Jamu: Warisan Pengobatan Tradisional Indonesia yang Diakui Ilmu Pengetahuan
Nanda - Tuesday, 10 February 2026 | 09:53 AM


Jamu adalah ramuan herbal yang dibuat dari bagian tanaman seperti akar, rimpang, daun, kulit batang, dan buah. Tradisi jamu telah tercatat sejak masa Kerajaan Mataram Kuno dan berkembang luas sebagai bagian dari budaya perawatan kesehatan masyarakat Indonesia. Hingga kini, jamu masih digunakan sebagai upaya menjaga stamina, meredakan keluhan ringan, dan mendukung kesehatan secara umum.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengakui bahwa pengobatan tradisional berbasis tanaman, termasuk jamu, memiliki peran penting dalam sistem kesehatan masyarakat, terutama jika didukung oleh bukti ilmiah dan standar keamanan yang jelas. WHO menekankan bahwa efektivitas jamu bergantung pada kualitas bahan, proses pembuatan, serta ketepatan dosis.
Beberapa jamu yang sangat populer dan sudah familiar bagi masyarakat dan sudah banyak diteliti, seperti :
1. Kunyit Asam
Bahan utama:
Kunyit (Curcuma longa)
Asam jawa (Tamarindus indica)
Kandungan aktif:
Kurkumin (antiinflamasi & antioksidan)
Polifenol
Vitamin C (dari asam jawa)
Manfaat kesehatan:
Kunyit asam dikenal luas sebagai jamu untuk membantu meredakan nyeri haid, mengurangi peradangan, dan mendukung kesehatan pencernaan. Kurkumin bekerja dengan menghambat mediator inflamasi dalam tubuh, sementara asam jawa membantu melancarkan metabolisme dan memberikan efek menyegarkan. Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa kurkumin juga berperan dalam menjaga kesehatan sendi dan fungsi imun.
2. Beras Kencur
Bahan utama:
Kencur (Kaempferia galanga)
Beras
Gula aren
Kandungan aktif:
Ethyl p-methoxycinnamate
Minyak atsiri
Flavonoid
Manfaat kesehatan:
Beras kencur sering diberikan untuk mengurangi pegal, meningkatkan nafsu makan, dan membantu meredakan batuk ringan. Senyawa aktif dalam kencur memiliki efek analgesik dan antiinflamasi ringan, serta dapat memberikan rasa hangat yang menenangkan tubuh. Dalam pengobatan tradisional, jamu ini juga dikenal membantu pemulihan stamina.
3. Temulawak
Bahan utama:
Temulawak (Curcuma xanthorrhiza)
Kandungan aktif:
Xanthorrhizol
Kurkuminoid
Minyak atsiri
Manfaat kesehatan:
Temulawak dikenal luas sebagai jamu pendukung fungsi hati. Penelitian menunjukkan bahwa xanthorrhizol memiliki efek hepatoprotektif, membantu melindungi sel-sel hati dari kerusakan. Selain itu, temulawak juga sering digunakan untuk meningkatkan nafsu makan dan mendukung sistem pencernaan, terutama pada anak dan lansia.
Penelitian farmakologi menunjukkan bahwa senyawa bioaktif dalam jamu bekerja melalui mekanisme biologis yang nyata, seperti penghambatan mediator inflamasi dan perlindungan sel dari stres oksidatif.
Namun, para ahli menegaskan bahwa manfaat tersebut tidak bersifat instan dan lebih berfungsi sebagai dukungan kesehatan jangka panjang, bukan pengobatan penyakit berat.
Meski relatif aman, penggunaan jamu tetap perlu kehati-hatian. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia mengingatkan bahwa jamu sebaiknya tidak mengandung bahan kimia obat (BKO) dan harus diproduksi secara higienis. Konsumsi jamu dalam jumlah berlebihan atau tanpa memperhatikan kondisi kesehatan tertentu seperti kehamilan, penyakit hati, atau gangguan ginjal dapat menimbulkan efek samping.
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menegaskan bahwa jamu idealnya digunakan sebagai pengobatan komplementer, bukan pengganti terapi medis. Dengan pemahaman yang tepat, jamu dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat yang menghargai kearifan lokal sekaligus sejalan dengan ilmu kedokteran modern.
Next News

Saran Menu Sehat Padat Gizi Selama Ramadan agar Tubuh Tetap Bugar
in 5 hours

Mitos dan Fakta Kesehatan Saat Bulan Puasa yang Perlu Diketahui
in 5 hours

Kandungan Dada Ayam Sebagai Sumber Protein Favorit yang Lebih dari Sekadar Rendah Lemak
in 5 hours

Ikan dengan Kandungan Omega-3 Tertinggi: Rahasia Nutrisi Penting untuk Otak dan Jantung
in 5 hours

Bahaya Memberikan Gadget pada Anak untuk Mengatasi Tangisan
in 5 hours

Mengupas Tuntas Manfaat Berpuasa: Dari Kesehatan Tubuh hingga Ketenangan Jiwa
in 4 hours

Dari Mana Asal Tisu? Fakta di Balik Benda Sepele yang Dipakai Setiap Hari
in 4 hours

Asal Usul Pizza, Dari Makanan Rakyat Italia hingga Menjadi Kuliner Mendunia
in 4 hours

Apakah Semua Mineral Itu Sama? Ini Fakta yang Jarang Diketahui Tentang Mineral dalam Kehidupan Sehari-hari
in 4 hours

Benarkah Kerokan Efektif Mengatasi Masuk Angin? Ini Penjelasan Ilmiahnya
19 hours ago





