehilangan air lewat keringat. Oleh karena itu, minum sebelum, selama, dan sesudah aktivitas menjadi kunci.
- Pola tidur – Kurang tidur bikin sistem regulasi tubuh terganggu. Minum air di sore hari atau malam hari bisa membantu tubuh memulihkan keseimbangan.
- Kondisi kesehatan – Penyakit tertentu, seperti diabetes atau hipertensi, memerlukan kontrol cairan yang lebih ketat. Dalam kasus ini, konsultasi dengan dokter sangat penting.
- Makanan dan minuman lain – Makanan asin, kopi, atau minuman beralkohol juga mengubah kebutuhan cairan tubuh.
Kenapa Waktu Pagi Bisa Berbeda dengan Waktu Malam?
Setelah 8 jam tidur, tubuh kita cenderung kekurangan cairan. Jika kita langsung minum segelas air setelah bangun, kita membantu memecah akumulasi air selama tidur. Namun, kalau Anda minum terlalu banyak di pagi hari, bisa jadi membuat perut terasa penuh, bahkan membuat kita tidak nyaman untuk makan siang.
Sementara, minum air di sore atau malam hari membantu menyeimbangkan cairan sebelum kita tidur. Kalau kamu suka tidur nyenyak, jangan minum terlalu banyak sebelum tidur, karena bisa mengganggu kualitas tidur dan bikin kamu sering terbangun di tengah malam.
Tips Praktis untuk Menentukan Waktu Minum Air
Berikut beberapa tips yang bisa kamu terapkan di kehidupan sehari-hari:
- Minum air ketika haus. Tidak ada yang salah dengan menunggu rasa haus muncul. Rasa haus itu indikator tubuh sudah hampir dehidrasi.
- Minum segelas air saat bangun tidur. Ini membantu memulai metabolisme. Coba tambahkan segenggam jeruk nipis atau potongan buah untuk rasa lebih segar.
- Minum air sebelum, selama, dan setelah olahraga. Jadikan minum air sebagai bagian dari rutinitas olahraga. Gunakan timer atau reminder di ponsel.
- Minum air dalam jumlah kecil berulang kali. Daripada minum 500ml sekaligus, cobalah minum 100-150ml setiap 15–20 menit.
- Ganti air biasa dengan infused water. Tambahkan irisan buah segar, sayuran, atau herbal. Ini tidak hanya menambah rasa tapi juga vitamin tambahan.
- Hindari minum air terlalu banyak saat makan. Jika kamu minum terlalu banyak, tubuhmu harus mengalokasikan lebih banyak darah ke saluran pencernaan, yang bisa mengurangi aliran darah ke organ lain.
Case Study: Si Kecil dan Kebiasaan Minum Air
Di sebuah desa di Jawa Tengah, ada keluarga yang mulai mengatur minum air anak mereka. Ayahnya, Budi, bilang, "Aku mulai mengingatkan putra dan putrinya minum air saat bangun dan sebelum main di luar." Hasilnya? Anak-anak terlihat lebih ceria, dan guru mereka melaporkan peningkatan konsentrasi di kelas. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya kebiasaan minum air secara teratur, terlepas dari umur.
Apakah Air Hangat Lebih Baik daripada Air Dingin?
Ini pertanyaan yang sering bikin perdebatan. Pakar Dr. Raka menjelaskan, "Air hangat atau 30-35°C membantu tubuh mengekstrak mineral dan menurunkan kecepatan metabolisme, sehingga lebih efektif menurunkan berat badan." Namun, bagi sebagian orang, air dingin lebih menyegarkan, khususnya saat cuaca panas. Jadi, pilihannya tergantung pada kebutuhan tubuh dan kondisi cuaca.
Kesimpulan: Tidak Ada Waktu Tunggal yang Sempurna
Setelah menelusuri berbagai faktor, ternyata tidak ada satu waktu "terbaik" yang berlaku bagi semua orang. Yang penting adalah konsistensi dan kesadaran tubuh. Jika tubuh merasa haus, itu biasanya sudah cukup. Namun, jika kamu aktif, bekerja di luar ruangan, atau tinggal di daerah panas, pertimbangkan untuk minum air lebih sering.
Jadi, bagi kalian yang masih bingung kapan minum air, coba gunakan pendekatan "coba, observasi, dan atur ulang." Jika setelah menyesuaikan kebiasaan minum air kalian merasa lebih bertenaga, lebih baik, dan lebih sehat, itu sudah jadi jawaban terbaiknya.
Yuk, mulai hari kalian dengan segelas air, dan jangan lupa untuk terus menyesuaikan dengan kebutuhan tubuh. Karena di balik setiap tetes air, ada rahasia tubuh yang menunggu diungkap.
Next News

Aroma Hijau Penuh Kenangan: Mengungkap Keistimewaan Daun Pandan dalam Kuliner Nusantara
in 7 hours

Tidur Berkualitas, Agar Bangun Lebih Segar
5 hours ago

Mengapa Diabetes Kini Mengintai Anak-Anak?
5 hours ago

Martabak Manis, Jajanan Legendaris dengan Topping Melimpah yang Selalu Menggoda
in 3 hours

Kenapa Kita Sering Mengantuk Saat Berpuasa? Ini Penjelasan Ilmiahnya
in 3 hours

Asal Usul Lapis Legit di Indonesia, Kue Warisan Kolonial yang Tetap Populer
in 2 hours

Kenapa Orang Suka Makan Gorengan? Ini Penjelasan Ilmiah dan Kebiasaan Sosialnya
in 2 hours

Berapa Banyak Air yang Perlu Kita Minum Sehari? Ini Penjelasan Lengkapnya
in 2 hours

Aneka Bahan yang Cocok Dijadikan Kolak, Lezat untuk Berbuka dan Momen Spesial
in 2 hours

Bahaya Sawit bagi Lingkungan dan Kesehatan: Dampak yang Perlu Diketahui
in 2 hours





