Ritual Receh Berfaedah: Manfaat Merendam Kaki dengan Air Garam untuk Tubuh dan Pikiran Lelah
Tata - Tuesday, 24 February 2026 | 09:30 PM


Ritual Receh Berfaedah: Merendam Kaki dengan Air Garam untuk Jiwa yang Lelah
Pernah nggak sih kalian ngerasa kaki kayak mau lepas sehabis muter-muter nyari diskonan di mall, atau sesimpel setelah seharian berdiri nungguin KRL yang nggak kunjung datang? Rasanya itu lho, pegal yang merayap dari telapak kaki sampai ke betis, bikin kita ngerasa tiba-tiba jadi jompo sebelum waktunya. Kalau sudah begini, rasanya pengen banget manggil tukang pijat langganan, tapi apa daya dompet lagi diet ketat alias tanggal tua.
Nah, di tengah hiruk-pikuk gaya hidup "hustle culture" yang bikin kita lupa napas ini, sebenarnya ada satu ritual kuno yang sering dianggap remeh tapi khasiatnya nggak main-main. Nggak perlu ke spa mahal di Senopati atau beli alat pijat elektrik yang harganya jutaan. Modalnya cuma ember, air hangat, dan garam dapur yang biasa dipake ibu buat masak sayur asem. Yak, kita ngomongin soal merendam kaki dengan air garam.
Kenapa Harus Garam? Emang Ngaruh?
Mungkin sebagian dari kalian mikir, "Ah, masa iya garam doang bisa bikin enak?" Eits, jangan skeptis dulu. Secara ilmiah, garam—terutama garam Inggris atau Epsom salt—mengandung magnesium sulfat. Zat ini kalau kena air hangat bakal terserap lewat kulit dan ngebantu relaksasi otot. Tapi kalau di rumah cuma ada garam dapur biasa (natrium klorida), itu pun udah cukup banget buat bikin sensasi rileks yang hakiki.
Merendam kaki itu bukan cuma soal fisik, tapi soal psikologis juga. Bayangin aja, setelah seharian bergelut dengan deadline yang mencekik leher dan omelan bos yang nggak ada habisnya, kamu duduk tenang, naruh kaki di air hangat, dan ngerasain suhu air itu perlahan "menyedot" semua rasa lelah. Rasanya tuh kayak semua beban hidup ikutan larut bersama butiran garam itu. Lebay? Mungkin. Tapi kalau kalian coba sendiri, pasti bakal setuju kalau ini adalah salah satu bentuk self-care paling jujur dan murah meriah.
Manfaat yang Nggak Sekadar Mitos
Bicara soal manfaat, merendam kaki dengan air garam itu paket komplit. Pertama, jelas buat ngilangin pegal-pegal. Buat kalian yang hobi pakai high heels atau sepatu pantofel yang sempit, otot kaki itu ibarat karet yang ditarik kencang seharian. Air hangat bikin pembuluh darah melebar (vasodilatasi), sirkulasi darah jadi lancar, dan otot yang tegang tadi jadi lemes lagi.
Kedua, buat urusan bau kaki. Jujur aja, siapa sih yang nggak risih kalau buka sepatu terus baunya kayak terasi gagal? Bau kaki itu asalnya dari bakteri yang doyan banget sama keringat. Nah, garam punya sifat antiseptik alami yang bisa ngebantu membasmi bakteri nakal itu. Jadi, selain bikin kaki nyaman, ritual ini juga bikin kalian lebih percaya diri pas harus lepas sepatu di rumah gebetan.
Ketiga, ini nih yang paling dicari para pejuang insomnia: tidur jadi lebih nyenyak. Ada teori yang bilang kalau suhu kaki yang hangat bakal ngirim sinyal ke otak kalau tubuh sudah siap buat istirahat. Nggak percaya? Coba deh rendam kaki sekitar 15 menit sebelum tidur. Dijamin, bantal bakal terasa jauh lebih empuk dari biasanya.
