Jumat, 24 Juli 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Kebiasaan Menyisir Rambut yang Sering Dilakukan Tanpa Disadari

RAU - Friday, 24 July 2026 | 07:34 PM

Background
Kebiasaan Menyisir Rambut yang Sering Dilakukan Tanpa Disadari

Menyisir rambut menjadi kegiatan sederhana yang hampir dilakukan setiap hari. Kebiasaan ini membantu rambut terlihat lebih rapi sekaligus membantu mengurai rambut yang kusut. Namun, tanpa disadari, cara menyisir yang kurang tepat justru dapat memberikan tekanan berlebihan pada rambut.

Salah satu kebiasaan yang sering dilakukan adalah langsung menyisir rambut dari akar hingga ujung ketika rambut sedang kusut. Cara ini dapat membuat rambut yang saling terlilit tertarik lebih kuat sehingga meningkatkan risiko rambut patah. Untuk mengurangi tekanan, rambut yang kusut sebaiknya diurai secara perlahan dari bagian ujung terlebih dahulu, kemudian bergerak ke arah atas.

Menyisir rambut terlalu keras juga dapat menyebabkan kerusakan. Tarikan yang kuat dapat memberikan tekanan pada batang dan akar rambut. Jika dilakukan berulang kali, rambut dapat menjadi lebih rapuh dan mudah patah.

Kebiasaan lainnya adalah terlalu sering menyisir rambut. Menyisir memang dapat membantu merapikan rambut, tetapi melakukannya secara berlebihan tidak selalu membuat rambut menjadi lebih sehat. Gesekan berulang antara sisir dan rambut dapat menyebabkan kerusakan mekanis, terutama jika rambut dalam kondisi rapuh atau kering.

Menggunakan sisir yang tidak sesuai juga sering diabaikan. Sisir dengan gigi yang terlalu rapat dapat menyulitkan proses mengurai rambut yang kusut. Sementara itu, sisir yang memiliki bagian tajam atau rusak dapat menarik dan merusak rambut. Pemilihan sisir sebaiknya disesuaikan dengan jenis serta kondisi rambut.



Rambut yang masih basah juga membutuhkan perhatian khusus. Setelah keramas, rambut cenderung lebih rentan mengalami kerusakan akibat tarikan. Karena itu, menyisir rambut basah dengan kasar dapat meningkatkan risiko rambut patah. Jika perlu mengurai rambut setelah keramas, gunakan sisir bergigi jarang dan lakukan secara perlahan.

Selain itu, mengikat rambut terlalu kuat setelah menyisir juga dapat memberikan tekanan tambahan. Rambut yang terus-menerus ditarik dan diikat dengan kencang berpotensi mengalami kerusakan, terutama di area yang sering mendapat tekanan.

Kebiasaan menyisir rambut sambil terburu-buru juga dapat membuat seseorang menarik bagian yang kusut tanpa memperhatikan kondisi rambut. Padahal, mengurai rambut secara perlahan dapat membantu mengurangi jumlah rambut yang patah selama proses penyisiran.

Agar rambut tetap terawat, menyisir sebaiknya dilakukan dengan lembut dan tidak menggunakan tenaga berlebihan. Jika rambut kusut, uraikan secara bertahap mulai dari ujung rambut. Gunakan sisir yang sesuai dan hindari menarik rambut dengan paksa.

Dengan memperhatikan kebiasaan kecil saat menyisir, risiko rambut patah dan kerusakan akibat gesekan dapat dikurangi. Merawat rambut tidak hanya bergantung pada produk yang digunakan, tetapi juga pada cara memperlakukannya dalam rutinitas sehari-hari.