Kenapa Perjalanan Pulang Terasa Lebih Cepat? Ternyata Otak Punya Cara Sendiri Menghitung Waktu
RAU - Saturday, 05 September 2026 | 12:26 PM


Pernahkah Anda melakukan perjalanan ke suatu tempat dan merasa perjalanan menuju lokasi tersebut berlangsung cukup lama? Namun, ketika kembali melalui perjalanan yang sama, waktu seolah-olah berjalan lebih cepat.
Padahal, secara nyata tidak ada perbedaan berarti. Jarak yang ditempuh sama dan durasi perjalanan pun bisa saja persis sama. Lalu, mengapa sensasi waktunya terasa berbeda?
Fenomena tersebut dikenal dalam psikologi sebagai return trip effect. Istilah ini menggambarkan kecenderungan seseorang mempersepsikan perjalanan pulang sebagai perjalanan yang lebih singkat dibandingkan perjalanan pergi.
Sejumlah penelitian telah mencoba memahami bagaimana fenomena tersebut terjadi. Salah satunya melalui penelitian yang diterbitkan dalam Psychonomic Bulletin & Review. Para peneliti menguji pengalaman peserta melalui berbagai bentuk perjalanan, termasuk perjalanan menggunakan kendaraan maupun eksperimen dengan tayangan video.
Hasilnya menunjukkan kecenderungan yang cukup menarik. Peserta umumnya menilai perjalanan pulang terasa lebih singkat meskipun waktu dan jarak perjalanan sebenarnya tidak berbeda dari perjalanan ketika berangkat.
Rute yang Sudah Dikenal Bisa Berpengaruh
Salah satu faktor yang diduga berperan adalah familiaritas terhadap perjalanan.
Ketika berangkat menuju tempat yang belum dikenal, seseorang mungkin lebih banyak memperhatikan lingkungan sekitar. Ada berbagai hal baru yang perlu diamati dan diproses oleh otak.
Sementara itu, ketika perjalanan pulang dilakukan, rute tersebut sudah lebih familiar. Kita sudah mengetahui gambaran perjalanan, mengenali beberapa titik yang dilewati, dan memiliki gambaran mengenai apa yang akan terjadi berikutnya.
Kondisi tersebut dapat membuat perjalanan terasa lebih mudah diprediksi.
Menariknya, penelitian juga menemukan bahwa efek ini tidak selalu bergantung pada penggunaan rute yang benar-benar sama. Selama karakteristik perjalanan seperti jaraknya serupa, sensasi perjalanan pulang yang terasa lebih singkat masih dapat muncul.
Ekspektasi Ternyata Ikut Berperan
Selain familiaritas, ekspektasi terhadap durasi perjalanan juga diduga memiliki pengaruh.
Ketika berangkat, seseorang mungkin memperkirakan perjalanan akan berlangsung sebentar. Namun, apabila kenyataannya perjalanan terasa lebih panjang dari perkiraan, pengalaman tersebut dapat memengaruhi penilaian terhadap perjalanan berikutnya.
Ketika perjalanan pulang ternyata berlangsung sesuai atau bahkan lebih singkat dari perkiraan baru tersebut, otak dapat menilainya sebagai perjalanan yang lebih cepat.
Dengan kata lain, bukan berarti waktu benar-benar berjalan lebih cepat ketika kita pulang. Yang berubah adalah cara otak mempersepsikan dan mengingat durasi perjalanan tersebut.
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa sensasi ini tidak selalu muncul ketika seseorang masih berada dalam perjalanan. Efeknya dapat menjadi lebih jelas setelah perjalanan selesai, ketika seseorang mengingat kembali pengalaman perjalanan pergi dan pulang.
Hal ini menunjukkan bahwa persepsi terhadap waktu tidak selalu sama dengan waktu yang diukur menggunakan jam.
Jadi, jika Anda merasa perjalanan pergi terasa panjang sementara perjalanan pulang seperti baru sebentar, pengalaman tersebut bukan sesuatu yang aneh. Otak manusia memang tidak selalu mempersepsikan waktu secara objektif.
Next News

7 Bahan Herbal yang Bisa Bantu Jaga Kesehatan Paru-paru, Ada Jahe hingga Kunyit
in 7 hours

Bukan Cuma Kurang Minum, 4 Hal Ini Ternyata Bisa Memicu Dehidrasi
in 7 hours

Lapar Tengah Malam? 6 Pilihan Camilan yang Aman Dinikmati Sebelum Tidur
in 7 hours

7 Pilihan Ikan yang Baik untuk Penderita Diabetes, Kaya Protein dan Omega-3
in 7 hours

Kenapa Ikan Salmon Harganya Bikin Dompet Meringis? Ternyata Ini Alasannya!
in 7 hours

Benarkah Pagi Hari Jadi Waktu Terburuk Minum Kopi? Ini Penjelasan yang Perlu Diketahui
in 6 hours

Jangan Langsung Menolak Rasa Pahit, 6 Makanan Ini Ternyata Kaya Nutrisi
in 6 hours

7 Tanda Tubuh Bisa Memberi Sinyal Pola Makan Anda Perlu Diperhatikan
in 6 hours

6 Makanan yang Bisa Membantu Menjaga Kesehatan Mata, Ada Ikan hingga Telur
in 6 hours

Kenali 6 Faktor yang Bisa Meningkatkan Risiko Kanker Usus Besar
in 6 hours





