Jumat, 6 Februari 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Tanda Awal Demensia yang Perlu Diwaspadai Keluarga, Bukan Sekadar Lupa Biasa

Nanda - Friday, 06 February 2026 | 07:47 AM

Background
Tanda Awal Demensia yang Perlu Diwaspadai Keluarga, Bukan Sekadar Lupa Biasa

Demensia adalah kondisi penurunan fungsi otak yang memengaruhi daya ingat, kemampuan berpikir, bahasa, hingga perubahan perilaku. Kondisi ini bukan bagian normal dari proses penuaan, meskipun pada tahap awal gejalanya sering kali dianggap wajar dan kerap terabaikan. Padahal, mengenali tanda-tanda awal demensia sangat penting agar lansia dapat memperoleh pendampingan dan penanganan yang tepat sejak dini.

Salah satu tanda awal demensia yang paling sering muncul adalah gangguan daya ingat yang mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Jika lupa biasa hanya terjadi sesekali dan masih dapat diingat kembali, pada demensia awal lupa menjadi lebih sering dan berulang. Lansia dapat lupa janji atau pembicaraan yang baru saja terjadi, mengulang pertanyaan yang sama berkali-kali, hingga lupa meletakkan barang dan kesulitan menemukannya kembali.

Selain gangguan ingatan, demensia juga ditandai dengan kesulitan berpikir dan mengambil keputusan. Aktivitas yang sebelumnya mudah dilakukan mulai terasa membingungkan, seperti mengatur uang, menghitung sederhana, atau mengikuti instruksi. Bahkan keputusan kecil dalam kehidupan sehari-hari dapat menjadi tantangan tersendiri.

Tanda lainnya adalah disorientasi terhadap waktu dan tempat. Lansia mungkin tidak mengingat hari, tanggal, atau waktu, serta dapat tersesat di lingkungan yang sebenarnya sudah sangat familiar. Dalam beberapa kasus, mereka bisa merasa bingung berada di mana dan bagaimana bisa sampai ke tempat tersebut.

Perubahan kemampuan berbahasa juga sering muncul pada tahap awal demensia. Lansia dapat mengalami kesulitan menemukan kata yang tepat, pembicaraan terhenti di tengah kalimat, atau menggunakan kata-kata yang tidak sesuai dengan konteks pembicaraan. Hal ini membuat komunikasi menjadi kurang lancar dan kerap menimbulkan kesalahpahaman.

Selain perubahan kognitif, demensia juga memengaruhi emosi dan kepribadian. Lansia bisa menjadi lebih mudah marah, cemas, atau curiga tanpa alasan yang jelas. Tidak jarang mereka menarik diri dari lingkungan sosial dan kehilangan minat pada aktivitas yang sebelumnya disukai.

Kesulitan melakukan aktivitas rutin juga menjadi tanda yang perlu diwaspadai. Kegiatan sederhana seperti menggunakan peralatan rumah tangga, memasak, berpakaian, atau merawat diri dapat terasa membingungkan karena lupa langkah-langkah yang biasa dilakukan. Di samping itu, penurunan inisiatif dan motivasi membuat lansia tampak lebih pasif, enggan bersosialisasi, dan kurang bersemangat menjalani aktivitas sehari-hari.

Apabila beberapa tanda tersebut muncul secara bersamaan, berlangsung terus-menerus, dan semakin memburuk, keluarga sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis. Pemeriksaan dini penting untuk membedakan demensia dengan kondisi lain seperti depresi atau gangguan kognitif ringan yang masih dapat ditangani. Perlu dipahami bahwa demensia bukan kesalahan lansia. Dukungan emosional, kesabaran, dan pemahaman keluarga memiliki peran besar dalam menjaga kualitas hidup mereka.