Kenapa Telur Bisa Mengembang Saat Dikocok? Ternyata Ada Udara yang Terperangkap
Liaa - Saturday, 05 September 2026 | 02:39 AM


Kenapa Telur Bisa Mengembang Saat Dikocok?
Telur menjadi salah satu bahan makanan yang menarik jika diperhatikan saat diolah. Ketika masih berada di dalam wadah, telur terlihat seperti cairan biasa. Namun, setelah dikocok beberapa saat, volumenya bisa terlihat meningkat dan permukaannya menjadi berbusa.
Sebenarnya, telur tidak benar-benar bertambah jumlahnya. Ada proses sederhana yang membuat campuran telur terlihat mengembang.
1. Pengocokan memasukkan udara
Ketika telur dikocok menggunakan garpu, whisk, atau alat pengocok, gerakan tersebut memecah permukaan cairan dan memasukkan udara ke dalam telur.
Udara kemudian membentuk banyak gelembung kecil. Semakin lama dan kuat telur dikocok, biasanya semakin banyak udara yang masuk.
2. Protein telur membantu mempertahankan gelembung
Telur mengandung protein yang memiliki peran penting dalam proses ini. Ketika dikocok, sebagian protein mengalami perubahan susunan dan berkumpul di sekitar gelembung udara.
Lapisan protein tersebut membantu membuat gelembung lebih stabil sehingga udara tidak langsung keluar.
3. Putih telur bisa mengembang lebih banyak
Putih telur sangat terkenal karena kemampuannya membentuk busa. Kandungan proteinnya membantu menstabilkan gelembung udara yang terbentuk selama pengocokan.
Itulah sebabnya putih telur dapat berubah dari cairan bening menjadi busa putih dengan volume yang jauh lebih besar.
4. Kuning telur juga bisa berubah
Kuning telur mengandung lemak sehingga karakter busanya berbeda dengan putih telur. Namun, ketika telur utuh dikocok, udara tetap dapat masuk dan membuat campuran menjadi lebih ringan serta sedikit mengembang.
Karena adanya lemak, busa dari telur utuh biasanya tidak sekuat atau setahan lama busa putih telur yang dikocok sendiri.
5. Suhu dan cara mengocok juga berpengaruh
Hasil pengocokan telur dapat dipengaruhi oleh suhu, alat yang digunakan, serta durasi pengocokan. Dalam pembuatan kue, teknik mengocok telur bahkan menjadi salah satu hal penting untuk mendapatkan tekstur tertentu.
Semakin banyak udara yang berhasil dimasukkan dan dipertahankan, semakin ringan struktur adonan yang dihasilkan.
Jadi, Kenapa Telur Terlihat Bertambah?
Jawabannya cukup sederhana: udara.
Telur yang dikocok sebenarnya sedang "menangkap" banyak gelembung udara. Protein di dalam telur membantu menahan gelembung tersebut sehingga volumenya meningkat dan teksturnya berubah menjadi lebih ringan.
Jadi, kalau telur terlihat lebih banyak setelah dikocok, bukan berarti jumlah telurnya bertambah. Yang bertambah adalah ruang yang ditempati oleh udara di dalam campuran telur.
Next News

Telapak Tangan Berkeringat saat Gugup, Begini Respons Tubuh terhadap Stres
3 minutes ago

Menjelang Haid Sering Bad Mood? Perubahan Hormon Bisa Berperan
5 minutes ago

Anti-Hancur, Ini Tips Membuat Nugget Rumahan dengan Tekstur Padat
11 minutes ago

Renyah di Luar, Lembut di Dalam: Rahasia Tekstur Nugget Favorit Banyak Orang
13 minutes ago

Sosis Bakar Lebih Harum daripada Sosis Rebus, Ini Alasannya
15 minutes ago

Daun Kelor Kerap Disebut Superfood, Ini Kandungan Gizinya
17 minutes ago

Serai Bukan Hanya Bumbu Dapur, Rempah Ini Juga Sering Dijadikan Minuman
26 minutes ago

Daun Sirih Punya Aroma Khas, Ini Senyawa yang Berperan di Dalamnya
30 minutes ago

Beras Kencur Punya Rasa Khas, Ini yang Membuatnya Berbeda dari Jamu Lain
32 minutes ago

Wedang Jahe Jadi Favorit saat Hujan, Ini Alasan di Baliknya
35 minutes ago





