Dari Mana Asal Tisu? Fakta di Balik Benda Sepele yang Dipakai Setiap Hari
Nanda - Tuesday, 10 February 2026 | 09:16 AM


Tisu: Benda Sepele yang Tak Pernah Absen
Tisu sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern mulai dari membersihkan tangan, wajah, hingga keperluan rumah tangga dan medis. Meski digunakan setiap hari, jarang ada yang benar-benar bertanya: dari mana sebenarnya tisu berasal?
Asal Usul Tisu: Berawal dari Tiongkok Kuno
Jejak paling awal penggunaan kertas sebagai alat kebersihan ditemukan di Tiongkok pada abad ke-6 Masehi. Namun, tisu seperti yang kita kenal sekarang baru berkembang jauh lebih modern.
Tisu modern pertama kali diproduksi secara massal pada akhir abad ke-19 di Amerika Serikat. Awalnya, tisu dibuat bukan untuk membersihkan hidung, melainkan sebagai:
- Pengganti kain lap medis
- Alat pembersih riasan
- Produk higienis sekali pakai
Pada tahun 1920-an, tisu mulai dipasarkan secara luas sebagai produk kebersihan rumah tangga, dan sejak itu penggunaannya terus meningkat.
Bahan Utama Tisu: Dari Pohon ke Serat Halus
Sebagian besar tisu dibuat dari pulp kayu, yaitu serat yang diambil dari pohon seperti:
- Pinus
- Eucalyptus
- Akasia
Pohon-pohon ini dipilih karena seratnya panjang dan lembut, cocok untuk menghasilkan tisu yang halus namun tetap kuat.
Selain pulp murni, beberapa tisu juga dibuat dari:
- Kertas daur ulang
- Campuran serat bambu
Namun, tisu dengan kualitas paling lembut biasanya masih mengandalkan pulp kayu murni.
Berapa Banyak Pohon untuk Membuat Tisu?
Inilah fakta yang sering mengejutkan pembaca.
Berdasarkan data industri pulp dan kertas:
- 1 pohon berukuran sedang dapat menghasilkan sekitar 45–50 kg pulp
- Dari jumlah tersebut, dapat diproduksi sekitar 15.000–20.000 lembar tisu, tergantung ketebalan dan jenisnya
Artinya, jutaan pohon ditebang setiap tahun hanya untuk memenuhi kebutuhan tisu global.
Bukan Hanya Pohon, Air Juga Sangat Banyak
Proses pembuatan tisu tidak hanya membutuhkan kayu, tetapi juga air dalam jumlah besar.
Secara rata-rata:
- Dibutuhkan sekitar 20–40 liter air untuk memproduksi satu roll tisu
- Air digunakan untuk melunakkan serat, pencucian pulp, hingga pemutihan
Inilah alasan mengapa industri tisu sering menjadi sorotan dalam isu lingkungan dan keberlanjutan.
Bukan Hanya Pohon, Air Juga Sangat Banyak
Proses pembuatan tisu tidak hanya membutuhkan kayu, tetapi juga air dalam jumlah besar.
Secara rata-rata:
- Dibutuhkan sekitar 20–40 liter air untuk memproduksi satu roll tisu
- Air digunakan untuk melunakkan serat, pencucian pulp, hingga pemutihan
Inilah alasan mengapa industri tisu sering menjadi sorotan dalam isu lingkungan dan keberlanjutan
Dampak Lingkungan yang Mulai Disadari
Dalam beberapa dekade terakhir, banyak produsen mulai beralih ke:
- Program reboisasi
- Tisu berbahan daur ulang
- Proses produksi hemat air dan energi
Kesadaran konsumen juga ikut mendorong perubahan, terutama di negara-negara dengan tingkat konsumsi tisu tinggi.
Apakah Kita Menggunakan Tisu Terlalu Banyak?
Fakta menarik lainnya:
- Rata-rata orang di negara maju bisa menggunakan lebih dari 100 roll tisu per tahun
- Sebagian besar digunakan bukan untuk kebutuhan darurat, melainkan kebiasaan
Ini membuat banyak ahli lingkungan mendorong penggunaan tisu secara lebih bijak, tanpa harus menghilangkan kenyamanan.
Next News

Sering Buang Kulit Jeruk? Kamu Rugi Besar, Cek Alasannya!
in 7 hours

Becak Vespa Padangsidimpuan
in 7 hours

Potong Kuku Pas Lagi Haid: Antara Tradisi, Paranoia, dan Fakta yang Sering Terlupakan
in 7 hours

Berapa Lama Sebenarnya Cabai Giling Bisa Bertahan di Kulkas?
in 6 hours

Disneyland, Destinasi Impian untuk Melepas Penat dan Stres
in 6 hours

Lake Bled: Danau yang tampak seperti Negeri Dongeng di Slovenia
in 6 hours

Willis Haviland Carrier, Bapak Pendingin Udara Modern
in 6 hours

Solusi Estetik Buat Kaki yang Mirip Tanah Retak Musim Kemarau
in 4 hours

Manusia Hanya Menggunakan 10% Otaknya? Mitos atau Fakta?
20 hours ago

Nakizumo: Festival Bayi Menangis di Jepang
20 hours ago





