Selasa, 30 Juni 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Kenapa Jari Berbunyi 'Krek' Saat Ditekuk? Benarkah Bisa Menyebabkan Radang Sendi?

RAU - Tuesday, 30 June 2026 | 03:21 PM

Background
Kenapa Jari Berbunyi 'Krek' Saat Ditekuk? Benarkah Bisa Menyebabkan Radang Sendi?

Hampir semua orang pernah mendengar suara "krek" saat jari tangan atau jari kaki ditekuk.

Ada yang melakukannya tanpa sengaja. Ada pula yang sengaja menarik jari satu per satu karena merasa lebih nyaman setelah bunyi itu muncul.

Namun, sejak kecil banyak orang juga mendapat peringatan yang sama.

"Jangan sering bunyikan jari, nanti kena radang sendi."

Mitos ini begitu populer hingga dipercaya lintas generasi.



Lalu, apakah benar kebiasaan membunyikan jari dapat merusak sendi?

Jawabannya ternyata lebih menarik daripada yang dibayangkan.

Dari Mana Asal Bunyi "Krek"?

Selama bertahun-tahun, para ilmuwan mencoba mencari tahu apa sebenarnya penyebab bunyi tersebut.

Saat dua permukaan sendi ditarik atau diregangkan, ruang di dalam sendi menjadi sedikit lebih besar. Akibatnya, tekanan di dalam cairan sinovial—cairan yang berfungsi melumasi sendi—menurun.



Perubahan tekanan ini menyebabkan terbentuknya gelembung gas kecil, terutama yang mengandung karbon dioksida.

Proses terbentuk atau berubahnya gelembung gas inilah yang menghasilkan bunyi "krek" yang kita dengar.

Dengan kata lain, bunyi itu bukan berasal dari tulang yang saling bergesekan atau patah, melainkan dari fenomena fisika di dalam cairan sendi.

Kenapa Tidak Bisa Langsung Dibunyikan Lagi?

Pernah mencoba membunyikan jari yang sama dua kali berturut-turut?



Biasanya bunyi kedua tidak muncul.

Hal ini terjadi karena gelembung gas yang terbentuk memerlukan waktu untuk kembali larut ke dalam cairan sinovial.

Proses tersebut umumnya membutuhkan waktu sekitar 15–30 menit, sehingga sendi tidak bisa langsung menghasilkan bunyi yang sama.

Fenomena ini menjadi salah satu bukti bahwa bunyi "krek" memang berkaitan dengan perubahan tekanan dan gelembung gas, bukan karena tulang bergeser.

Benarkah Menyebabkan Radang Sendi?



Inilah pertanyaan yang paling sering muncul.

Kabar baiknya, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah kuat yang menunjukkan bahwa kebiasaan membunyikan jari menyebabkan osteoartritis atau radang sendi.

Beberapa penelitian yang membandingkan orang yang sering dan jarang membunyikan jari tidak menemukan perbedaan bermakna dalam risiko terkena osteoartritis.

Salah satu kisah yang cukup terkenal datang dari seorang dokter asal Amerika Serikat, Donald Unger. Selama lebih dari 50 tahun, ia hanya membunyikan jari tangan kirinya setiap hari, sementara tangan kanannya dibiarkan tanpa pernah dibunyikan.

Hasilnya, tidak ada perbedaan tanda-tanda radang sendi pada kedua tangannya. Eksperimen unik ini bahkan membuatnya menerima penghargaan humor ilmiah Ig Nobel Prize pada tahun 2009.



Meski eksperimen tersebut bukan penelitian berskala besar, hasilnya sejalan dengan berbagai studi lain yang menyatakan bahwa membunyikan jari bukan penyebab utama radang sendi.

Lalu, Kenapa Ada yang Merasa Lebih Lega?

Banyak orang mengaku sendinya terasa lebih ringan setelah berbunyi.

Para peneliti menduga sensasi ini muncul karena perubahan tekanan di dalam sendi serta peregangan ringan pada jaringan di sekitarnya.

Namun, efek tersebut biasanya hanya bersifat sementara dan bukan berarti sendi sedang "dikembalikan ke posisi semula", seperti anggapan yang sering beredar.



Apakah Ada Dampak Negatifnya?

Walaupun tidak terbukti menyebabkan radang sendi, bukan berarti kebiasaan ini boleh dilakukan secara berlebihan.

Jika jari ditarik terlalu kuat atau dipaksa terus-menerus, jaringan seperti ligamen atau tendon dapat mengalami iritasi.

Pada sebagian orang, kebiasaan membunyikan jari yang sangat sering juga dilaporkan berkaitan dengan berkurangnya kekuatan genggaman, meskipun buktinya masih terbatas.

Karena itu, para dokter menyarankan untuk tidak memaksakan sendi berbunyi jika terasa nyeri.



Kapan Bunyi Sendi Harus Diwaspadai?

Tidak semua bunyi sendi merupakan hal yang normal.

Segera periksakan diri ke dokter apabila bunyi "krek" disertai:

nyeri yang menetap;

bengkak;



sendi terasa panas;

sulit digerakkan;

atau bunyi muncul setelah cedera.

Dalam kondisi tersebut, bunyi sendi bisa menjadi tanda adanya gangguan pada tulang rawan, ligamen, atau struktur sendi lainnya yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Bunyi "krek" saat jari ditekuk memang terdengar mengkhawatirkan, tetapi pada kebanyakan orang hal itu merupakan proses yang normal.



Hingga kini, belum ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa kebiasaan membunyikan jari secara langsung menyebabkan radang sendi.

Meski begitu, jangan memaksakan sendi berbunyi jika terasa sakit atau baru mengalami cedera.

Jika bunyi sendi disertai nyeri, bengkak, atau gangguan gerak, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter agar penyebabnya dapat diketahui lebih dini.