Lewati Puluhan Terowongan Pegunungan China, Kakek-Nenek Keliling Dunia Tiba di Chengdu
RAU - Friday, 30 October 2026 | 06:50 PM


Lewati Puluhan Terowongan Panjang di China, Kakek-Nenek Keliling Dunia Tiba di Chengdu
Perjalanan keliling dunia menggunakan kendaraan pribadi membawa pengalaman baru bagi pasangan asal Aceh, T. Faisal Laksamana (65) dan dr. Indriati (61). Kali ini, keduanya menghadapi tantangan saat melintasi jalur pegunungan dari Dali menuju Chengdu, China.
Pasangan yang kini tinggal di Padangsidimpuan, Sumatera Utara, tersebut harus melewati puluhan terowongan yang membentang di sepanjang perjalanan. Sebagian terowongan bahkan memiliki panjang hingga sekitar 8 kilometer.
Kondisi itu membuat perjalanan membutuhkan perhatian dan konsentrasi ekstra, terutama ketika kendaraan melintasi terowongan yang saling tersambung.
Puluhan Terowongan Membutuhkan Konsentrasi Tinggi
Faisal menceritakan bahwa kondisi jalan dari Dali menuju Chengdu sebenarnya cukup baik. Permukaan jalan relatif mulus dan jalurnya tertata sehingga kendaraan dapat melintas dengan nyaman.
Namun, banyaknya terowongan menjadi tantangan tersendiri. Pengemudi harus tetap fokus karena beberapa terowongan memiliki jarak yang panjang dan berada secara berurutan.
"Jalannya cukup bagus, mulus dan teratur. Tetapi ketika masuk terowongan harus benar-benar konsentrasi penuh. Terowongannya sambung-menyambung dan ada yang panjangnya sampai sekitar 8 kilometer," ujar Faisal kepada ANTARA.
Menurutnya, perubahan pencahayaan ketika kendaraan memasuki dan keluar dari terowongan secara berulang membuat pengemudi harus selalu waspada.
Meski demikian, perjalanan tersebut dapat dilalui dengan baik berkat kondisi jalan yang mendukung. Pengalaman melewati puluhan terowongan akhirnya menjadi salah satu cerita menarik selama mereka menjelajahi China.
Tiba di Chengdu Tepat pada Hari Jumat
Setelah menempuh perjalanan panjang, Faisal dan Indriati akhirnya tiba di Chengdu, Provinsi Sichuan, pada Jumat.
Kedatangan mereka bertepatan dengan waktu pelaksanaan salat Jumat. Kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk beribadah di Chengdu Huangcheng Mosque, salah satu masjid yang dikenal di kota tersebut.
Faisal mengaku senang dapat menemukan masjid dengan suasana yang ramai dan jemaah yang ramah.
"Alhamdulillah, sampai Chengdu pas hari Jumat. Kami bertemu masjid yang terkenal di Chengdu. Jemaahnya sangat ramai dan ramah-ramah," kata Faisal.
Momen tersebut menjadi pengalaman berkesan setelah melewati perjalanan darat yang cukup panjang dari Dali.
Menikmati Kuliner Muslim yang Mengingatkan pada Medan
Setelah melaksanakan salat Jumat, Faisal dan Indriati melanjutkan kegiatan dengan makan siang di sebuah rumah makan Muslim yang berada tidak jauh dari masjid.
Menariknya, makanan dan suasana di kawasan tersebut membuat keduanya merasa seperti sedang berada di Indonesia, khususnya Medan.
"Setelah sholat kami makan siang di rumah makan Muslim dekat masjid. Makanannya dan suasananya membuat kami serasa berada di Medan," tuturnya.
Pengalaman tersebut memberikan kesan tersendiri bagi pasangan itu. Di tengah perjalanan jauh di negara asing, menemukan tempat ibadah dan makanan yang terasa akrab tentu menjadi pengalaman yang menyenangkan.
Bagian dari Ekspedisi Keliling Dunia 2026–2027
Perjalanan dari Dali menuju Chengdu merupakan salah satu rangkaian ekspedisi The Great Overland Journey: Indonesia–Southeast Asia–Mecca–Europe 2026–2027.
Melalui ekspedisi tersebut, Faisal dan Indriati menjelajahi berbagai negara menggunakan kendaraan pribadi. Perjalanan panjang itu membawa mereka melewati beragam kondisi jalan, perbatasan negara, serta pengalaman budaya yang berbeda.
Setelah berada di China, keduanya masih memiliki sejumlah destinasi yang akan dituju, termasuk kawasan Asia Tengah, Eropa, dan Arab Saudi.
Bagi Faisal dan Indriati, perjalanan ini bukan sekadar upaya menempuh ribuan kilometer. Setiap tempat yang dikunjungi dan tantangan yang dihadapi menjadi bagian dari pengalaman berharga dalam mewujudkan impian menjelajahi dunia.
Pengalaman melewati puluhan terowongan di pegunungan China hingga menemukan suasana yang mengingatkan pada kampung halaman menjadi cerita tersendiri dalam perjalanan mereka.
Kisah Kakek-Nenek Keliling Dunia tersebut juga menunjukkan bahwa perjalanan lintas negara tidak hanya menghadirkan tantangan, tetapi membuka kesempatan untuk mengenal budaya, tempat ibadah, kuliner, dan kehidupan masyarakat dari berbagai belahan dunia.
Next News

Anggaran BPBD Madina Rp489 Juta, Dana Bencana Tersedia Rp5,6 Miliar
in 4 hours

Pemkab Aceh Selatan Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir Selama 14 Hari
2 hours ago

Prakiraan Cuaca di Sumatera Utara Sabtu 31 Oktober 2026: Mayoritas Hujan Ringan, 7 Wilayah Berawan
6 hours ago

Disambut Hangat Dubes RI di Uzbekistan, Perjalanan Kakek-Nenek Keliling Dunia Penuh Kisah Persahabatan
20 hours ago

Jelajahi Padang Tandus China-Kazakhstan, Kakek-Nenek Keliling Dunia Cicipi Steak Daging Kuda di Almaty
20 hours ago

Suhu China Turun hingga 4 Derajat Celsius, Kakek-Nenek Keliling Dunia Tetap Lanjutkan Ekspedisi
20 hours ago

Masuk China dengan Mobil Sendiri, Kakek-Nenek Keliling Dunia Hadapi Pemeriksaan Ketat di Perbatasan
20 hours ago

Tertahan Tiga Hari di Perbatasan Malaysia, Kakek-Nenek Keliling Dunia Hadapi Masalah Dokumen Kendaraan
20 hours ago

Filter Oli Sulit Ditemukan di Thailand, Kakek-Nenek Keliling Dunia Hadapi Tantangan Menuju Laos
20 hours ago

Setelah Hampir Sebulan Menunggu, Kakek-Nenek Keliling Dunia Akhirnya Terima Mobil Ekspedisi di Malaysia
20 hours ago





