Mitos dan Fakta Kesehatan Saat Bulan Puasa yang Perlu Diketahui
Nanda - Tuesday, 10 February 2026 | 10:00 AM


Puasa Ramadan memicu perubahan pola makan, tidur, dan aktivitas tubuh. Perubahan ini sering menimbulkan berbagai anggapan yang berkembang menjadi mitos. Para ahli kesehatan menegaskan bahwa sebagian besar mitos tersebut tidak didukung oleh bukti ilmiah.
Mitos 1: Puasa Pasti Membuat Tubuh Lemas dan Tidak Produktif
Fakta:
Rasa lemas di awal puasa merupakan bentuk adaptasi tubuh terhadap perubahan pola makan. Penelitian tentang puasa intermiten menunjukkan bahwa tubuh akan beralih menggunakan cadangan energi secara lebih efisien setelah beberapa hari. Jika asupan nutrisi saat sahur dan berbuka terpenuhi, puasa justru dapat meningkatkan fokus dan kestabilan energi.
Mitos 2: Tidak Minum Seharian Pasti Menyebabkan Dehidrasi Berat
Fakta:
Dehidrasi bisa dicegah dengan pengaturan cairan yang tepat. Ahli gizi merekomendasikan pola minum 2–4–2 antara berbuka dan sahur. Selama kebutuhan cairan terpenuhi dan aktivitas berat dibatasi, puasa tidak otomatis menyebabkan dehidrasi pada orang sehat.
Mitos 3: Olahraga Saat Puasa Berbahaya bagi Tubuh
Fakta:
Olahraga tetap aman dilakukan selama intensitasnya disesuaikan. Aktivitas ringan hingga sedang seperti jalan kaki atau stretching justru membantu menjaga kebugaran. Waktu yang dianjurkan adalah menjelang berbuka atau setelah tarawih, saat tubuh lebih siap menerima asupan energi dan cairan.
Mitos 4: Berbuka dengan Makanan Manis Sebanyak-banyaknya Itu Wajar
Fakta:
Konsumsi gula berlebihan saat berbuka dapat memicu lonjakan gula darah secara tiba-tiba, yang diikuti rasa lemas setelahnya. Para ahli menyarankan berbuka secara bertahap, dimulai dengan kurma dan air putih, lalu makanan utama yang seimbang.
Mitos 5: Sahur Tidak Terlalu Penting, yang Penting Berbuka Banyak
Fakta:
Sahur justru berperan penting dalam menjaga kadar energi sepanjang hari. Karbohidrat kompleks, protein, dan serat saat sahur membantu tubuh melepaskan energi secara bertahap dan mencegah rasa lapar berlebihan.
Mitos 6: Puasa Berbahaya bagi Semua Penderita Maag
Fakta:
Puasa tidak selalu memperburuk kondisi maag. Pada sebagian penderita, puasa yang disertai pola makan teratur dan makanan yang tidak merangsang asam lambung justru dapat membantu mengontrol gejala. Namun, penderita dengan kondisi tertentu tetap dianjurkan berkonsultasi dengan dokter.
Sebagian besar mitos kesehatan saat puasa muncul akibat kurangnya pemahaman tentang cara kerja tubuh. Dengan pola makan seimbang, asupan cairan cukup, dan aktivitas yang sesuai, puasa Ramadan dapat dijalani secara sehat dan aman.
Next News

Saran Menu Sehat Padat Gizi Selama Ramadan agar Tubuh Tetap Bugar
in 5 hours

Jamu: Warisan Pengobatan Tradisional Indonesia yang Diakui Ilmu Pengetahuan
in 5 hours

Kandungan Dada Ayam Sebagai Sumber Protein Favorit yang Lebih dari Sekadar Rendah Lemak
in 5 hours

Ikan dengan Kandungan Omega-3 Tertinggi: Rahasia Nutrisi Penting untuk Otak dan Jantung
in 5 hours

Bahaya Memberikan Gadget pada Anak untuk Mengatasi Tangisan
in 5 hours

Mengupas Tuntas Manfaat Berpuasa: Dari Kesehatan Tubuh hingga Ketenangan Jiwa
in 4 hours

Dari Mana Asal Tisu? Fakta di Balik Benda Sepele yang Dipakai Setiap Hari
in 4 hours

Asal Usul Pizza, Dari Makanan Rakyat Italia hingga Menjadi Kuliner Mendunia
in 4 hours

Apakah Semua Mineral Itu Sama? Ini Fakta yang Jarang Diketahui Tentang Mineral dalam Kehidupan Sehari-hari
in 4 hours

Benarkah Kerokan Efektif Mengatasi Masuk Angin? Ini Penjelasan Ilmiahnya
19 hours ago





