Jumat, 13 Februari 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Beras yang Direkomendasikan untuk Orang Diet: Pilihan Lebih Sehat dan Rendah Indeks Glikemik

Nanda - Friday, 13 February 2026 | 04:50 AM

Background
Beras yang Direkomendasikan untuk Orang Diet: Pilihan Lebih Sehat dan Rendah Indeks Glikemik

Beras dan Diet: Perlu Dihindari atau Dipilih dengan Tepat?

Beras merupakan sumber karbohidrat utama masyarakat Indonesia. Dalam 100 gram nasi putih matang, terkandung sekitar 175–180 kalori dan 40 gram karbohidrat. Meski menjadi sumber energi utama, jenis beras yang dikonsumsi sangat memengaruhi respons gula darah, rasa kenyang, dan keberhasilan program diet.

Dalam konteks diet sehat, kunci utamanya bukan menghindari beras sepenuhnya, melainkan memilih jenis beras dengan serat lebih tinggi, indeks glikemik (IG) lebih rendah, dan kandungan nutrisi lebih lengkap.

1. Beras Merah

Beras merah dikenal sebagai pilihan populer untuk diet. Warna merah berasal dari kandungan antosianin yang bersifat antioksidan.

Kandungan gizi utama (per 100 gram beras merah matang):

  • Kalori: ±110–120 kkal
  • Serat: ±1,8 gram
  • Karbohidrat kompleks
  • Vitamin B dan mineral seperti magnesium

Keunggulan untuk diet:

  • Indeks glikemik lebih rendah dibanding nasi putih
  • Serat lebih tinggi sehingga membuat kenyang lebih lama
  • Membantu mengontrol kadar gula darah

2. Beras Hitam

Beras hitam memiliki kandungan antioksidan yang lebih tinggi dibanding beras merah.

Kandungan utama:

  • Antosianin tinggi
  • Serat lebih banyak dibanding beras putih
  • Zat besi dan vitamin E

Manfaat untuk diet:

  • Membantu mengontrol nafsu makan
  • Mendukung kesehatan metabolisme
  • Baik untuk penderita pradiabetes atau diabetes tipe 2

3. Beras Cokelat (Brown Rice)

Beras cokelat sebenarnya adalah beras yang hanya mengalami sedikit proses penggilingan sehingga lapisan bekatulnya masih utuh.

Keunggulan:

  • Mengandung serat dan protein lebih tinggi dari nasi putih
  • Indeks glikemik lebih rendah
  • Membantu menjaga stabilitas energi

Beras ini sering direkomendasikan dalam pola makan sehat seperti diet tinggi serat atau diet penurunan berat badan.

4. Beras Shirataki (Alternatif Rendah Kalori)

Meski bukan beras asli, beras shirataki populer dalam diet rendah kalori dan diet keto. Produk ini berasal dari umbi tanaman konjac.

Kandungan utama:

  • Sangat rendah kalori
  • Tinggi serat larut (glucomannan)
  • Hampir tidak mengandung karbohidrat

Manfaat:

  • Memberi rasa kenyang dengan kalori minimal
  • Membantu mengontrol asupan kalori harian

5. Beras Basmati

Beras basmati, yang berasal dari Asia Selatan, memiliki indeks glikemik yang relatif lebih rendah dibanding nasi putih biasa.

Keunggulan:

  • Tekstur panjang dan tidak mudah lengket
  • IG lebih rendah dibanding nasi putih biasa
  • Cocok untuk diet pengaturan gula darah

Kenapa Nasi Putih Kurang Direkomendasikan Saat Diet?

Nasi putih telah melalui proses penggilingan dan pemolesan yang menghilangkan lapisan bekatul dan sebagian besar seratnya. Akibatnya:

  • Indeks glikemik tinggi
  • Cepat meningkatkan gula darah
  • Rasa kenyang tidak bertahan lama

Namun, nasi putih tetap bisa dikonsumsi dalam diet jika porsinya dikontrol dan dikombinasikan dengan protein serta sayuran berserat.

Beras tidak harus dihindari saat diet. Pemilihan jenis beras yang tepat seperti beras merah, beras hitam, beras cokelat, shirataki, atau basmati dapat membantu menjaga berat badan dan kadar gula darah tetap stabil.

Kunci keberhasilan diet tetap terletak pada keseimbangan gizi, pengaturan porsi, dan gaya hidup aktif, bukan sekadar mengganti jenis beras semata.