Setelah Hampir Sebulan Menunggu, Kakek-Nenek Keliling Dunia Akhirnya Terima Mobil Ekspedisi di Malaysia
RAU - Friday, 30 October 2026 | 06:38 PM


Kakek-Nenek Keliling Dunia Terima Kembali Mobil Ekspedisi Setelah Menunggu Hampir Sebulan
Pasangan lansia asal Indonesia, T. Faisal Laksamana (65) dan dr. Indriati (61), akhirnya kembali menerima mobil yang akan digunakan untuk perjalanan The Great Overland Journey 2026–2027 di Kuala Lumpur, Malaysia.
Sebelumnya, mobil tersebut dikirim dari Kuching, Sarawak, pada 16 Juli 2026. Namun, proses pengeluaran kendaraan dari gudang membutuhkan waktu cukup lama sehingga keduanya harus menunggu hampir satu bulan.
Situasi tersebut sempat menimbulkan kecemasan dan stres bagi pasangan yang dikenal sebagai Kakek-Nenek Keliling Dunia itu. Pasalnya, mobil tersebut merupakan kendaraan utama untuk mendukung perjalanan darat lintas negara yang telah mereka persiapkan.
Kabar menggembirakan akhirnya datang pada Kamis (13/8) sekitar pukul 23.00 waktu setempat. Mobil yang dinantikan berhasil diterima sehingga Faisal dan Indriati dapat melihatnya kembali secara langsung.
Faisal mengaku sangat lega setelah melalui penantian panjang tersebut. Ia menyampaikan bahwa hampir satu bulan mereka menunggu hingga akhirnya kendaraan itu kembali berada di tangan mereka.
Sehari setelah menerima mobil, Jumat (14/8), keduanya melanjutkan kegiatan dengan bersilaturahmi ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur.
Dalam kunjungan tersebut, Faisal dan Indriati diterima oleh Minister Counsellor (Information, Social and Cultural) KBRI Kuala Lumpur, Fery Iswandi. Pertemuan berlangsung hangat dan menjadi salah satu bagian dari persiapan ekspedisi mereka.
Perjalanan The Great Overland Journey 2026–2027 direncanakan melintasi sejumlah negara, dimulai dari kawasan Asia Tenggara menuju Mekkah, Timur Tengah, hingga Eropa.
Setelah menghadapi berbagai tantangan selama berada di Malaysia, pasangan yang berdomisili di Padangsidimpuan, Sumatera Utara, itu kini dapat kembali memusatkan perhatian pada persiapan perjalanan.
Ekspedisi tersebut bukan hanya menjadi perjalanan pribadi, tetapi juga membawa misi memperkenalkan budaya Indonesia, berbagi pengalaman, serta menjalin persahabatan dengan masyarakat dari berbagai negara.
Seluruh pengalaman perjalanan mereka turut dibagikan melalui berbagai platform digital dengan program Kakek-Nenek Keliling Dunia.
Kisah Faisal dan Indriati menjadi gambaran bahwa usia bukan penghalang untuk mengejar impian. Dengan semangat dan persiapan yang matang, keduanya terus berupaya mewujudkan perjalanan panjang sekaligus menginspirasi masyarakat agar berani menjelajahi dunia.
Next News

Anggaran BPBD Madina Rp489 Juta, Dana Bencana Tersedia Rp5,6 Miliar
in 3 hours

Pemkab Aceh Selatan Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir Selama 14 Hari
3 hours ago

Prakiraan Cuaca di Sumatera Utara Sabtu 31 Oktober 2026: Mayoritas Hujan Ringan, 7 Wilayah Berawan
7 hours ago

Disambut Hangat Dubes RI di Uzbekistan, Perjalanan Kakek-Nenek Keliling Dunia Penuh Kisah Persahabatan
21 hours ago

Jelajahi Padang Tandus China-Kazakhstan, Kakek-Nenek Keliling Dunia Cicipi Steak Daging Kuda di Almaty
21 hours ago

Suhu China Turun hingga 4 Derajat Celsius, Kakek-Nenek Keliling Dunia Tetap Lanjutkan Ekspedisi
21 hours ago

Lewati Puluhan Terowongan Pegunungan China, Kakek-Nenek Keliling Dunia Tiba di Chengdu
21 hours ago

Masuk China dengan Mobil Sendiri, Kakek-Nenek Keliling Dunia Hadapi Pemeriksaan Ketat di Perbatasan
a day ago

Tertahan Tiga Hari di Perbatasan Malaysia, Kakek-Nenek Keliling Dunia Hadapi Masalah Dokumen Kendaraan
a day ago

Filter Oli Sulit Ditemukan di Thailand, Kakek-Nenek Keliling Dunia Hadapi Tantangan Menuju Laos
a day ago





