SouQy Band: Perjalanan Karier, Lagu-Lagu Populer, dan Fakta Menarik yang Jarang Diketahui
Liaa - Friday, 26 June 2026 | 10:25 AM


SouQy Band: Perjalanan Karier, Lagu-Lagu Populer, dan Warna Musik Kampung yang Tetap Dikenang
Di tengah ramainya industri musik Indonesia yang dipenuhi berbagai genre, SouQy Band berhasil menghadirkan identitas yang berbeda. Grup musik asal Depok ini dikenal dengan konsep musik yang mereka sebut sebagai "musik kampung", yakni perpaduan pop Melayu, dangdut, dan sentuhan musik Indonesia yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Meski sempat mengalami pasang surut popularitas, sejumlah lagu SouQy masih sering diputar di berbagai platform digital dan dikenang oleh para pencinta musik pop Melayu.
Awal Terbentuknya SouQy Band
SouQy Band dibentuk pada 20 Februari 2009 oleh lima pemuda asal Kampung Kebon Cilangka, Sawangan, Depok. Nama "SouQy" diambil dari kata dalam bahasa Arab yang berarti pasar, sebagai simbol harapan agar karya-karya mereka dapat diterima oleh semua kalangan tanpa memandang usia maupun latar belakang sosial.
Formasi awal band ini terdiri dari:
- Bento – Vokal
- Aved – Gitar
- Edo – Bass
- Ivan – Keyboard
- Enda (atau Henda) – Drum
Mereka kemudian memperkenalkan gaya bermusik yang sederhana namun mudah diterima masyarakat dengan lirik yang menggunakan bahasa sehari-hari.
Debut Lewat "Sungguh Tega"
Nama SouQy mulai dikenal publik setelah merilis single "Sungguh Tega" di bawah label Nagaswara. Lagu bertema pengkhianatan cinta tersebut berhasil menarik perhatian pencinta musik pop Melayu dan menjadi pintu masuk mereka ke industri musik nasional. Video klipnya bahkan sempat menjadi salah satu yang paling banyak ditonton di situs resmi Nagaswara pada masanya.
Kesuksesan lagu tersebut membuat SouQy semakin dikenal sebagai band yang konsisten mengangkat kisah-kisah cinta dengan balutan musik yang ringan dan mudah dinikmati.
Lagu-Lagu Populer SouQy Band
Selain "Sungguh Tega", SouQy juga memiliki sejumlah lagu yang cukup dikenal, antara lain:
- Sungguh Tega
- Cinta Stadium Akhir (CSA)
- Cinta Dalam Doa
- Aku Rela
- Aku Sayang Banget Sama Kamu
- Bukan Dia
- Koe Sing Paling Ngerti Aku
Sebagian besar lagu mereka mengangkat tema cinta, kesetiaan, penantian, hingga kehilangan, yang menjadi ciri khas musik pop Melayu Indonesia.
Ciri Khas Musik SouQy
Hal yang membedakan SouQy dengan band lain adalah keberanian mereka menyebut genre musiknya sebagai "musik kampung".
Istilah tersebut bukan bermakna negatif, melainkan menggambarkan bahwa musik mereka lahir dari kehidupan masyarakat sederhana dengan lirik yang mudah dipahami. Perpaduan unsur pop, Melayu, dangdut, serta nuansa orkes membuat lagu-lagu SouQy memiliki karakter yang khas dan mudah dikenali.
Kontroversi Lagu "Autis"
Perjalanan karier SouQy tidak selalu berjalan mulus. Pada 2015, lagu berjudul "Autis" menuai kritik dari masyarakat dan komunitas pemerhati autisme karena dianggap menggunakan istilah autisme dengan cara yang tidak sensitif.
Kontroversi tersebut memicu petisi dan berbagai tanggapan dari publik. Pihak Nagaswara kemudian menjelaskan bahwa lagu tersebut bukan merupakan rilisan mereka dan kontrak kerja sama dengan SouQy telah berakhir jauh sebelum lagu itu beredar.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya penggunaan bahasa yang lebih bijaksana dalam karya seni, terutama ketika berkaitan dengan kelompok tertentu di masyarakat.
Masih Berkarya di Era Digital
Meski tidak lagi seaktif pada masa kejayaannya, SouQy tetap mempertahankan eksistensinya melalui berbagai platform digital. Mereka masih merilis lagu baru dan mendistribusikan karya melalui layanan streaming musik, sehingga para penggemar lama maupun pendengar baru masih dapat menikmati karya-karyanya.
SouQy Band menjadi salah satu warna tersendiri dalam perjalanan musik pop Melayu Indonesia. Dengan identitas "musik kampung" yang mereka usung, band ini berhasil menghadirkan lagu-lagu bertema cinta yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Walaupun sempat menghadapi kontroversi, perjalanan mereka menunjukkan bahwa sebuah grup musik dapat terus berkembang dan belajar dari pengalaman. Hingga kini, karya-karya SouQy masih memiliki tempat di hati para penggemar musik Indonesia yang tumbuh bersama lagu-lagu mereka.
Next News

Makna Lagu "Agar Tum Saath Ho": Kerinduan, Cinta yang Rumit, dan Luka yang Belum Sembuh
15 hours ago

Makna Lagu "Terpukau" dari Astrid: Tentang Cinta yang Dipendam dalam Doa
17 hours ago

Makna Lagu "Treat You Better": Harapan untuk Cinta yang Lebih Baik
3 days ago

Lagu Tujh Mein Rab Dikhta Hai Bikin Baper, Ini Makna Sebenarnya
3 days ago

Makna Lagu Bollywood "Kal Ho Naa Ho"
3 days ago

Makna Lagu "Kemarin" dari Seventeen, Tentang Kehilangan Mendalam dan Rindu yang Tak Pernah Usai
4 days ago

Makna Lagu "Cheating on You" dari Charlie Puth, Tentang Sulit Move On dari Cinta yang Belum Selesai
4 days ago

Makna Lagu "Right Now" dari One Direction: Tentang Rindu, Kehadiran, dan Momen yang Ingin Dibagi Bersama
4 days ago

Makna Lagu Love Yourself dari Justin Bieber, Sindiran Halus untuk Mantan yang Toxic
6 days ago

Makna lagu "Kemarin" dari Seventeen
6 days ago




