Jumat, 6 Februari 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Asam Urat: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengelola Kesehatan Sendi

Nanda - Friday, 06 February 2026 | 07:44 AM

Background
Asam Urat: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengelola Kesehatan Sendi

Asam urat merupakan zat sisa yang terbentuk dari proses pemecahan purin, yaitu senyawa alami yang terdapat dalam berbagai jenis makanan serta di dalam sel tubuh manusia. Dalam kondisi normal, asam urat akan larut dalam darah dan dikeluarkan melalui urine. Namun, ketika kadar asam urat meningkat atau tubuh tidak mampu membuangnya secara optimal, zat ini dapat membentuk kristal tajam yang menumpuk di persendian dan jaringan sekitar. Penumpukan tersebut memicu peradangan yang menimbulkan nyeri hebat dan rasa tidak nyaman.

Beberapa faktor diketahui dapat meningkatkan risiko terjadinya asam urat. Faktor genetik menjadi salah satu penyebab utama, terutama pada individu yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit serupa. Selain itu, pola makan yang tinggi purin seperti konsumsi daging merah, jeroan, seafood, serta alkohol juga berkontribusi terhadap meningkatnya kadar asam urat dalam tubuh. Obesitas turut berperan karena kelebihan berat badan dapat meningkatkan produksi asam urat sekaligus menghambat pembuangannya. Gangguan fungsi ginjal dan penggunaan obat-obatan tertentu, seperti diuretik, juga dapat memperburuk kondisi ini.

Gejala asam urat umumnya muncul secara tiba-tiba dan sering kali menyerang satu sendi, terutama pada jempol kaki. Rasa nyeri yang timbul biasanya sangat intens, disertai pembengkakan, kemerahan, serta sensasi panas pada area sendi yang terkena. Serangan asam urat kerap terjadi pada malam hari dan dapat berlangsung selama beberapa hari hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Untuk mengendalikan asam urat, pengaturan pola makan menjadi langkah penting. Penderita dianjurkan menghindari makanan tinggi purin seperti daging merah, jeroan, seafood, minuman beralkohol, serta minuman manis dengan kandungan fruktosa tinggi. Sebaliknya, konsumsi susu rendah lemak, sayuran hijau, buah-buahan yang kaya vitamin C, serta air putih dalam jumlah cukup sangat dianjurkan untuk membantu proses pembuangan asam urat melalui ginjal.

Selain menjaga asupan makanan, pencegahan dan pengelolaan asam urat juga dapat dilakukan dengan mengontrol berat badan agar tetap ideal, rutin berolahraga ringan seperti jalan kaki atau berenang, serta melakukan pemeriksaan kadar asam urat secara berkala. Langkah-langkah ini penting untuk mencegah komplikasi dan mengurangi risiko serangan nyeri yang berulang.

Secara keseluruhan, asam urat bukanlah kondisi yang tidak dapat diatasi. Dengan mengenali gejala sejak dini dan menerapkan gaya hidup sehat, risiko kambuh dapat ditekan dan kesehatan sendi tetap terjaga dalam jangka panjang.

Tags