Kenapa Telur Goreng Bisa Punya Pinggiran Renyah dan Bagian Tengah Lembut? Ternyata Ini Rahasianya
Liaa - Saturday, 05 September 2026 | 02:56 AM


Kenapa Telur Goreng Bisa Punya Pinggiran Renyah dan Bagian Tengah Lembut?
Telur goreng sederhana bisa menghasilkan pengalaman makan yang menarik. Bagian putih telur di pinggir terkadang berubah menjadi kecokelatan dan renyah, sedangkan bagian tengahnya masih lembut dan kuning telurnya tetap utuh.
Ternyata, perbedaan tekstur tersebut terjadi karena panas tidak bekerja dengan cara yang sama pada seluruh bagian telur.
1. Pinggiran telur terkena panas lebih langsung
Ketika telur dipecahkan ke dalam wajan panas, bagian putih telur yang menyebar tipis di sekitar tepi mendapatkan panas secara langsung dari permukaan wajan.
Karena lapisannya tipis, air di bagian tersebut lebih cepat menguap. Akibatnya, putih telur menjadi lebih kering dan dapat berubah menjadi renyah.
2. Minyak membantu membuat bagian tepi garing
Jika telur digoreng menggunakan minyak yang cukup panas, bagian putih telur yang berada di tepi dapat terkena minyak panas secara langsung.
Proses ini mempercepat penguapan air dan membantu menghasilkan tekstur yang lebih kering serta renyah.
Ketika suhu cukup tinggi, permukaan telur juga dapat mengalami reaksi pencokelatan yang menghasilkan aroma dan rasa khas makanan yang digoreng.
3. Bagian tengah lebih tebal
Berbeda dengan pinggiran, bagian tengah telur biasanya memiliki lapisan putih telur yang lebih tebal dan terdapat kuning telur di dalamnya.
Air dan panas membutuhkan waktu lebih lama untuk berpindah melalui bagian yang lebih tebal. Karena itu, bagian tengah tidak cepat kering seperti tepi telur.
4. Kuning telur membantu mempertahankan tekstur lembut
Kuning telur memiliki kandungan air, lemak, protein, serta berbagai zat gizi lainnya. Ketika dipanaskan, protein mulai mengeras.
Namun, jika waktu memasaknya lebih singkat, bagian kuning telur masih dapat mempertahankan tekstur lembut atau bahkan lumer.
Itulah sebabnya satu telur goreng bisa memiliki beberapa tekstur sekaligus.
5. Suhu wajan ikut menentukan hasil akhirnya
Wajan yang terlalu dingin dapat membuat telur matang lebih lambat dan menghasilkan tekstur yang berbeda. Sebaliknya, panas yang lebih tinggi dapat membuat bagian tepi cepat mengering dan menjadi renyah.
Karena itu, suhu dan lama memasak sangat menentukan apakah telur akan memiliki pinggiran garing atau justru lebih lembut secara keseluruhan.
Jadi, Kenapa Teksturnya Bisa Berbeda?
Rahasinya ada pada perbedaan ketebalan, kadar air, kontak dengan wajan dan minyak, serta tingkat panas yang diterima setiap bagian telur.
Pinggiran yang tipis dan terkena panas lebih langsung cepat kehilangan air sehingga menjadi renyah. Sementara itu, bagian tengah yang lebih tebal membutuhkan waktu lebih lama untuk matang sehingga dapat tetap lembut.
Jadi, dalam satu butir telur saja, ternyata bisa terjadi beberapa proses sekaligus.
Pinggirannya kriuk, tengahnya lembut—semuanya berawal dari bagaimana panas bertemu dengan telur di dalam wajan.
Next News

Labu Mengandung Serat yang Membantu Mendukung Kesehatan Pencernaan
in 6 hours

Mangga Mengandung Antioksidan, Apa Perannya bagi Sel Tubuh?
in 6 hours

Buah, Sayuran, dan Ikan Berlemak Bisa Menjadi Bagian dari Pola Makan Antiinflamasi
in 6 hours

Sering Lupa Padahal Masih Muda, Faktor Gaya Hidup Bisa Berperan
in 6 hours

Bau Kaki Sulit Hilang? Infeksi Jamur Bisa Menjadi Salah Satu Pemicunya
in 6 hours

Terlalu Lama Menatap Layar HP, Ini Dampaknya bagi Kesehatan Mata
in 6 hours

Mengapa Pengguna Behel Perlu Rutin Memeriksakan Gigi ke Dokter? Ini Alasannya
in 6 hours

Tas Terlalu Berat Bisa Membuat Pendakian Lebih Melelahkan, Ini Penjelasannya
in 6 hours

Tidak Semua Orang Eropa Berkulit Putih, Keragaman Fisiknya Sangat Luas
in 6 hours

Genetika Berperan dalam Warna Rambut, Begini Proses Pewarisannya
in 6 hours





