Cacar Air pada Orang Dewasa: Apakah Bisa Terkena? Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
RAU - Tuesday, 30 June 2026 | 03:42 PM


Cacar air sering dianggap sebagai penyakit yang hanya dialami anak-anak. Padahal, orang dewasa juga dapat terkena cacar air apabila belum pernah terinfeksi sebelumnya atau belum mendapatkan vaksinasi.
Bahkan, dibandingkan anak-anak, cacar air pada orang dewasa cenderung menimbulkan gejala yang lebih berat dan memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi. Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda-tandanya agar penanganan dapat dilakukan sejak dini.
Apa Itu Cacar Air?
Cacar air adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Varicella-zoster. Virus ini menyebar dengan sangat mudah melalui percikan air liur saat penderita batuk atau bersin, serta melalui kontak langsung dengan cairan dari lepuhan pada kulit.
Setelah seseorang sembuh, virus tidak sepenuhnya hilang dari tubuh. Virus dapat "tertidur" di dalam jaringan saraf dan aktif kembali di kemudian hari sebagai herpes zoster atau cacar ular.
Apakah Orang Dewasa Bisa Terkena Cacar Air?
Ya, bisa.
Orang dewasa yang belum pernah terkena cacar air atau belum mendapatkan vaksin varicella masih memiliki risiko terinfeksi.
Kelompok yang lebih berisiko antara lain:
- Belum pernah mengalami cacar air saat kecil.
- Belum menerima vaksin cacar air.
- Memiliki daya tahan tubuh yang lemah.
- Tinggal serumah dengan penderita cacar air.
- Bekerja di lingkungan yang rentan terhadap penularan, seperti rumah sakit atau sekolah.
Gejala Cacar Air pada Orang Dewasa
Gejala biasanya muncul sekitar 10 hingga 21 hari setelah terpapar virus.
Pada awal infeksi, penderita dapat mengalami:
- Demam.
- Tubuh terasa lemas.
- Sakit kepala.
- Nyeri otot.
- Nafsu makan menurun.
Beberapa hari kemudian muncul ruam merah yang berkembang menjadi lepuhan berisi cairan.
Ruam biasanya dimulai dari wajah, dada, atau punggung sebelum menyebar ke seluruh tubuh, termasuk kulit kepala, mulut, dan area kelamin.
Lepuhan akan:
- Berupa bintik merah.
- Berubah menjadi gelembung berisi cairan.
- Pecah.
- Mengering dan membentuk keropeng.
Selama proses tersebut, rasa gatal sering kali menjadi keluhan utama.
Mengapa Cacar Air pada Orang Dewasa Lebih Berbahaya?
Pada orang dewasa, sistem kekebalan tubuh memberikan respons yang berbeda dibandingkan anak-anak sehingga penyakit ini sering berlangsung lebih berat.
Komplikasi yang dapat terjadi meliputi:
- Pneumonia akibat infeksi virus.
- Infeksi bakteri pada kulit.
- Radang otak (ensefalitis).
- Radang hati.
- Dehidrasi akibat demam tinggi dan kurang minum.
Risiko komplikasi juga lebih tinggi pada ibu hamil, lansia, serta orang dengan daya tahan tubuh rendah.
Cara Mengobati Cacar Air
Sebagian besar kasus cacar air dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu sekitar 7–14 hari.
Perawatan yang dapat dilakukan antara lain:
Istirahat yang Cukup
Tubuh membutuhkan waktu untuk melawan infeksi sehingga istirahat sangat penting.
Perbanyak Minum Air Putih
Asupan cairan membantu mencegah dehidrasi, terutama jika disertai demam.
Jangan Menggaruk Lepuhan
Menggaruk dapat menyebabkan infeksi bakteri dan meningkatkan risiko terbentuknya bekas luka.
Jika rasa gatal mengganggu, dokter dapat menyarankan penggunaan losion atau obat antihistamin.
Gunakan Obat Sesuai Anjuran Dokter
Pada beberapa orang dewasa, terutama yang berisiko tinggi mengalami komplikasi, dokter dapat meresepkan obat antivirus seperti acyclovir. Obat ini bekerja paling efektif jika diberikan dalam 24–48 jam pertama setelah ruam muncul.
Cara Mencegah Penularan
Karena sangat mudah menular, penderita sebaiknya:
- Beristirahat di rumah hingga seluruh lepuhan mengering.
- Menghindari kontak dengan bayi, ibu hamil, lansia, dan orang dengan daya tahan tubuh lemah.
- Menutup mulut saat batuk atau bersin.
- Rajin mencuci tangan.
- Tidak berbagi handuk, pakaian, atau perlengkapan pribadi.
Apakah Vaksin Cacar Air Masih Perlu untuk Orang Dewasa?
Ya.
Orang dewasa yang belum pernah terkena cacar air dan belum pernah menerima vaksin dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai vaksin varicella.
Vaksin terbukti dapat mengurangi risiko tertular dan menurunkan kemungkinan terjadinya komplikasi apabila seseorang tetap terinfeksi.
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Segera cari pertolongan medis apabila penderita mengalami:
- Demam tinggi yang tidak kunjung turun.
- Sesak napas.
- Lepuhan yang bernanah atau tampak terinfeksi.
- Kebingungan atau penurunan kesadaran.
- Sakit kepala berat disertai muntah.
- Kejang.
- Ruam yang menyebar sangat luas.
Ibu hamil, bayi, lansia, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah juga sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter jika diduga terkena cacar air.
Kesimpulan
Cacar air tidak hanya menyerang anak-anak. Orang dewasa yang belum memiliki kekebalan juga dapat terinfeksi, bahkan berisiko mengalami gejala yang lebih berat dan komplikasi serius.
Menjaga kebersihan, menghindari kontak dengan penderita, serta mendapatkan vaksinasi bagi yang belum memiliki kekebalan merupakan langkah terbaik untuk mencegah penyakit ini. Jika gejala muncul atau kondisi memburuk, segera periksakan diri ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.
Next News

Mengapa Kita Sering Mengecek Ponsel Begitu Bangun Tidur? Ini Alasan Psikologisnya
7 hours ago

Mengapa Karakter Kartun Sering Terlihat Memiliki Mata yang Besar? Ini Alasannya
in 4 hours

Mengapa Kita Masih Suka Menonton Kartun Meski Sudah Dewasa? Ini Alasannya
in 4 hours

Apa Itu Digital Eye Strain dan Bagaimana Cara Mencegahnya?
in 3 hours

Apa Penyebab Sariawan yang Muncul Berulang Kali? Kenali Pemicu dan Kapan Harus Diperiksa
in 3 hours

Alat Dapur Tradisional yang Ternyata Masih Relevan hingga Sekarang
in 3 hours

Mengapa Matcha Terus Menjadi Tren di Kalangan Anak Muda? Ini Alasannya
in 3 hours

Suka Berbicara? Ini Jurusan Kuliah yang Bisa Kamu Pertimbangkan
in 2 hours

Pernah Merasa Waktu Berjalan Lambat? Ini yang Mungkin Terjadi di Otak
in 2 hours

Mengenal Pohon Karet, Tanaman Penghasil Getah yang Banyak Dimanfaatkan dalam Kehidupan
in 2 hours





