Apakah Semua Mineral Itu Sama? Ini Fakta yang Jarang Diketahui Tentang Mineral dalam Kehidupan Sehari-hari
Nanda - Tuesday, 10 February 2026 | 08:45 AM


Mineral: Terlihat Sama, Padahal Sangat Berbeda
Ketika mendengar kata mineral, sebagian orang langsung membayangkan air mineral atau suplemen kesehatan. Namun secara ilmiah, mineral adalah unsur anorganik alami yang memiliki struktur kimia dan fungsi spesifik. Di sinilah banyak orang keliru mineral bukan satu jenis, melainkan ratusan jenis dengan peran yang sangat berbeda.
Tubuh manusia saja membutuhkan lebih dari 20 jenis mineral untuk berfungsi optimal, dan masing-masing tidak bisa saling menggantikan.
Tidak Semua Mineral Diciptakan dengan Fungsi yang Sama
Mineral terbagi dalam beberapa kelompok besar berdasarkan kebutuhan tubuh:
1. Mineral Makro
Mineral ini dibutuhkan dalam jumlah relatif besar, antara lain:
- Kalsium: pembentukan tulang dan gigi
- Fosfor: metabolisme energi
- Magnesium: fungsi saraf dan otot
- Natrium & Kalium: keseimbangan cairan dan tekanan darah
Kekurangan mineral makro bisa langsung terasa dampaknya, seperti kram otot atau tulang rapuh.
2. Mineral Mikro (Trace Minerals)
Meski dibutuhkan dalam jumlah kecil, perannya sangat krusial:
- Zat Besi: pembentukan sel darah merah
- Zinc (Seng): daya tahan tubuh dan penyembuhan luka
- Yodium: fungsi hormon tiroid
- Selenium: perlindungan sel dari kerusakan oksidatif
Tanpa mineral mikro, sistem tubuh bisa terganggu secara perlahan dan sering tidak disadari.
Mengapa Tubuh Tidak Bisa Menyamakan Mineral?
Setiap mineral memiliki:
- Struktur kimia berbeda
- Cara penyerapan berbeda
- Fungsi biologis yang spesifik
Contohnya, kalsium tidak bisa menggantikan zat besi, meskipun sama-sama mineral. Bahkan, konsumsi kalsium berlebihan justru bisa menghambat penyerapan zat besi. Fakta ini menunjukkan bahwa mineral bekerja seperti tim, bukan pemain tunggal.
Mineral Alami vs Mineral Sintetis
Banyak yang bertanya, apakah mineral dari suplemen sama dengan mineral dari makanan?
Secara kimia, bisa serupa. Namun:
- Mineral dari makanan alami biasanya lebih mudah diserap
- Disertai nutrisi pendukung seperti vitamin dan enzim
- Risiko kelebihan dosis lebih kecil dibanding suplemen
Inilah alasan para ahli gizi tetap merekomendasikan sumber mineral alami seperti sayuran hijau, buah, kacang-kacangan, dan ikan.
Mineral Bukan Hanya Soal Kesehatan
Mineral juga berperan besar dalam:
- Industri teknologi (litium untuk baterai)
- Pertanian (fosfat dan kalium untuk kesuburan tanah)
- Kosmetik & skincare (zinc oxide, silica, magnesium)
Artinya, mineral tidak hanya menopang tubuh manusia, tetapi juga peradaban modern.
Jadi, Apakah Semua Mineral Itu Sama?
Jawabannya tegas: tidak.
Mineral memiliki:
- Fungsi berbeda
- Kebutuhan berbeda
- Dampak yang berbeda jika kurang atau berlebih
Memahami perbedaan ini membantu kita lebih bijak dalam memilih makanan, minuman, hingga suplemen.
Next News

Saran Menu Sehat Padat Gizi Selama Ramadan agar Tubuh Tetap Bugar
in 5 hours

Mitos dan Fakta Kesehatan Saat Bulan Puasa yang Perlu Diketahui
in 5 hours

Jamu: Warisan Pengobatan Tradisional Indonesia yang Diakui Ilmu Pengetahuan
in 5 hours

Kandungan Dada Ayam Sebagai Sumber Protein Favorit yang Lebih dari Sekadar Rendah Lemak
in 5 hours

Ikan dengan Kandungan Omega-3 Tertinggi: Rahasia Nutrisi Penting untuk Otak dan Jantung
in 5 hours

Bahaya Memberikan Gadget pada Anak untuk Mengatasi Tangisan
in 4 hours

Mengupas Tuntas Manfaat Berpuasa: Dari Kesehatan Tubuh hingga Ketenangan Jiwa
in 4 hours

Dari Mana Asal Tisu? Fakta di Balik Benda Sepele yang Dipakai Setiap Hari
in 4 hours

Asal Usul Pizza, Dari Makanan Rakyat Italia hingga Menjadi Kuliner Mendunia
in 4 hours

Benarkah Kerokan Efektif Mengatasi Masuk Angin? Ini Penjelasan Ilmiahnya
19 hours ago





