Jumat, 13 Februari 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Jarang diketahui ternyata ini manfaaf dari buah Maja

Nanda - Friday, 13 February 2026 | 12:00 PM

Background
Jarang diketahui ternyata ini manfaaf dari buah Maja

Buah Maja "Sakti" dari Zaman Majapahit yang Ternyata Bukan Sekadar Mitos Pahit

Kalau kita bicara soal sejarah Indonesia, nama "Majapahit" pasti langsung nempel di kepala. Dan kalau ngomongin Majapahit, narasi yang paling sering kita dengar adalah soal Raden Wijaya yang menemukan buah pahit di hutan Tarik, lalu menamakan kerajaannya berdasarkan pengalaman lidahnya itu. Buah Maja. Saking melekatnya cerita itu, banyak dari kita yang tumbuh besar dengan anggapan kalau buah maja itu adalah buah yang nggak guna, rasanya pahit luar biasa, dan cuma cocok jadi bahan sejarah di buku LKS sekolah.

Tapi, tunggu dulu. Mari kita luruskan sedikit "kekeliruan" sejarah yang sudah telanjur mapan ini. Ternyata, ada dua jenis buah yang sering tertukar panggilannya sebagai "maja". Yang pertama adalah maja kelapa atau beruwas (Crescentia cujete) yang memang rasanya pahit minta ampun dan biasanya cuma jadi pajangan atau wadah air. Nah, yang kedua adalah maja yang asli atau Bael Fruit (Aegle marmelos). Buah inilah yang sebenarnya punya segudang manfaat kesehatan dan bahkan dianggap buah suci di India. Jadi, kalau kamu mengira buah maja cuma bisa bikin lidah kelu, kamu salah besar. Buah ini adalah "superfood" tersembunyi yang mungkin selama ini cuma tumbuh liar di belakang rumah kakek kita tanpa ada yang peduli.

Solusi Diare Hingga Sembelit

Pernah nggak sih kamu merasa perut lagi nggak kompromi? Entah itu karena kebanyakan makan seblak level pedas mampus atau gara-gara jajan sembarangan di pinggir jalan. Di sinilah buah maja mengambil peran sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Sejak zaman nenek moyang kita belum kenal obat kimia dalam kemasan sachet, buah maja sudah digunakan untuk urusan pencernaan.

Buah maja mengandung senyawa yang namanya tanin. Zat ini punya sifat astringen yang bisa membantu meredakan diare kronis. Lucunya, buah yang sama juga bisa jadi solusi buat kamu yang lagi susah buang air besar alias sembelit. Kok bisa? Karena seratnya yang tinggi bekerja seperti sapu yang membersihkan usus. Rasanya memang unik, ada sedikit aroma aromatik yang khas, tapi khasiatnya buat urusan "panggilan alam" benar-benar nggak kaleng-kaleng. Ibaratnya, buah maja ini adalah manajer operasional buat sistem pencernaan kita yang lagi kacau.

Tameng Antioksidan yang Bikin Tubuh Nggak Gampang Tumbang

Di era sekarang, di mana polusi udara di kota besar makin nggak ngotak dan radikal bebas ada di mana-mana, kita butuh asupan yang bisa menjaga daya tahan tubuh. Buah maja ini ternyata kaya akan Vitamin C dan senyawa fenolik. Buat kamu yang belum tahu, senyawa ini adalah pasukan elit antioksidan yang bertugas melawan kerusakan sel dalam tubuh.

Mengonsumsi ekstrak atau jus buah maja secara rutin dipercaya bisa meningkatkan imunitas. Jadi, daripada cuma mengandalkan suplemen mahal yang botolnya estetik tapi isinya kimia semua, nggak ada salahnya melirik buah lokal ini. Selain Vitamin C, ada juga kandungan kalsium, fosfor, dan zat besi. Bayangkan, satu buah yang sering disepelekan ini ternyata punya profil nutrisi yang cukup lengkap buat menjaga kita tetap fit di tengah gempuran deadline kerjaan yang nggak ada habisnya.

Musuh Alami Diabetes dan Kadar Gula Darah

Ini nih yang menarik. Banyak penelitian mulai melirik potensi buah maja dalam membantu mengontrol kadar gula darah. Buah ini mengandung ekstrak yang memiliki efek hipoglikemik. Artinya, dia bisa membantu menurunkan kadar glukosa dalam darah. Buat orang-orang yang punya risiko diabetes atau memang ingin menjaga pola hidup sehat, buah maja bisa jadi alternatif alami yang sangat menjanjikan.

Eh, tapi jangan salah tangkap ya. Ini bukan berarti kamu bisa makan martabak manis tiap malam terus minum jus maja dan berharap gula darah langsung aman. Tetap saja, gaya hidup harus dijaga. Tapi, kehadiran buah maja sebagai "booster" kesehatan sangatlah signifikan. Di beberapa negara, daun maja bahkan direbus dan airnya diminum sebagai teh untuk menstabilkan kondisi tubuh para penderita kencing manis.

Ampuh Melawan Peradangan dan Masalah Kulit

Punya masalah sama jerawat yang meradang atau kulit yang sering gatal-gatal? Ternyata buah maja juga punya sifat anti-inflamasi dan antimikroba. Jadi, nggak cuma sehat di dalam, tapi juga bermanfaat buat penampilan luar. Ekstrak dari daging buah atau daunnya bisa digunakan untuk membantu mempercepat penyembuhan luka atau meredakan peradangan pada kulit.

Beberapa orang bahkan menggunakan pasta dari buah maja untuk mengobati infeksi jamur. Ini adalah bentuk kearifan lokal yang mungkin sudah mulai lupakan oleh generasi z yang lebih akrab dengan skincare berbahan aktif ribet. Padahal, alam sudah menyediakan solusinya secara cuma-cuma, kalau saja kita mau sedikit lebih rajin mengolahnya.

Gimana Cara Menikmatinya Tanpa Harus Merasa "Tersiksa"?

Oke, sekarang masuk ke bagian praktisnya. Masalah utama dari buah maja (yang tipe manis atau Aegle marmelos) adalah kulitnya yang kerasnya minta ampun. Kamu mungkin butuh palu atau dibanting ke lantai buat membukanya. Tapi begitu terbuka, isinya yang berwarna kuning oranye itu punya aroma yang sangat wangi, mirip perpaduan antara mawar dan pepaya.

Cara paling populer untuk mengonsumsinya adalah dengan menjadikannya jus atau serbat. Daging buahnya dikerok, dicampur air, lalu disaring untuk memisahkan biji dan serat kasarnya. Tambahkan sedikit madu atau perasan jeruk nipis, dan tara! Kamu punya minuman kesehatan kelas dunia yang rasanya eksotis. Di India, minuman ini disebut "Bael Sharbat" dan sangat populer dijual di pinggir jalan saat musim panas karena efeknya yang mendinginkan suhu tubuh.

Kesimpulannya, buah maja adalah bukti nyata kalau kita seringkali menilai sesuatu cuma dari "katanya". Kita pikir dia pahit karena cerita sejarah, padahal dia manis dan penuh manfaat. Kita pikir dia cuma tanaman pagar, padahal dia adalah apotek hidup. Jadi, kalau suatu saat kamu lagi jalan-jalan dan nemu pohon maja, jangan cuma dilewati. Mungkin saja itu adalah jawaban dari masalah kesehatanmu yang selama ini belum ketemu solusinya. Yuk, mulai hargai lagi kekayaan hayati kita sendiri, sebelum nanti diklaim atau dipopulerkan lagi oleh orang luar dengan harga yang berkali-kali lipat mahal!

Tags