Pemprov Sumut Dorong Peningkatan Fasilitas PAUD untuk Perkuat Pendidikan Anak di Kepulauan Nias
RAU - Monday, 27 July 2026 | 12:33 PM


Medan – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mendukung peningkatan sarana dan prasarana pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kepulauan Nias. Langkah tersebut dinilai penting sebagai bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia yang unggul sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, mengatakan pendidikan sejak usia dini merupakan salah satu investasi penting untuk membangun masa depan masyarakat. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan harus berjalan seiring dengan ketersediaan fasilitas yang memadai.
Hal tersebut disampaikan Surya setelah mengunjungi PAUD Amin Simanaere di Gunungsitoli, Kepulauan Nias, Jumat.
"Saya berada di sini atas utusan Bapak Gubernur Bobby Nasution untuk melihat berbagai sarana publik. Tekad kami adalah membawa kemajuan di Kepulauan Nias, termasuk Kota Gunungsitoli," ujar Surya.
Ia menyebutkan, PAUD Amin Simanaere saat ini memiliki 45 peserta didik yang didukung oleh enam tenaga pengajar. Namun, kondisi ruang belajar yang digunakan masih sederhana dan berada di halaman belakang Gereja Simanaere.
Keterbatasan fasilitas belajar dan bermain di PAUD tersebut menjadi perhatian Surya. Ia menilai kondisi sarana pendidikan anak usia dini perlu menjadi perhatian bersama agar proses pembelajaran dapat berlangsung dengan lebih baik.
"Saya melihat kondisi ini menjadi perhatian khusus saya," katanya.
Dalam kunjungan tersebut, Surya didampingi Staf Ahli I TP PKK Sumut Titiek Sugiharti dan Wakil Wali Kota Gunungsitoli Marthinus Lase.
Surya mengatakan sektor pendidikan menjadi salah satu fokus penting dalam pembangunan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia dapat dimulai melalui pendidikan yang baik sejak usia dini.
Karena itu, ia mendorong agar pengembangan sarana pendidikan anak usia dini menjadi perhatian bersama antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota di wilayah Kepulauan Nias.
"Kita ingin masyarakat bisa sejahtera dan jauh dari kemiskinan. Satu faktor penentunya adalah memajukan pendidikan, baik kualitas maupun kuantitas," ujarnya.
Ia menambahkan, memberikan pendidikan kepada anak-anak sejak usia dini merupakan investasi jangka panjang untuk masa depan. Menurutnya, proses tersebut membutuhkan ketulusan dan komitmen dari berbagai pihak.
Surya juga berharap kebutuhan PAUD Amin Simanaere dapat dipenuhi secara bertahap melalui dukungan Pemerintah Kota Gunungsitoli.
"Mudah-mudahan pada 2027, berbagai kebutuhan sekolah ini dipenuhi Pemerintah Kota Gunungsitoli, sehingga anak-anak dapat belajar dengan fasilitas yang lebih baik," katanya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Gunungsitoli Marthinus Lase menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung program pemerintah provinsi, terutama dalam bidang pendidikan.
Menurutnya, peningkatan mutu pendidikan menjadi salah satu langkah strategis untuk mendorong kemajuan Kepulauan Nias dan membantu wilayah tersebut keluar dari status daerah tertinggal.
"Peningkatan kualitas pendidikan menjadi salah satu langkah strategis agar wilayah Kepulauan Nias dapat segera keluar dari status daerah tertinggal," ujar Marthinus.
Kepala PAUD Amin Simanaere, Septinus Zebua, berharap pihak sekolah dapat memperoleh dukungan dari pemerintah, khususnya untuk pembangunan ruang kelas dan pemenuhan fasilitas pendidikan.
Ia menilai tambahan ruang kelas serta perlengkapan belajar dan bermain sangat dibutuhkan untuk mendukung proses pembelajaran anak-anak agar dapat berjalan lebih optimal.
"Penyediaan perlengkapan belajar dan bermain diperlukan agar proses pendidikan berlangsung lebih optimal," katanya.
Next News

Anggaran BPBD Madina Rp489 Juta, Dana Bencana Tersedia Rp5,6 Miliar
4 hours ago

Pemkab Aceh Selatan Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir Selama 14 Hari
10 hours ago

Prakiraan Cuaca di Sumatera Utara Sabtu 31 Oktober 2026: Mayoritas Hujan Ringan, 7 Wilayah Berawan
14 hours ago

Disambut Hangat Dubes RI di Uzbekistan, Perjalanan Kakek-Nenek Keliling Dunia Penuh Kisah Persahabatan
a day ago

Jelajahi Padang Tandus China-Kazakhstan, Kakek-Nenek Keliling Dunia Cicipi Steak Daging Kuda di Almaty
a day ago

Suhu China Turun hingga 4 Derajat Celsius, Kakek-Nenek Keliling Dunia Tetap Lanjutkan Ekspedisi
a day ago

Lewati Puluhan Terowongan Pegunungan China, Kakek-Nenek Keliling Dunia Tiba di Chengdu
a day ago

Masuk China dengan Mobil Sendiri, Kakek-Nenek Keliling Dunia Hadapi Pemeriksaan Ketat di Perbatasan
a day ago

Tertahan Tiga Hari di Perbatasan Malaysia, Kakek-Nenek Keliling Dunia Hadapi Masalah Dokumen Kendaraan
a day ago

Filter Oli Sulit Ditemukan di Thailand, Kakek-Nenek Keliling Dunia Hadapi Tantangan Menuju Laos
a day ago





