Kolang-Kaling ; Segar, Rendah Kalori, dan Baik untuk Sendi
Nanda - Friday, 13 February 2026 | 04:31 AM


Kolang-kaling berasal dari biji buah pohon aren (Arenga pinnata) yang direbus dan direndam hingga menghasilkan tekstur kenyal transparan. Di Indonesia, kolang-kaling populer sebagai campuran es buah, kolak, atau manisan.
Selain menyegarkan, kolang-kaling memiliki nilai gizi yang cukup menarik.
Kolang-kaling mengandung air dalam jumlah tinggi, serat pangan, serta mineral seperti kalsium dan fosfor, dan bermanfaat untuk :
1️⃣ Membantu Hidrasi Tubuh
Kandungan air kolang-kaling sangat tinggi, sehingga membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh. Ini membuatnya cocok dikonsumsi saat cuaca panas atau setelah berpuasa.
2️⃣ Baik untuk Pencernaan
Serat dalam kolang-kaling membantu memperlancar buang air besar dan mencegah sembelit. Serat juga berperan dalam menjaga kesehatan mikrobiota usus.
Organisasi seperti World Health Organization menekankan pentingnya asupan serat harian untuk menjaga sistem pencernaan dan mencegah penyakit metabolik.
3️⃣ Mendukung Kesehatan Tulang dan Sendi
Kolang-kaling mengandung kalsium dan fosfor yang berperan dalam menjaga kepadatan tulang. Meski jumlahnya tidak setinggi susu, tetap memberi kontribusi tambahan dalam pola makan.
Selain itu, tekstur kenyal kolang-kaling berasal dari kandungan galaktomanan, yaitu serat larut yang memiliki sifat anti-inflamasi ringan dan berpotensi mendukung kesehatan sendi.
4️⃣ Rendah Kalori (Jika Tidak Ditambah Gula Berlebihan)
Secara alami, kolang-kaling rendah kalori dan lemak. Namun, manfaat ini bisa berkurang jika disajikan dengan sirup atau gula berlebihan.
Untuk pilihan lebih sehat, kolang-kaling bisa direbus ulang dengan sedikit gula aren atau dicampur buah segar tanpa tambahan pemanis berlebihan.
5️⃣ Membantu Menjaga Berat Badan
Karena tinggi air dan serat, kolang-kaling memberikan rasa kenyang lebih lama tanpa asupan kalori besar. Ini dapat membantu mengontrol nafsu makan.
Tapi perlu diperhatikan saat ingin makan kolang kaling:
-Pastikan kolang-kaling dicuci bersih untuk menghilangkan bau asam alami.
-Hindari konsumsi berlebihan jika memiliki gangguan pencernaan sensitif.
-Perhatikan tambahan gula dalam penyajian.
Kolang-kaling bukan sekadar pelengkap minuman tradisional. Ia mengandung air, serat, dan mineral yang mendukung hidrasi, pencernaan, dan kesehatan tulang.
Kunci manfaatnya ada pada cara penyajian: semakin sedikit gula tambahan, semakin sehat hasilnya.
Next News

Jalan Perbatasan Samosir-Humbahas Mulai Dibangun, Anggaran Capai Rp27,6 Miliar
4 hours ago

Mengapa Pelajaran Tertentu Terasa Sulit Padahal Sebenarnya Menarik?
12 hours ago

Mengapa Orang Lebih Cepat Membaca Judul daripada Isi Berita?
12 hours ago

Kenapa Kita Sering Membayangkan Skenario yang Belum Tentu Terjadi?
12 hours ago

Mengapa Pemandangan Alam Bisa Membuat Pikiran Lebih Tenang?
12 hours ago

Setelah Mengetahui Alasannya, Kamu Mungkin Akan Melihatnya dengan Cara Berbeda
12 hours ago

Kelihatannya Sepele, tetapi Dampaknya Bisa Tidak Terduga
12 hours ago

Ternyata Bukan Kebetulan, Ini Alasan di Balik Fenomena Sehari-hari
12 hours ago

Ternyata Ada Alasan Mengapa Kita Melakukan Hal Ini Setiap Hari
12 hours ago

Maulid Nabi Bukan Sekadar Tradisi, Ini Pelajaran Akhlak Rasulullah yang Relevan di Zaman Sekarang
11 hours ago





