Ketua MPR Soroti Kekurangan Guru hingga Masalah Pesantren di Indonesia
RAU - Friday, 24 July 2026 | 08:16 PM


Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyoroti sejumlah persoalan yang masih dihadapi Indonesia dalam bidang sumber daya manusia dan pendidikan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kekurangan tenaga pendidik yang disebut mencapai ratusan ribu guru.
Hal tersebut disampaikan Muzani ketika membuka Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (24/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Muzani menyampaikan keyakinannya bahwa berbagai persoalan yang dihadapi bangsa dapat dicari jalan keluarnya. Menurutnya, persatuan menjadi salah satu faktor penting untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut.
Ia menilai umat Islam sebagai salah satu komponen terbesar dalam kehidupan bangsa perlu menjaga kebersamaan dan persatuan. Menurut Muzani, persatuan umat diyakini dapat memberikan kontribusi terhadap kekuatan bangsa dan negara.
Dalam pidatonya, Muzani kemudian menyinggung persoalan sumber daya manusia, khususnya kebutuhan tenaga pendidik. Ia menyebut Indonesia masih menghadapi kekurangan guru dalam jumlah besar.
Muzani menyampaikan bahwa kekurangan tenaga guru tersebut diperkirakan mencapai sekitar 550 ribu orang. Ia meyakini persoalan tersebut dapat diatasi apabila terdapat kebersamaan dan kerja sama dalam menyelesaikannya.
Selain kekurangan guru, perhatian juga diarahkan pada kondisi sejumlah lembaga pendidikan Islam, khususnya pondok pesantren. Muzani menyebut masih terdapat pesantren yang menghadapi berbagai persoalan, baik dari sisi pendanaan maupun pengelolaan lembaga.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi sejumlah pondok pesantren juga mencakup persoalan manajemen dan kualitas sumber daya manusia. Bahkan, ia menyebut terdapat pesantren yang mulai menghadapi penurunan jumlah murid atau santri.
Berbagai persoalan tersebut dinilai membutuhkan perhatian dan kerja sama dari berbagai pihak. Karena itu, Muzani mengajak peserta Kongres Umat Islam Indonesia untuk kembali menempatkan semangat persatuan dan kebersamaan sebagai bagian penting dari agenda kongres.
Ia menekankan pentingnya nilai persaudaraan, ukhuwah, kebersamaan, serta gotong royong dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada.
Muzani berharap semangat tersebut tidak hanya menjadi tema dalam kongres, tetapi juga dapat diwujudkan melalui langkah nyata untuk membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.
Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan pandangan bahwa persoalan umat Islam dan persoalan negara memiliki keterkaitan yang tidak dapat dipisahkan. Menurutnya, upaya memperkuat umat juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kehidupan bangsa dan negara.
Melalui Kongres Umat Islam Indonesia VIII, berbagai persoalan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pembahasan untuk menghasilkan gagasan dan rekomendasi strategis bagi kemajuan umat serta bangsa.
Next News

Kupu-Kupu, Si Cantik Bersayap yang Diam-Diam Menjaga Ketahanan Pangan Manusia
5 hours ago

Mengenal Penyu, Penjelajah Samudra yang Terancam Punah dan Perlu Dilestarikan
6 hours ago

Mengenal Gajah, Mamalia Darat Terbesar yang Cerdas dan Berperan Penting bagi Ekosistem
6 hours ago

Daun Mint, Tanaman Herbal yang Menyegarkan dan Kaya Manfaat bagi Kesehatan
6 hours ago

Daun Pandan, Tanaman Aromatik dengan Segudang Manfaat untuk Masakan dan Kesehatan
6 hours ago

Menu Masak Praktis ala Anak Kos, Hemat, Bergizi, dan Mudah Dibuat
6 hours ago

Jangan Anggap Sepele, Dehidrasi Bisa Ganggu Kesehatan dan Aktivitas Sehari-hari
6 hours ago

Makan Terlalu Cepat Bisa Membahayakan Kesehatan, Ini Dampaknya bagi Tubuh
6 hours ago

Seni Menemukan Rumah di Tengah Hustle Culture: Pentingnya Quality Time Bersama Keluarga
6 hours ago

7 Agustus 1945: Pembentukan PPKI, Langkah Penting Menuju Kemerdekaan Indonesia
21 hours ago





