Masuk Angin Tak Kunjung Reda? Ini Herbal Pilihan Terbaik yang Terbukti Membantu Meredakannya
Nanda - Thursday, 12 February 2026 | 09:04 AM


Masuk angin memang bukan istilah medis resmi, tetapi hampir semua orang Indonesia pernah mengalaminya. Gejalanya beragam, mulai dari perut kembung, mual, meriang, pegal-pegal, hingga rasa tidak nyaman di lambung. Dalam dunia medis, keluhan ini sering berkaitan dengan gangguan pencernaan ringan, dispepsia, atau infeksi virus ringan.
Alih-alih langsung mengonsumsi obat kimia, banyak orang memilih herbal tradisional. Menariknya, sejumlah bahan alami yang selama ini digunakan turun-temurun ternyata memang memiliki dasar ilmiah yang kuat.
Jahe
Jahe (Zingiber officinale) adalah herbal paling populer untuk mengatasi masuk angin. Kandungan gingerol dan shogaol di dalamnya memiliki efek antiinflamasi dan membantu mempercepat pengosongan lambung. Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Ethnopharmacology menunjukkan jahe efektif meredakan mual dan gangguan pencernaan ringan.
Minuman jahe hangat dapat membantu mengurangi rasa kembung karena merangsang pergerakan usus dan mengurangi gas berlebih. Efek hangatnya juga membantu tubuh yang sedang meriang.
Kunyit
Kunyit mengandung kurkumin, senyawa aktif dengan sifat antiinflamasi dan antioksidan kuat. Dalam berbagai studi klinis, kurkumin terbukti membantu meredakan gejala dispepsia atau gangguan lambung ringan.
Bagi penderita masuk angin dengan keluhan nyeri ulu hati atau begah, kunyit dapat membantu menenangkan lapisan lambung dan memperbaiki proses pencernaan.
Daun Mint dan Peppermint
Ekstrak peppermint telah lama digunakan dalam dunia medis untuk meredakan sindrom iritasi usus (IBS). Kandungan menthol di dalamnya bekerja melemaskan otot saluran pencernaan sehingga gas lebih mudah keluar. Tak heran jika teh mint sering menjadi pilihan saat perut terasa penuh dan tidak nyaman.
Serai
Serai bukan hanya memberi aroma segar, tetapi juga memiliki sifat antibakteri dan antiinflamasi. Beberapa penelitian menunjukkan serai membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan meredakan peradangan ringan.
Dalam ramuan tradisional Indonesia, serai sering dikombinasikan dengan jahe untuk mempercepat pemulihan saat tubuh terasa tidak enak.
Kenapa Herbal Bisa Efektif?
Banyak herbal bekerja dengan cara memperbaiki sirkulasi darah, merangsang enzim pencernaan, serta memiliki efek antiinflamasi alami. Inilah sebabnya gejala seperti kembung, mual, dan meriang bisa berkurang setelah mengonsumsi ramuan hangat.
Namun penting dipahami, jika gejala disertai demam tinggi, muntah terus-menerus, diare berat, atau nyeri hebat, sebaiknya segera konsultasi ke tenaga medis karena bisa jadi itu bukan sekadar "masuk angin".
Cara Konsumsi yang Aman
Herbal umumnya aman dikonsumsi dalam jumlah wajar. Jahe bisa diseduh 1–2 ruas per gelas air hangat. Kunyit dapat direbus atau dicampur madu. Peppermint dikonsumsi dalam bentuk teh.
Ibu hamil, penderita gangguan lambung berat, atau mereka yang sedang mengonsumsi obat tertentu tetap perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum rutin mengonsumsi herbal.
Next News

Klepon, Bom Atom Manis yang Bikin Nagih
in an hour

Tape, Dari Camilan Pinggir Jalan Sampai Jadi Superfood Lokal yang "Mabukable"
in 43 minutes

Kenapa Kembang Kol Sering Bikin Perut Kayak Balon?
in 38 minutes

Minyak Kelapa, VCO, dan Minyak Sawit: Mana yang Lebih Sehat ?
12 hours ago

Masuk Angin: Apa Yang Sebenarnya Terjadi Pada Tubuh Kita?
12 hours ago

Hisab dan Rukyat: Memahami Dua Metode Penentuan Awal Bulan Hijriah
12 hours ago

Migren atau Vertigo? Kenali Bedanya Sebelum Salah Penanganan
12 hours ago

Baking Soda Serbaguna: Benarkah Aman untuk Tubuh?
12 hours ago

Bau Badan? Usir dengan Cara Alami
16 hours ago

Ngabuburit: Awalnya Tradisi Sunda hingga menjadi Tradisi di seluruh Indonesia
17 hours ago





