Pernah Bertanya Kenapa Telur Mudah Pecah, Tapi Tidak Saat Berada di Dalam Tubuh Ayam?
Liaa - Saturday, 05 September 2026 | 02:52 AM


Pernah Bertanya Kenapa Telur Mudah Pecah, Tapi Tidak Saat Berada di Dalam Tubuh Ayam?
Pernah memegang telur lalu menjatuhkannya sedikit dan langsung melihat cangkangnya retak? Telur memang terlihat kuat, tetapi sebenarnya cukup rentan terhadap benturan tertentu.
Hal yang menarik adalah telur bisa terbentuk di dalam tubuh ayam tanpa pecah begitu saja. Bagaimana bisa?
Jawabannya berkaitan dengan cara telur terbentuk dan lingkungan tempat telur berada sebelum dikeluarkan.
1. Telur tidak langsung memiliki cangkang keras
Proses pembentukan telur berlangsung secara bertahap di dalam saluran reproduksi ayam.
Pada awalnya, bagian telur yang terbentuk masih lunak. Setelah melewati beberapa tahap, lapisan cangkang mulai terbentuk dan mengeras. Cangkang tersebut terutama tersusun dari kalsium karbonat.
Jadi, telur yang kita lihat di luar tubuh ayam sebenarnya sudah melalui proses pembentukan yang cukup panjang.
2. Telur berada di dalam saluran reproduksi yang melindunginya
Selama proses pembentukan, telur tidak berada di ruang kosong yang membuatnya bebas bergerak dan saling berbenturan.
Telur bergerak secara perlahan melalui saluran reproduksi ayam. Kondisi tersebut membantu mengurangi kemungkinan terjadinya benturan keras selama proses pembentukan.
3. Cangkang dirancang untuk kuat sekaligus bisa pecah
Cangkang telur memiliki struktur yang menarik. Ia cukup kuat untuk melindungi isi telur dari tekanan tertentu, tetapi tetap bisa pecah ketika mendapatkan benturan atau tekanan yang sesuai.
Bentuk telur juga membantu mendistribusikan tekanan. Karena bentuknya melengkung, tekanan dari beberapa arah dapat tersebar pada permukaan cangkang.
4. Telur tidak mendapat benturan seperti ketika berada di meja
Ketika telur sudah berada di dapur, kita bisa menjatuhkannya, menabrakkannya ke permukaan keras, atau memberikan tekanan pada satu titik.
Situasinya tentu berbeda ketika telur masih berada di dalam tubuh ayam. Tidak ada benturan keras seperti telur yang jatuh ke lantai atau terkena sudut meja.
5. Setelah dikeluarkan, telur tetap memiliki perlindungan tambahan
Selain cangkang, telur juga memiliki lapisan pelindung pada permukaannya yang disebut kutikula. Lapisan ini membantu mengurangi masuknya mikroorganisme melalui pori-pori cangkang.
Karena itu, telur bukan sekadar cangkang keras yang membungkus kuning dan putih telur. Ada beberapa lapisan dan mekanisme perlindungan yang bekerja bersama.
Jadi, Kenapa Tidak Pecah di Dalam Tubuh Ayam?
Telur tidak pecah begitu saja karena pembentukannya berlangsung secara bertahap di lingkungan tubuh ayam yang relatif terlindungi dan tanpa benturan keras. Setelah cangkang selesai terbentuk, telur kemudian dikeluarkan dengan proses biologis yang memungkinkan telur keluar tanpa harus mengalami tekanan seperti ketika telur dibenturkan dari luar.
Menariknya, sesuatu yang terlihat sederhana seperti telur ternyata memiliki proses pembentukan yang cukup rumit.
Next News

Mengapa Pujian Kecil Bisa Membuat Suasana Hati Berubah Sepanjang Hari?
in 3 hours

Mengapa Anak Lebih Mudah Belajar melalui Permainan?
in 3 hours

Apa Dampak Kurang Tidur terhadap Konsentrasi dan Prestasi Belajar?
in 3 hours

Bagaimana Kebiasaan Membaca Dapat Memengaruhi Kemampuan Berpikir Anak?
in 3 hours

Mengapa Belajar Sedikit demi Sedikit Bisa Lebih Efektif daripada Sistem Kebut Semalam?
9 hours ago

Mengapa Daerah yang Banyak Pohonnya Cenderung Tidak Terlalu Panas?
in 2 hours

Mengapa Tanah di Sekitar Gunung Berapi Bisa Sangat Subur?
in 2 hours

Mengapa Kerupuk Bisa Melempem Jika Dibiarkan Terbuka?
10 hours ago

Kenapa Kita Merasa Canggung Saat Tidak Ada yang Berbicara?
in 2 hours

Kurang Minum Air Bisa Memicu Tekanan Darah Turun, Benarkah?
in 2 hours





