Sabtu, 7 Februari 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Benarkah Kecerdasan Seseorang Diturunkan dari Ibu?

Nanda - Friday, 06 February 2026 | 07:35 AM

Background
Benarkah Kecerdasan Seseorang Diturunkan dari Ibu?

Pertanyaan tentang dari mana asal kecerdasan manusia telah lama menjadi bahan diskusi dalam dunia sains. Salah satu anggapan yang cukup populer di masyarakat adalah bahwa kecerdasan anak terutama diwarisi dari ibu. Keyakinan ini kerap dikaitkan dengan kromosom X kromosom yang dimiliki dua buah oleh perempuan dan satu oleh laki-laki yang memang mengandung sejumlah gen penting bagi perkembangan otak.

Karena anak laki-laki hanya menerima kromosom X dari ibu, muncul asumsi bahwa kemampuan intelektual lebih banyak "diturunkan" dari pihak ibu. Namun, para ilmuwan menilai pandangan ini terlalu menyederhanakan proses biologis yang jauh lebih kompleks.

Dalam genetika modern, kecerdasan dikenal sebagai sifat poligenik, yaitu dipengaruhi oleh ratusan hingga ribuan gen yang tersebar di seluruh genom manusia. Sebagian besar gen tersebut berada pada kromosom non-seks (autosom), yang diwarisi secara seimbang dari ayah dan ibu. Artinya, kontribusi genetik terhadap kecerdasan datang dari kedua orang tua, bukan hanya salah satunya.

Sejumlah penelitian berskala besar yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah seperti Molecular Psychiatry dan Nature Genetics menunjukkan bahwa tidak ada satu gen tunggal yang dapat menentukan tingkat kecerdasan seseorang. Variasi kemampuan kognitif manusia merupakan hasil akumulasi efek kecil dari banyak gen yang bekerja secara bersamaan. Pengaruh genetik ini bersifat probabilistik memberi kecenderungan, bukan kepastian mutlak.

Di luar faktor genetik, lingkungan memiliki peran yang tidak kalah penting. Studi psikologi perkembangan menegaskan bahwa nutrisi selama kehamilan, asupan gizi di masa awal kehidupan, stimulasi kognitif di rumah, kualitas pendidikan, interaksi sosial, hingga kondisi emosional anak sangat memengaruhi perkembangan fungsi otak. Bahkan, lingkungan yang mendukung dapat memperkuat potensi genetik, sementara lingkungan yang kurang kondusif dapat menghambatnya.

Penelitian juga menunjukkan bahwa heritabilitas kecerdasan cenderung meningkat seiring bertambahnya usia, namun tetap tidak pernah mencapai 100 persen. Hal ini menegaskan bahwa kecerdasan bukanlah "warisan pasti", melainkan hasil dari interaksi dinamis antara gen dan pengalaman hidup.

Kesimpulannya, kecerdasan tidak diwariskan secara eksklusif dari ibu maupun ayah. Potensi intelektual seorang anak terbentuk dari kontribusi genetik kedua orang tua, yang kemudian dipengaruhi dan dibentuk oleh lingkungan tempat ia tumbuh dan berkembang.

Tags