Sabtu, 5 September 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Benarkah Pagi Hari Jadi Waktu Terburuk Minum Kopi? Ini Penjelasan yang Perlu Diketahui

RAU - Saturday, 05 September 2026 | 01:46 PM

Background
Benarkah Pagi Hari Jadi Waktu Terburuk Minum Kopi? Ini Penjelasan yang Perlu Diketahui

Kopi Pagi Memang Nikmat, Tapi Apakah Waktunya Sudah Tepat?

Bagi sebagian orang, hari belum terasa lengkap tanpa secangkir kopi. Aroma dan rasa pahitnya seolah menjadi teman untuk mengusir rasa kantuk sekaligus memulai aktivitas.

Kopi sendiri mengandung kafein yang dapat meningkatkan kewaspadaan. Dalam jumlah yang sesuai, konsumsi kopi juga telah dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan.

Namun, persoalannya bukan sekadar "boleh atau tidak minum kopi pagi". Kondisi tubuh dan waktu konsumsi juga dapat menentukan apakah kopi terasa nyaman atau justru menimbulkan keluhan.

1. Minum Kopi Saat Perut Kosong Bisa Mengganggu Lambung

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah kebiasaan minum kopi ketika belum makan apa pun.

Kopi dapat merangsang produksi asam lambung dan pada sebagian orang memicu keluhan seperti perut terasa tidak nyaman, mual, atau gejala refluks.



Orang yang memang memiliki masalah refluks atau lambung sensitif mungkin lebih mudah merasakan efek tersebut.

Karena itu, jika kopi saat perut kosong membuat tubuh terasa tidak nyaman, cobalah mengonsumsinya setelah makan atau bersama makanan.

2. Kafein Berhubungan dengan Hormon Kortisol

Tubuh secara alami menghasilkan hormon kortisol yang mengikuti pola harian. Kadarnya umumnya meningkat setelah seseorang bangun dan kemudian berangsur menurun sepanjang hari.

Kafein juga dapat memengaruhi respons tubuh terhadap stres dan kewaspadaan. Karena itu, waktu konsumsi kopi dapat memengaruhi bagaimana seseorang merasakan efek kafein.

Namun, anggapan bahwa minum kopi pagi secara otomatis membuat tubuh "kehabisan" kortisol atau menjadi bergantung pada kafein perlu dipahami dengan hati-hati. Bukti ilmiahnya tidak sesederhana itu.



3. Lalu, Kapan Sebaiknya Minum Kopi?

Tidak ada satu waktu yang wajib berlaku untuk semua orang. Toleransi terhadap kafein setiap orang berbeda.

Sebagian orang merasa lebih nyaman menikmati kopi setelah sarapan atau beberapa waktu setelah bangun tidur. Cara ini juga dapat membantu menghindari keluhan jika perut sensitif terhadap kopi.

Selain waktu minum, jumlah kafein yang dikonsumsi juga penting. Terlalu banyak kafein dapat menyebabkan jantung berdebar, gelisah, sulit tidur, atau gangguan pencernaan pada sebagian orang.

4. Hindari Kopi Terlalu Dekat dengan Waktu Tidur

Jika kopi diminum terlalu sore atau malam, kafein dapat mengganggu waktu dan kualitas tidur pada orang yang sensitif terhadap kafein.

Efek kafein dapat bertahan selama beberapa jam di dalam tubuh. Karena itu, seseorang yang mengalami kesulitan tidur sebaiknya memperhatikan jarak antara konsumsi kopi dan waktu tidur.



Kopi Bukan Masalah Utama, Waktu dan Kondisi Tubuh Juga Berpengaruh

Pada akhirnya, tidak tepat jika semua orang harus menghindari kopi di pagi hari. Banyak orang dapat menikmati kopi pagi tanpa mengalami masalah.

Yang perlu diperhatikan adalah respons tubuh masing-masing. Jika kopi saat perut kosong membuat perut terasa perih atau memicu refluks, mengubah waktu konsumsi dan mengonsumsinya setelah makan bisa menjadi pilihan.

Jadi, bukan berarti kopi pagi selalu buruk. Yang penting adalah jumlahnya, kondisi tubuh, serta bagaimana tubuh merespons kafein.