Sabtu, 31 Oktober 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Regional & Nasional

Tertahan Tiga Hari di Perbatasan Malaysia, Kakek-Nenek Keliling Dunia Hadapi Masalah Dokumen Kendaraan

RAU - Friday, 30 October 2026 | 06:44 PM

Background
Tertahan Tiga Hari di Perbatasan Malaysia, Kakek-Nenek Keliling Dunia Hadapi Masalah Dokumen Kendaraan

Kakek-Nenek Keliling Dunia Tertahan Tiga Hari di Perbatasan Malaysia Akibat Masalah Dokumen

Pasangan lansia asal Aceh, T. Faisal Laksamana (65) dan dr. Indriati (61), mengalami hambatan saat menjalani ekspedisi The Great Overland Journey. Keduanya harus menunggu sekitar tiga hari di perbatasan Pangkalan Hulu, Malaysia, karena adanya persoalan administrasi dokumen kendaraan.

Pasangan yang dikenal dengan sebutan Kakek-Nenek Keliling Dunia tersebut tiba di Pangkalan Hulu setelah menempuh perjalanan dari Kuala Lumpur pada 14 Agustus 2026. Mereka berencana melanjutkan perjalanan menuju Thailand sebelum menjelajahi sejumlah negara lainnya hingga Eropa.

Namun, ketika hendak meninggalkan Malaysia pada 15 Agustus, kendaraan yang mereka gunakan belum mendapatkan izin untuk melintas. Hambatan tersebut muncul karena adanya perbedaan pemahaman mengenai administrasi Carnet de Passages en Douane (CPD) atau dokumen sementara untuk membawa kendaraan ke negara lain.

Persoalan Cap Carnet di Pelabuhan Port Klang

Sebelumnya, dokumen Carnet kendaraan milik Faisal telah mendapatkan pengesahan ketika memasuki Malaysia melalui perbatasan Tebedu.

Setelah itu, kendaraan mereka melanjutkan perjalanan menuju Kuching, Sarawak. Mobil tersebut kemudian dikirim menggunakan jalur laut ke Port Klang, Kuala Lumpur.



Ketika tiba di perbatasan Pangkalan Hulu, petugas mempertanyakan tidak adanya cap Carnet di Port Klang. Kondisi tersebut membuat Faisal harus memberikan penjelasan kembali kepada pihak berwenang mengenai proses perpindahan kendaraan yang telah dilakukan.

Persoalan administrasi tersebut akhirnya membutuhkan proses klarifikasi sebelum kendaraan dapat diizinkan keluar dari Malaysia.

Paspor Faisal Juga Sempat Dipertanyakan

Selain dokumen kendaraan, paspor Faisal juga menjadi perhatian petugas karena tidak terdapat cap masuk di Kuala Lumpur.

Faisal kemudian menjelaskan bahwa sebelumnya ia berada di Miri, Sarawak, lalu melanjutkan perjalanan menuju Kuala Lumpur menggunakan penerbangan domestik.

Untuk membuktikan penjelasannya, ia diminta memperlihatkan tiket pesawat dan boarding pass dari Miri menuju Kuala Lumpur.



Menurut Faisal, pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga karena seluruh rangkaian perjalanan harus dijelaskan secara rinci, termasuk perjalanan menggunakan pesawat di dalam satu negara dan proses administrasi kendaraan.

Tiga Hari Menunggu hingga Mendapat Izin Keluar

Selama berada di perbatasan, Faisal dan Indriati terus berkomunikasi dengan pihak terkait untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi. Mereka juga menyampaikan kendala tersebut kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur.

Setelah melalui proses pemeriksaan dan klarifikasi, kendaraan mereka akhirnya diperbolehkan meninggalkan Malaysia pada 18 Agustus 2026.

Keduanya kemudian melanjutkan perjalanan menuju Betong, Thailand, sebagai bagian dari ekspedisi panjang yang sedang dijalankan.

Faisal mengungkapkan bahwa pengalaman tersebut menjadi salah satu tantangan yang tidak terlupakan selama perjalanan lintas negara.



Pentingnya Menyimpan Semua Dokumen Perjalanan

Dari kejadian tersebut, Faisal mengingatkan masyarakat yang ingin melakukan perjalanan overland menggunakan kendaraan pribadi agar mempersiapkan dan menyimpan seluruh dokumen dengan baik.

Menurutnya, dokumen yang terlihat tidak lagi dibutuhkan setelah melewati suatu perjalanan bisa saja kembali diminta ketika menghadapi pemeriksaan di negara lain.

Dokumen yang perlu diperhatikan antara lain paspor, tiket penerbangan, boarding pass, dokumen kendaraan, Carnet, bukti pengiriman kendaraan, serta berbagai berkas pendukung lainnya.

Faisal menekankan bahwa bukti perjalanan sederhana seperti boarding pass dapat memiliki peran penting ketika petugas membutuhkan penjelasan mengenai riwayat perjalanan seseorang.

Ia pun mengingatkan agar pelancong tidak terburu-buru membuang dokumen meskipun perjalanan menggunakan pesawat atau proses pengiriman kendaraan telah selesai.



Melanjutkan Ekspedisi Menuju Berbagai Negara

Setelah persoalan di perbatasan Malaysia berhasil diselesaikan, Faisal dan Indriati kembali melanjutkan perjalanan menuju sejumlah negara di Asia, Timur Tengah, hingga Eropa.

Pasangan yang kini berdomisili di Padangsidimpuan, Sumatera Utara, tersebut menjadikan setiap hambatan sebagai bagian dari pengalaman dalam menjalankan The Great Overland Journey.

Perjalanan mereka bukan hanya tentang menjelajahi berbagai negara, tetapi juga berbagi pengalaman dan memberikan informasi kepada masyarakat Indonesia yang tertarik melakukan perjalanan lintas negara menggunakan kendaraan pribadi.

Kisah tertahan selama tiga hari di Pangkalan Hulu menjadi pengingat bahwa persiapan ekspedisi tidak cukup hanya dengan memastikan kendaraan dalam kondisi baik. Kelengkapan dokumen dan bukti perjalanan juga harus diperhatikan agar perjalanan antarnegara dapat berlangsung lebih lancar.