Selasa, 23 Juni 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Regional & Nasional

Wabup Tapsel Buka Penanaman Perdana Agroforestri, Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat Tanpa Mengabaikan Kelestarian Lingkungan

RAU - Tuesday, 23 June 2026 | 05:20 AM

Background
Wabup Tapsel Buka Penanaman Perdana Agroforestri, Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat Tanpa Mengabaikan Kelestarian Lingkungan

Tantom Angkola

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan melalui Wakil Bupati H. Jafar Syahbuddin Ritonga menghadiri sekaligus membuka kegiatan Penanaman Perdana Agroforestri dalam Program Kesepakatan Konservasi Masyarakat (KKM) di Desa Kota Tua dan Desa Simaninggir, Kecamatan Tantom Angkola, Selasa (23/06/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemulihan lingkungan pascabencana banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada November 2025 lalu, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan tanaman produktif berbasis konservasi.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan salam dan permohonan maaf dari Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu yang berhalangan hadir karena tugas kedinasan lainnya. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan berkomitmen penuh mendukung program-program yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat tanpa mengesampingkan kelestarian lingkungan.

"Visi kami adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. Karena itu, program agroforestri dan konservasi seperti ini akan terus kami dukung," ujar Jafar.



Menurutnya, pengalaman bencana banjir bandang yang pernah melanda Desa Kota Tua menjadi pelajaran penting bagi semua pihak untuk menjaga keseimbangan antara aktivitas ekonomi dan pelestarian alam. Pemerintah daerah berharap masyarakat dapat memanfaatkan lahan yang tersedia secara produktif melalui pola agroforestri yang ramah lingkungan.


Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga menjelaskan berbagai program pemberdayaan ekonomi yang tengah dijalankan Pemkab Tapsel, di antaranya Gerakan 10.000 Hektare Jagung dan Gerakan 1.000 Kolam Ikan.

Program tersebut bertujuan meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus membantu mengurangi ketergantungan terhadap pinjaman berbunga tinggi yang selama ini membebani sebagian warga.

"Melalui program KUR Berkah dengan bunga nol persen hingga akhir tahun 2026, masyarakat memiliki akses pembiayaan yang lebih mudah untuk mengembangkan usaha produktif. Kami ingin masyarakat terlepas dari jeratan rentenir dan memiliki sumber penghasilan yang berkelanjutan," jelasnya.




Sementara itu, Camat Tantom Angkola Indra Sakti mengatakan program konservasi ini lahir dari semangat bersama untuk meminimalisir risiko bencana di masa mendatang. Ia menjelaskan bahwa terdapat tiga kelompok Kesepakatan Konservasi Masyarakat di Desa Kota Tua dan dua kelompok di Desa Simaninggir yang akan terlibat dalam kegiatan penanaman.

"Sebanyak 119 masyarakat pemilik lahan akan terlibat dalam program ini. Kami berharap kerja sama antara masyarakat, pemerintah daerah, dan Conservation Indonesia dapat terus berlanjut demi menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga," katanya.

Kepala Yayasan Observasi Konservasi, Isner Manalu, menjelaskan bahwa program ini diawali dengan penandatanganan dokumen Kesepakatan Konservasi Masyarakat antara masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan yang difasilitasi oleh Conservation Indonesia.

Melalui kesepakatan tersebut, masyarakat berkomitmen menjaga kawasan lingkungan dan tidak lagi melakukan pembukaan hutan, melainkan mengembangkan sistem agroforestri pada lahan Areal Penggunaan Lain (APL).



Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini telah tersedia sekitar 40.000 bibit kakao unggul, 10.000 bibit kemiri, serta sekitar 6.000 bibit tanaman buah-buahan seperti alpukat, petai, dan jenis tanaman produktif lainnya yang siap ditanam oleh masyarakat.

"Harapan kami, melalui agroforestri ini masyarakat memperoleh manfaat ekonomi dari tanaman yang ditanam, sekaligus menjaga lingkungan agar tetap lestari dan terhindar dari bencana di masa mendatang," ujarnya.

Kepala Desa Kota Tua, Pinder Siburian, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, Conservation Indonesia, dan seluruh pihak yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat pascabencana. Ia berharap program ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian kawasan yang menjadi sumber kehidupan warga.

Di akhir acara, Wakil Bupati secara resmi membuka kegiatan penanaman perdana agroforestri dan berharap program tersebut membawa keberkahan bagi masyarakat Kecamatan Tantom Angkola dan Kabupaten Tapanuli Selatan secara umum.

"Semoga program ini menjadi langkah nyata dalam menjaga alam, mencegah bencana, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan," tutupnya.



Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimcam, perwakilan Conservation Indonesia, Kepala Dinas Pertanian, Dinas Lingkungan Hidup, Bappeda, para kepala desa, tokoh masyarakat, kelompok tani, penyuluh pertanian, serta masyarakat Desa Kota Tua dan Desa Simaninggir.

Tags