Tak Perlu Takut, Ini Fakta Daging Sapi dan Kenaikan Berat Badan
RAU - Saturday, 30 May 2026 | 09:51 AM


Saat momen Iduladha, berbagai hidangan berbahan daging sapi menjadi sajian utama di banyak rumah. Mulai dari rendang, sate, semur, hingga nasi goreng daging sering kali menggoda selera. Namun, tak sedikit orang yang memilih membatasi konsumsi daging karena khawatir berat badan akan naik dan program diet menjadi berantakan.
Lalu, benarkah makan daging sapi dapat menyebabkan kegemukan? Jawabannya tidak sesederhana ya atau tidak. Ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum menyimpulkan dampak konsumsi daging terhadap berat badan.
Apakah Makan Daging Sapi Bisa Bikin Gemuk?
Beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi daging merah dan peningkatan berat badan. Hal ini karena daging sapi mengandung protein dan lemak yang cukup tinggi, sehingga jika dikonsumsi berlebihan dapat menambah asupan kalori harian.
Namun, kenaikan berat badan tidak terjadi secara instan. Dampaknya sangat bergantung pada jumlah konsumsi, frekuensi makan, pola hidup, serta total kalori yang masuk ke tubuh setiap hari.
Di sisi lain, banyak ahli gizi menilai bahwa protein hewani dari daging sapi justru berperan penting dalam pembentukan dan pemeliharaan massa otot. Dalam kondisi tertentu, peningkatan berat badan yang terjadi bukan berasal dari penumpukan lemak, melainkan bertambahnya massa otot.
Selain itu, pola makan tinggi protein juga sering digunakan dalam program penurunan berat badan. Protein membantu memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga dapat mengurangi keinginan untuk makan berlebihan dan membantu mengontrol nafsu makan.
Dengan kata lain, konsumsi daging sapi tidak otomatis menyebabkan kegemukan. Dampaknya sangat dipengaruhi oleh pola makan secara keseluruhan dan gaya hidup seseorang.
Porsi Konsumsi Daging yang Disarankan
Meski memiliki berbagai manfaat nutrisi, konsumsi daging sapi tetap perlu dibatasi agar tidak berlebihan. Daging merah mengandung protein, zat besi, vitamin B12, dan berbagai nutrisi penting lainnya yang dibutuhkan tubuh.
Secara umum, porsi konsumsi daging merah yang disarankan sekitar 70 gram per hari. Jumlah tersebut mencakup daging sapi, kambing, maupun produk olahan daging lainnya.
Pada momen tertentu seperti Iduladha, konsumsi daging sering kali meningkat melebihi jumlah yang dianjurkan. Jika dalam satu hari mengonsumsi lebih dari 90 gram daging, sebaiknya kurangi porsi pada hari-hari berikutnya agar rata-rata konsumsi tetap terkendali.
Mengonsumsi daging merah dalam jumlah berlebihan secara terus-menerus tidak hanya berisiko meningkatkan berat badan, tetapi juga dapat berdampak pada kadar kolesterol dan kesehatan jantung dalam jangka panjang.
Kesimpulannya, daging sapi tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehat, termasuk bagi orang yang sedang menjalani program diet. Kuncinya adalah memperhatikan porsi, cara pengolahan, serta menyeimbangkannya dengan konsumsi sayur, buah, dan aktivitas fisik yang cukup.
Next News

Mengenal Sulfur: Si Kuning Beraroma Menyengat dari Kawah Ijen
in 6 hours

orang tidak sadar bagaimana sebenarnya proses tubuh bertambah tinggi?
7 hours ago

Kenapa waktu kita telepon damkar di kota a itu tuh tidak nyambung di kota b padahal kan nomornya sama?
7 hours ago

Bagaimana caranya DVD bisa menyimpan file padahal ini terbuat dari plastik kan?
7 hours ago

Kenapa operasi plastik itu dikatakan pakai plastik?
8 hours ago

Suka bingung nggak? Virus dengan bakteri itu sama nggak sih?
8 hours ago

Kenapa tanggal hanya sampai tanggal 31 Kenapa tidak ada tanggal 32 ataupun 33!
8 hours ago

Magic com bisa tahu kapan nasi akan matang kan padahal kualitas nasi beda-beda tapi kok bisa?
8 hours ago

Benarkah Kangkung Bisa Membuat Ngantuk? Simak Faktanya
in 34 minutes

Jangan Salahkan Jeroan Saja, Ini Penyebab Asam Urat Naik Saat Iduladha
in 21 minutes





