Benarkah Kecerdasan Seseorang Diturunkan dari Ibu?
Nanda - Friday, 06 February 2026 | 07:35 AM


Pertanyaan tentang dari mana asal kecerdasan manusia telah lama menjadi bahan diskusi dalam dunia sains. Salah satu anggapan yang cukup populer di masyarakat adalah bahwa kecerdasan anak terutama diwarisi dari ibu. Keyakinan ini kerap dikaitkan dengan kromosom X kromosom yang dimiliki dua buah oleh perempuan dan satu oleh laki-laki yang memang mengandung sejumlah gen penting bagi perkembangan otak.
Karena anak laki-laki hanya menerima kromosom X dari ibu, muncul asumsi bahwa kemampuan intelektual lebih banyak "diturunkan" dari pihak ibu. Namun, para ilmuwan menilai pandangan ini terlalu menyederhanakan proses biologis yang jauh lebih kompleks.
Dalam genetika modern, kecerdasan dikenal sebagai sifat poligenik, yaitu dipengaruhi oleh ratusan hingga ribuan gen yang tersebar di seluruh genom manusia. Sebagian besar gen tersebut berada pada kromosom non-seks (autosom), yang diwarisi secara seimbang dari ayah dan ibu. Artinya, kontribusi genetik terhadap kecerdasan datang dari kedua orang tua, bukan hanya salah satunya.
Sejumlah penelitian berskala besar yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah seperti Molecular Psychiatry dan Nature Genetics menunjukkan bahwa tidak ada satu gen tunggal yang dapat menentukan tingkat kecerdasan seseorang. Variasi kemampuan kognitif manusia merupakan hasil akumulasi efek kecil dari banyak gen yang bekerja secara bersamaan. Pengaruh genetik ini bersifat probabilistik memberi kecenderungan, bukan kepastian mutlak.
Di luar faktor genetik, lingkungan memiliki peran yang tidak kalah penting. Studi psikologi perkembangan menegaskan bahwa nutrisi selama kehamilan, asupan gizi di masa awal kehidupan, stimulasi kognitif di rumah, kualitas pendidikan, interaksi sosial, hingga kondisi emosional anak sangat memengaruhi perkembangan fungsi otak. Bahkan, lingkungan yang mendukung dapat memperkuat potensi genetik, sementara lingkungan yang kurang kondusif dapat menghambatnya.
Penelitian juga menunjukkan bahwa heritabilitas kecerdasan cenderung meningkat seiring bertambahnya usia, namun tetap tidak pernah mencapai 100 persen. Hal ini menegaskan bahwa kecerdasan bukanlah "warisan pasti", melainkan hasil dari interaksi dinamis antara gen dan pengalaman hidup.
Kesimpulannya, kecerdasan tidak diwariskan secara eksklusif dari ibu maupun ayah. Potensi intelektual seorang anak terbentuk dari kontribusi genetik kedua orang tua, yang kemudian dipengaruhi dan dibentuk oleh lingkungan tempat ia tumbuh dan berkembang.
Next News

Menyeruput Sup Saat Sakit, Mengapa Makanan Hangat Bisa Membantu Tubuh Tetap Terjaga?
in 6 hours

Tua Itu Pasti, tetapi Tetap Aktif dan Sehat Bisa Dimulai dari Sekarang
in 6 hours

Semangka Bukan Sekadar Pelepas Dahaga, Ini Manfaatnya untuk Hidrasi dan Pencernaan
in 5 hours

Pusing yang Tak Kunjung Hilang? Kenali Kapan Sakit Kepala Perlu Diperiksakan
in 5 hours

Saat Pikiran Terbebani, Kenali Berbagai Dampak Stres yang Bisa Terasa pada Tubuh
in 5 hours

Waspadai Abu Vulkanik, Bukan Sekadar Debu tetapi Bisa Mengganggu Kesehatan Pernapasan
in 5 hours

7 Makanan yang Bisa Mendukung Kesehatan Paru-Paru, Enak dan Mudah Ditemukan
in 5 hours

Mood Lagi Berantakan? Coba Perhatikan Isi Piring dan Pola Makan Sehari-hari
in 5 hours

Rambut Beruban di Usia Muda, Kenali Faktor yang Bisa Memengaruhi Kemunculannya
in 5 hours

Ginjal Bermasalah? Kenali Perubahan pada Tubuh yang Perlu Diperhatikan
in 5 hours





