Toba Caldera Culture Festival 2026 Hadirkan Kompetisi Paduan Suara Internasional dan Perayaan Budaya Nusantara
RAU - Wednesday, 24 June 2026 | 11:09 AM


Medan
Kabupaten Samosir akan segera menjadi pusat perhatian dunia. Toba Caldera Culture Festival (TCCF) 2026 siap digelar selama empat hari pada September 2026, di Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara.
Festival berkelas internasional ini tidak hanya menjadikan Danau Toba sekadar latar, melainkan jiwa dari seluruh perayaan.
Mengusung tema "Kaldera Toba Bergema : Suara dari Toba", TCCF 2026 hadir sebagai ruang pertemuan antara budaya, suara, dan kearifan adat Nusantara. Di panggung ini, Kompetisi Paduan Suara Internasional bukan sekadar ajang unjuk kemampuan vokal, namun menjadi medium di mana suara manusia berpadu dengan keagungan alam Kaldera Toba, salah satu warisan geologi terbesar di dunia yang telah ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark.
Filosofi Batak Sebagai Nafas Festival
Bagi masyarakat Suku Batak, Danau Toba bukan semata ruang geografis. Ia adalah ruang spiritual, tempat kehidupan, suara, dan keseimbangan berakar dan tumbuh. Dari keyakinan inilah TCCF 2026 menemukan maknanya.
Festival ini akan menghidupkan tiga pilar filosofi Suku Batak:
- Dalihan Na Tolu : sistem kekerabatan yang menjaga harmoni dan keseimbangan sosial.
- Tondi : semangat jiwa yang menggerakkan kehidupan dan menjadi sumber kekuatan batin.
- Gondang & Tortor : musik sakral dan tarian ritual yang telah mengalun di tepi Danau Toba selama berabad-abad.
Bersama TCCF 2026 beragam kekayaan budaya Suku Batak akan diperkenalkan kepada dunia. Mulai dari filosofi hidup, adat-istiadat, hingga kuliner khas yang telah menjadi bagian dari identitas masyarakat Toba.Danau Toba juga dikelilingi oleh tujuh kabupaten yang masing-masing menyimpan kekayaan budaya tersendiri, yakni Toba, Karo, Samosir, Simalungun, Dairi, Tapanuli Utara, dan Humbang Hasudutan.
Target 10.000 Pengunjung, Dihadiri Tamu Negara
Ketua Panitia Rios Sabar Andriano Tampubolon, S.H. menegaskan bahwa TCCF 2026 jauh melampaui sebuah kompetisi paduan suara biasa."Sesuai temanya, kompetisi paduan suara ini menjadi daya tarik untuk memperkenalkan budaya dan adat-istiadat Nusantara ke kancah internasional yang digelar langsung di Pangururan, Samosir, di tepi Danau Toba yang legendaris," sebutnya, Selasa (23/6/2026).
Panitia menargetkan 10.000 pengunjung memadati Pangururan selama festival berlangsung. Hadir pula sejumlah tamu penting, mulai dari tokoh agama, pemangku adat, kepala daerah, hingga Menteri Pariwisata Republik Indonesia.
"Dari Toba Caldera Culture Festival 2026 ini, kami ingin memperkenalkan seluruh hal yang berkaitan dengan Suku Batak. Cara hidup, seni, hingga kuliner khasnya kepada dunia internasional," sambungnya.
Deretan Penampil: Dari Artis Nasional Hingga Ikon Budaya Lokal
TCCF 2026 akan dibuka dengan Opening Ceremony yang memukau dengan menampilkan Pertunjukan Tarian Tradisional Batak yang megah.
"Dari Toba Caldera Culture Festival 2026 ini, kami ingin melahirkan suara yang mengundang dunia untuk mengenal adat dan budaya Danau Toba. Kami berharap festival ini menumbuhkan semangat baru bagi dunia musik, budaya, dan pelestarian adat-istiadat," kata Rios Sabar Andriano Tampubolon, S.H.
TCCF 2026 adalah undangan terbuka bagi siapa saja untuk datang, mendengar, dan merasakan bahwa Toba bukan sekedar danau. Toba adalah suara, dan dunia diundang untuk mendengarnya.Rios Sabar Andriano Tampubolon, S.H. menegaskan bahwa TCCF 2026 akan menjadi wadah yang mempertemukan budaya dan paduan suara, dimana di dalam TCCF ini kita juga mengadakan Samosir International Choir Competition yang merupakan Kompetisi Paduan Suara dan Vokal Solo berstandar Internasional."TCCF 2026 jauh melampaui sebuah kompetisi paduan suara biasa," tegasnya.Setidaknya 2000 Penyanyi Paduan Suara dan 70 penyanyi Vokal Solo sudah mendaftarkan diri dan siap menoreh prestasi. Dibawah arahan Ondi Yohan Tambunan sebagai Artistik Direktur dari SICC, setiap kategori lomba Paduan Suara dan Vokal Solo akan dinilai langsung oleh Juri yang berasal dari Indonesia, Benua Asia dan Benua Eropa.
Next News

Prakiraan Cuaca Sumatera Utara Minggu, 1 November 2026
in 6 hours

Anggaran BPBD Madina Rp489 Juta, Dana Bencana Tersedia Rp5,6 Miliar
9 hours ago

Pemkab Aceh Selatan Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir Selama 14 Hari
15 hours ago

Prakiraan Cuaca di Sumatera Utara Sabtu 31 Oktober 2026: Mayoritas Hujan Ringan, 7 Wilayah Berawan
19 hours ago

Disambut Hangat Dubes RI di Uzbekistan, Perjalanan Kakek-Nenek Keliling Dunia Penuh Kisah Persahabatan
a day ago

Jelajahi Padang Tandus China-Kazakhstan, Kakek-Nenek Keliling Dunia Cicipi Steak Daging Kuda di Almaty
a day ago

Suhu China Turun hingga 4 Derajat Celsius, Kakek-Nenek Keliling Dunia Tetap Lanjutkan Ekspedisi
a day ago

Lewati Puluhan Terowongan Pegunungan China, Kakek-Nenek Keliling Dunia Tiba di Chengdu
a day ago

Masuk China dengan Mobil Sendiri, Kakek-Nenek Keliling Dunia Hadapi Pemeriksaan Ketat di Perbatasan
a day ago

Tertahan Tiga Hari di Perbatasan Malaysia, Kakek-Nenek Keliling Dunia Hadapi Masalah Dokumen Kendaraan
a day ago





