Senin, 21 September 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Digigit Anjing? Ini Pertolongan Pertama yang Perlu Segera Dilakukan

RAU - Monday, 21 September 2026 | 07:20 PM

Background
Digigit Anjing? Ini Pertolongan Pertama yang Perlu Segera Dilakukan

Digigit anjing bisa membuat seseorang panik, terlebih jika luka terasa nyeri atau mengalami pendarahan. Meski demikian, tindakan pertama setelah kejadian sangat penting dan sebaiknya dilakukan sesegera mungkin.

Gigitan anjing tidak hanya berisiko menyebabkan cedera pada kulit dan jaringan. Jika anjing berpotensi terinfeksi rabies, paparan melalui gigitan atau cakaran juga membutuhkan penanganan segera. WHO menekankan bahwa luka akibat kemungkinan paparan rabies harus segera dicuci dan dibilas secara menyeluruh selama sedikitnya 15 menit.

1. Segera menjauh dari anjing

Pastikan diri berada di tempat yang aman agar tidak mengalami gigitan atau serangan berikutnya. Jangan mencoba menangkap atau mendekati anjing secara langsung, terutama jika hewan tersebut tampak agresif atau tidak dikenal.

Jika memungkinkan dan aman, catat informasi mengenai anjing tersebut, pemiliknya, serta kejadian gigitan. Informasi mengenai status vaksinasi anjing dapat membantu tenaga kesehatan melakukan penilaian risiko.

2. Cuci luka selama sekitar 15 menit

Jika kulit terluka atau tergigit hingga terbuka, segera cuci bagian tersebut menggunakan sabun dan air mengalir. Bersihkan secara menyeluruh selama sekitar 15 menit.



Jika sabun tidak tersedia, luka tetap perlu dibilas dengan air sebanyak mungkin. Pembersihan luka merupakan salah satu langkah penting dalam mencegah infeksi dan mengurangi risiko rabies.

3. Jangan mengoleskan bahan sembarangan

Hindari memasukkan atau mengoleskan bahan yang dapat mengiritasi luka, seperti cabai, tanah, abu, minyak, getah tanaman, atau bahan lain yang tidak direkomendasikan.

WHO secara khusus menyarankan untuk menghindari bahan yang dapat mengiritasi luka, termasuk bubuk cabai dan cairan tanaman tertentu.

4. Jika berdarah, lakukan penanganan yang tepat

Pada luka yang mengalami pendarahan, tekan menggunakan kain atau kasa bersih untuk membantu mengendalikan darah. Jika pendarahan tidak berhenti, luka sangat dalam, atau terdapat kerusakan jaringan, segera dapatkan pertolongan medis.

Gigitan yang dalam juga dapat merusak saraf, tendon, atau jaringan lain sehingga pemeriksaan tenaga kesehatan tetap diperlukan.



5. Segera periksa status risiko rabies

Jangan menunggu muncul gejala jika anjing tidak diketahui status vaksinasinya, merupakan anjing liar, atau menunjukkan perilaku yang tidak biasa.

Tenaga kesehatan akan menilai jenis luka, kondisi hewan, status vaksinasi, serta situasi paparan untuk menentukan apakah diperlukan post-exposure prophylaxis (PEP) atau tindakan pencegahan rabies setelah paparan.

6. Vaksin rabies mungkin diperlukan

Jika paparan dinilai berisiko, vaksin rabies dapat diberikan sebagai bagian dari PEP. Pada paparan tertentu yang tergolong berat, tenaga kesehatan juga dapat memberikan rabies immunoglobulin atau produk antibodi lain sesuai protokol yang berlaku.

Jadwal vaksin dapat berbeda berdasarkan kondisi dan riwayat vaksinasi seseorang. Karena itu, jangan menentukan sendiri jumlah atau jadwal suntikan berdasarkan informasi umum di internet.

7. Perhatikan kebutuhan vaksin tetanus

Gigitan anjing juga dapat menyebabkan infeksi bakteri. Tenaga kesehatan akan mempertimbangkan kondisi luka dan riwayat vaksinasi tetanus untuk menentukan apakah vaksin tetanus atau penanganan lain diperlukan.