Sabtu, 31 Oktober 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Regional & Nasional

Suhu China Turun hingga 4 Derajat Celsius, Kakek-Nenek Keliling Dunia Tetap Lanjutkan Ekspedisi

Tata - Friday, 30 October 2026 | 06:53 PM

Background
Suhu China Turun hingga 4 Derajat Celsius, Kakek-Nenek Keliling Dunia Tetap Lanjutkan Ekspedisi

Suhu China Mencapai 4 Derajat Celsius, Kakek-Nenek Keliling Dunia Tetap Melaju Menuju Zhangye

Perjalanan The Great Overland Journey 2026–2027 membawa pasangan asal Indonesia, T. Faisal Laksamana (65) dan dr. Indriati (61), menghadapi berbagai kondisi alam yang berbeda. Saat memasuki hari ke-13 ekspedisi di China, keduanya harus beradaptasi dengan suhu dingin yang mencapai sekitar 4 derajat Celsius.

Bagi pasangan yang terbiasa dengan iklim tropis Indonesia, udara dingin pada malam hari menjadi pengalaman tersendiri. Terlebih, perjalanan mereka berlangsung dari Xining menuju Zhangye dengan melintasi kawasan pegunungan yang memiliki kondisi cuaca berbeda.

Untuk menghadapi suhu rendah, Faisal dan Indriati harus menyiapkan pakaian tebal serta perlengkapan yang memadai, terutama ketika beristirahat dan melakukan camping selama perjalanan.

Menghadapi Dinginnya Malam di Daratan China

Suhu sekitar 4 derajat Celsius membuat malam terasa lebih dingin bagi pasangan tersebut. Kondisi ini menjadi tantangan karena mereka harus tetap menjaga kenyamanan dan kesehatan selama menempuh perjalanan panjang.

Meski demikian, Faisal dan Indriati tidak menjadikan cuaca dingin sebagai alasan untuk menghentikan ekspedisi. Dengan mobil pribadi yang telah dimodifikasi untuk perjalanan lintas negara, keduanya terus melanjutkan perjalanan melewati kawasan pegunungan China.



Pengalaman menghadapi suhu rendah juga mengajarkan mereka pentingnya mempersiapkan perlengkapan perjalanan sesuai kondisi cuaca di negara yang dikunjungi.

Pemandangan Pegunungan dan Kawanan Domba

Di balik udara dingin yang menusuk, perjalanan dari Xining menuju Zhangye menawarkan panorama alam yang mengesankan.

Hamparan pegunungan terlihat membentang luas di sepanjang jalur yang dilalui. Selain itu, mereka juga menjumpai kawasan alam terbuka serta kawanan domba yang digembalakan oleh masyarakat setempat.

Pemandangan tersebut memberikan pengalaman berbeda dibandingkan suasana yang biasa mereka temui di Indonesia.

Menjelajahi suatu negara menggunakan kendaraan sendiri memungkinkan Faisal dan Indriati menikmati perubahan bentang alam, cuaca, serta kehidupan masyarakat secara lebih dekat.



Rutin Memeriksa Kendaraan Selama Perjalanan

Selain mempersiapkan pakaian hangat, kondisi kendaraan juga menjadi perhatian utama selama ekspedisi.

Faisal dan Indriati melakukan pemeriksaan rutin terhadap sejumlah bagian penting mobil, seperti oli mesin, air radiator, dan baterai. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kendaraan tetap dalam kondisi baik sebelum melanjutkan perjalanan berikutnya.

Perawatan kendaraan menjadi bagian penting dalam perjalanan overland karena mobil digunakan untuk menempuh jarak jauh dan menghadapi kondisi jalan maupun cuaca yang berbeda-beda.

Dengan pemeriksaan berkala, mereka berupaya mengurangi risiko gangguan kendaraan selama menjelajahi berbagai negara.

Ekspedisi Panjang Menuju Mekkah dan Eropa

Perjalanan di China merupakan salah satu rangkaian dari The Great Overland Journey 2026–2027. Ekspedisi tersebut direncanakan melintasi Indonesia, Asia Tenggara, China, Asia Tengah, Mekkah, hingga sejumlah wilayah di Eropa.



Bagi Faisal dan Indriati yang kini berdomisili di Padangsidimpuan, Sumatera Utara, setiap negara menghadirkan pengalaman dan tantangan tersendiri.

Mulai dari perbedaan suhu, kondisi jalan, proses perbatasan, hingga kebiasaan masyarakat lokal menjadi bagian dari perjalanan panjang mereka.

Di usia 60-an, keduanya tetap bersemangat melanjutkan ekspedisi menggunakan kendaraan pribadi. Dinginnya malam di China dan keindahan pegunungan yang mereka temui menjadi cerita berharga dalam perjalanan tersebut.

"Dingin boleh menggigit, tetapi perjalanan tetap berlanjut. Pasalnya, setiap kilometer meninggalkan cerita baru dalam perjalanan kita berkeliling dunia ini," ujar Faisal kepada ANTARA.

Kisah pasangan Kakek-Nenek Keliling Dunia tersebut menjadi gambaran bahwa perjalanan panjang selalu menghadirkan tantangan yang perlu dihadapi dengan persiapan dan semangat. Bagi mereka, setiap pengalaman di negara yang dikunjungi merupakan bagian dari impian besar menjelajahi dunia.