Cara Praktis (Tanpa Ribet)
Nggak perlu jadi ahli kimia buat bikin ramuan ini. Caranya gampang banget, saking gampangnya sampai bisa dilakukan sambil dengerin podcast atau nonton drakor favorit. Berikut langkah-langkahnya:
- Siapkan ember yang cukup besar buat nampung kedua kaki kalian. Jangan pakai ember bekas ngepel ya, please.
- Isi dengan air hangat suam-suam kuku. Inget, hangat ya, bukan air mendidih. Kita mau merendam kaki, bukan bikin ceker mercon.
- Masukkan 2-3 sendok makan garam. Kalau ada garam Inggris lebih bagus, kalau nggak ada, garam dapur juga oke.
- Nah, ini opsional tapi sangat disarankan: tetesin essential oil kayak lavender atau peppermint. Biar vibes-nya makin mirip spa mahal.
- Rendam kaki selama 15 sampai 20 menit. Jangan kelamaan juga, nanti kulit kaki kalian malah jadi keriput kayak kismis.
- Setelah selesai, keringkan kaki pakai handuk lembut. Jangan lupa pakai handbody atau pelembap supaya kulit nggak kering gara-gara efek garam tadi.
Sebuah Observasi Ringan: Berhenti Sejenak Itu Perlu
Kadang saya mikir, kenapa sih hal-hal sederhana kayak merendam kaki ini sering kita lupakan? Mungkin karena kita terlalu sibuk nyari kebahagiaan yang rumit. Kita mikir kalau "healing" itu harus naik pesawat ke Bali atau belanja barang branded. Padahal, tubuh kita itu sebenarnya cuma butuh diperhatiin sedikit aja.
Merendam kaki dengan air garam itu adalah cara kita buat bilang "terima kasih" sama kaki sendiri. Kaki yang udah bawa kita lari-larian ngejar busway, kaki yang udah berdiri tegak pas kita lagi presentasi di depan klien, dan kaki yang tetap kokoh meski kita lagi ngerasa hancur di dalam. Di dalam ember kecil itu, ada momen hening yang nggak bisa dibeli pakai uang.
Jadi, buat kalian yang lagi ngerasa capek banget hari ini, mendingan berhenti dulu scrol-scrol sosmed yang isinya orang pamer pencapaian melulu. Pergi ke dapur, ambil garam, ambil ember, dan kasih waktu 15 menit buat diri sendiri. Percayalah, dunia nggak bakal kiamat cuma karena kamu berhenti sebentar buat manjain kaki. Selamat mencoba, dan met istirahat, ya!
Next News

Akupunktur: Terapi Jarum Kuno yang Kini Diakui Medis Modern
13 hours ago

Jus untuk Mencerahkan Kulit? Ini Resep Glowing Alami yang Ramah di Kantong
an hour ago

Rahasia Bibir Merah Alami Tanpa Perlu Takut Lipstik Luntur
an hour ago

Waduh, Ada Garis Halus! Menolak Tua dengan Cara Alami yang Nggak Bikin Kantong Bolong
2 hours ago

Duh, Tenggorokan Ganjel? Ini 7 Cara Ampuh Menghilangkan Lendir dan Dahak yang Bandel
2 hours ago

Takut Awkward? Ini Cara Mulai Obrolan yang Natural
2 hours ago

Kenapa Baju Bau Apek? Simak Rahasia Jemuran Wangi Sepanjang Hari
2 hours ago

Pijat Refleksi: Benarkah Titik di Kaki Bisa Mempengaruhi Organ Tubuh?
15 hours ago

Bandara Tersibuk Dunia Pecahkan Rekor, Tembus 95,2 Juta Penumpang
15 hours ago

Hipnoterapi: Benarkah Bisa Mengubah Pola Pikir dan Perilaku?
15 hours ago





