Asal Usul Pizza, Dari Makanan Rakyat Italia hingga Menjadi Kuliner Mendunia
Nanda - Tuesday, 10 February 2026 | 09:06 AM


Pizza Sebelum Disebut Pizza
Jauh sebelum pizza dikenal seperti sekarang, masyarakat Mediterania kuno termasuk Yunani dan Romawi sudah terbiasa mengonsumsi roti pipih yang dipanggang dan diberi topping sederhana seperti minyak zaitun, rempah, atau bawang.
Namun, cikal bakal pizza modern baru benar-benar lahir di Napoli, Italia, sekitar abad ke-18. Saat itu, Napoli adalah kota pelabuhan yang padat dan dihuni banyak pekerja miskin. Mereka membutuhkan makanan yang:
- Murah
- Mengenyangkan
- Mudah dibuat
Roti pipih dengan saus tomat menjadi jawabannya.
Tomat: Bahan yang Mengubah Sejarah
Tomat sebenarnya baru masuk ke Eropa setelah penjelajahan ke Amerika pada abad ke-16. Awalnya, tomat dicurigai beracun dan hanya dijadikan tanaman hias.
Baru pada akhir abad ke-18, masyarakat Napoli mulai mengolah tomat sebagai saus dan menggunakannya sebagai topping roti. Dari sinilah pizza versi awal mulai dikenal luas di kalangan rakyat.
Lahirnya Pizza Margherita
Salah satu momen paling penting dalam sejarah pizza terjadi pada tahun 1889. Saat itu, Raja Umberto I dan Ratu Margherita dari Italia berkunjung ke Napoli.
Seorang pembuat pizza bernama Raffaele Esposito menciptakan pizza dengan tiga warna:
- Merah dari saus tomat
- Putih dari keju mozzarella
- Hijau dari daun basil
Ketiga warna ini melambangkan bendera Italia. Pizza tersebut kemudian dikenal sebagai Pizza Margherita, yang hingga kini menjadi simbol pizza klasik Italia.
Dari Napoli ke Dunia
Pizza mulai menyebar ke luar Italia melalui gelombang imigrasi Italia pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, terutama ke Amerika Serikat.
Di kota-kota seperti New York dan Chicago, pizza mengalami adaptasi:
- Ukuran lebih besar
- Topping lebih beragam
- Gaya panggang berbeda
Inovasi ini membuat pizza semakin diterima oleh berbagai lapisan masyarakat.
Perang Dunia dan Popularitas Global
Setelah Perang Dunia II, tentara Amerika yang pernah bertugas di Italia membawa pulang kecintaan mereka pada pizza. Sejak saat itu:
- Restoran pizza bermunculan
- Waralaba pizza berkembang pesat
- Pizza menjadi simbol makanan modern dan praktis
Pada paruh kedua abad ke-20, pizza resmi menjadi makanan global.
Kenapa Pizza Bisa Mendunia?
Ada beberapa alasan kuat mengapa pizza diterima di hampir semua negara:
- Fleksibel dan Adaptif
- Pizza bisa disesuaikan dengan selera lokal dari topping seafood, sayuran, hingga daging khas tiap negara.
- Sederhana tapi Memuaskan
- Kombinasi karbohidrat, lemak, dan protein membuat pizza mengenyangkan dan disukai banyak orang.
- Mudah Dikomersialkan
- Pizza cocok untuk konsep cepat saji, pesan antar, hingga restoran premium.
- Simbol Kebersamaan
- Pizza sering dikaitkan dengan momen santai, keluarga, dan pertemanan
Pizza di Era Modern
Kini, pizza hadir dalam berbagai bentuk:
- Pizza tradisional Italia (Neapolitan)
- Pizza tipis ala New York
- Deep dish Chicago
- Pizza vegan dan gluten-free
Meski terus berevolusi, pizza tetap mempertahankan akar sejarahnya sebagai makanan rakyat yang sederhana.
Pada tahun 2017, UNESCO secara resmi menetapkan seni membuat pizza Napoli (Neapolitan Pizzaiuolo) sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia. Ini menegaskan bahwa pizza bukan sekadar makanan, tetapi bagian dari sejarah dan budaya manusia.
Next News

5 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dibatasi karena Berisiko Memicu Pertumbuhan Sel Kanker
in 5 hours

Perut Sering Kembung? Kenali Kemungkinan Infeksi Bakteri Helicobacter pylori
in 5 hours

10 Satwa Paling Langka di Dunia yang Terancam Punah
17 hours ago

Walt Disney: Tokoh di Balik Dunia Animasi Modern
17 hours ago

Pulau Berpenghuni Yang Paling Terpencil di Dunia
17 hours ago

Asal Usul Tradisi Pulang Kampung Saat Lebaran
17 hours ago

Kebiasaan Pagi yang Baik untuk Memulai Hari
5 hours ago

Mengapa Baterai Smartphone Cepat Habis?
a day ago

Apa Itu Deepfake dan Mengapa Teknologi Ini Bisa Berbahaya?
a day ago

Kota Terpanas di Dunia: Tempat dengan Suhu Ekstrem di Bumi
a day ago





