Sabtu, 5 September 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

7 Tanda Tubuh Bisa Memberi Sinyal Pola Makan Anda Perlu Diperhatikan

RAU - Saturday, 05 September 2026 | 01:37 PM

Background
7 Tanda Tubuh Bisa Memberi Sinyal Pola Makan Anda Perlu Diperhatikan

Makanan bukan sekadar sumber energi. Tubuh membutuhkan berbagai nutrisi untuk menjalankan fungsi organ, menjaga jaringan, mendukung sistem kekebalan tubuh, hingga membantu proses pemulihan.

Ketika kebutuhan nutrisi tidak terpenuhi dengan baik, beberapa perubahan mungkin muncul pada tubuh. Meski demikian, tanda-tanda tersebut tidak selalu berarti seseorang memiliki pola makan yang buruk karena bisa juga disebabkan oleh kondisi kesehatan lain.

Berikut beberapa tanda yang patut diperhatikan.

1. Rambut Mudah Rapuh dan Rontok

Rambut membutuhkan berbagai nutrisi untuk mendukung pertumbuhan dan kekuatannya. Asupan protein, zat besi, seng, vitamin C, dan lemak esensial yang tidak mencukupi dapat berkaitan dengan rambut yang lebih rapuh, menipis, atau mudah rontok.

Namun, perubahan pada rambut juga dapat dipengaruhi faktor lain seperti hormon, stres, kondisi medis, maupun faktor keturunan.



2. Kondisi Kulit Berubah

Kulit juga dapat mencerminkan kondisi tubuh. Pola makan yang kurang beragam dapat membuat tubuh kekurangan sejumlah vitamin dan mineral yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan kulit.

Nutrisi seperti vitamin A, C, D, dan E memiliki peran dalam mendukung fungsi kulit. Karena itu, konsumsi makanan yang beragam dan bergizi penting untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh.

3. Muncul Retakan di Sudut Mulut

Retakan atau luka pada sudut bibir dikenal sebagai angular cheilitis. Kondisi ini dapat membuat sudut mulut terasa perih dan tidak nyaman.

Dalam beberapa kasus, kondisi tersebut dapat berkaitan dengan kekurangan zat besi atau vitamin tertentu. Namun, infeksi jamur atau bakteri dan faktor lainnya juga bisa menjadi penyebab.

Jika luka tidak kunjung membaik, semakin parah, atau sering berulang, sebaiknya diperiksakan kepada tenaga kesehatan.



4. Tubuh Sering Terasa Lemas

Rasa lelah dapat muncul karena berbagai faktor, termasuk kurang tidur, aktivitas yang padat, stres, maupun asupan makanan yang tidak mencukupi kebutuhan tubuh.

Pola makan yang terlalu didominasi makanan tinggi gula sederhana juga dapat membuat energi terasa naik-turun. Mengonsumsi makanan yang beragam dengan sumber karbohidrat, protein, lemak sehat, sayuran, dan buah dapat membantu memenuhi kebutuhan energi serta nutrisi.

5. Sulit Berkonsentrasi

Kemampuan otak untuk bekerja dengan baik membutuhkan pasokan energi dan nutrisi. Ketika asupan makanan tidak seimbang, seseorang mungkin merasa lebih mudah lelah atau kesulitan berkonsentrasi.

Asam lemak omega-3 merupakan salah satu nutrisi yang berperan dalam fungsi otak. Sumbernya antara lain ikan berlemak, kacang-kacangan, dan beberapa jenis biji-bijian.

Namun, sulit fokus juga dapat disebabkan oleh kurang tidur, stres, dehidrasi, atau berbagai kondisi lainnya.



6. Luka Membutuhkan Waktu Lebih Lama untuk Pulih

Proses penyembuhan luka membutuhkan energi, protein, vitamin, mineral, dan nutrisi lainnya. Karena itu, asupan makanan yang tidak mencukupi dapat memengaruhi kemampuan tubuh dalam membangun jaringan baru dan mendukung proses pemulihan.

Jika luka membutuhkan waktu yang tidak biasa untuk sembuh, jangan hanya mengandalkan perubahan pola makan. Kondisi tersebut juga dapat menjadi tanda masalah kesehatan tertentu sehingga perlu diperhatikan.

7. Lebih Sering Mengalami Gangguan Kesehatan

Sistem kekebalan tubuh membutuhkan berbagai nutrisi agar dapat berfungsi dengan baik. Kekurangan nutrisi tertentu dapat memengaruhi daya tahan tubuh.

Vitamin A, C, dan E, seng, selenium, zat besi, serta folat merupakan beberapa nutrisi yang memiliki peran dalam fungsi tubuh dan sistem imun.

Cara terbaik untuk memenuhi kebutuhan tersebut adalah dengan mengonsumsi makanan yang beragam, seperti sayuran, buah-buahan, sumber protein, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh.



Berbagai perubahan pada tubuh memang bisa menjadi alasan untuk mengevaluasi pola makan. Namun, satu gejala saja tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa seseorang mengalami pola makan tidak sehat.

Jika keluhan berlangsung lama, semakin berat, atau mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan untuk mengetahui penyebab yang sebenarnya.